Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kompleksitas Governansi Dan Kelembagaan Wisata Bahari Di Watu Ulo, Jember M. Hamdi HS; Iffan Gallant El Muhammady; I Gusti Made Darma
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 1 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v11i1.3837

Abstract

Kawasan wisata bahari Watu Ulo di Kabupaten Jember memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi lokal melalui kekayaan alam, sejarah, dan budaya yang dimilikinya. Namun, pengelolaan destinasi ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti lemahnya kualitas pelayanan, minimnya promosi digital, keterbatasan koordinasi antar-pemangku kepentingan, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan Soft Systems Methodology (SSM), yang memungkinkan pemetaan masalah secara holistik dan partisipatif. Tahapan pelaksanaan meliputi observasi, wawancara, penyusunan rich picture, workshop partisipatif dengan analisis CATWOE, serta implementasi solusi konseptual. Hasil kegiatan mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan pelayanan berbasis model SERVQUAL, pengembangan paket wisata tematik berbasis budaya dan alam, pelatihan promosi digital menggunakan media sosial, serta pengelolaan fasilitas publik. Kegiatan ini juga menghasilkan model governansi dan kelembagaan kolaboratif berbasis partisipasi masyarakat, yang bertujuan menciptakan sistem pengelolaan wisata yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini terbukti efektif dalam memperkuat struktur kelembagaan lokal, meningkatkan kualitas layanan, serta membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pengelolaan destinasi secara terintegrasi dan berbasis komunitas.
Analisis Implementasi Kebijakan Ekonomi Kreatif Pada Dinas PariwisataDan Kebudayaan Kabupaten Jember Studi Tentang Upaya MendorongPertumbuhan Ekonomi Dhamar Hardian Putra; M Hamdi
Interelasi Humaniora Vol. 2 No. 01 (2026): INTERELASI - Juli
Publisher : BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24716/5xdgzj21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan ekonomi kreatif oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Model implementasi kebijakan Edward III digunakan Sebagai kerangka analisis yang mencakup empat variabel utama: komunikasi, sumber daya,disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi kreatif di Jember telah memiliki dasar hukum dan kelembagaan yang cukup jelas, namun dalam praktiknya masih menghadapi sejumlah kendala struktural dan teknis. Komunikasi kebijakan masih bersifat top-down, koordinasi lintas sektor belum optimal, dan alokasi anggaran belum memadai. Meski demikian, terdapat inisiatif-inisiatif lokal yang menunjukkan arah positif, seperti kolaborasi antara pemerintah daerah dengan komunitas kreatif. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan, pendanaan berkelanjutan, serta pelibatan aktor nonpemerintah secara strategis untuk mewujudkan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan di tingkat daerah.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN EASY TAX PAYMENT DALAM PEMUNGUTAN PAJAK HOTEL DAN RESTORAN DI BADAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN JEMBER M. Hamdi HS; M Burhanudin Adi Prasetya
Interelasi Humaniora Vol. 2 No. 01 (2026): INTERELASI - Juli
Publisher : BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24716/4qs2s662

Abstract

Transformasi digital dalam administrasi perpajakan daerah merupakan strategi untuk meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas pemungutan pajak. Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Jember menerapkan Sistem Easy Tax Payment (ETP) sebagai inovasi digital dalam pemungutan pajak hotel dan restoran, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Sistem Easy Tax Payment berdasarkan teori implementasi kebijakan Edwards III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan Kepala Bidang Pajak Daerah, petugas pemungut pajak, serta pengelola hotel dan restoran, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ETP telah mendukung peningkatan transparansi, efektivitas pelayanan, dan pengawasan transaksi perpajakan. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh komunikasi yang cukup efektif, dukungan sumber daya, komitmen aparatur, dan struktur birokrasi yang jelas. Kendala utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, belum meratanya literasi digital wajib pajak, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta belum optimalnya integrasi sistem informasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi ETP tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh keterpaduan empat variabel implementasi kebijakan yang didukung kesiapan ekosistem digital organisasi.
Tata Kelola Ekowisata Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal di Kawasan Konservasi Ngadas, Malang M. Hamdi HS; Setyo Utomo; Itok Wicaksono; Retna Anggitaningsih; I Gusti Made Darma; Syamsul Hadi; Edhi Siswanto; Mashudi Mashudi
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol. 9 No. 1 (2026): Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sw.v9i1.5087

Abstract

Pengelolaan ekowisata di kawasan konservasi menghadapi tantangan kompleks akibat ketegangan antara tujuan konservasi, kepentingan ekonomi, dan dinamika sosial masyarakat lokal. Kondisi tersebut menuntut model tata kelola yang adaptif, kolaboratif, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pengelolaan ekowisata berbasis kearifan lokal masyarakat Tengger di Desa Ngadas serta mengkaji perannya dalam memperkuat keberlanjutan kawasan konservasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen kebijakan. Analisis data dilakukan secara tematik dan kelembagaan untuk memahami relasi aktor, struktur kebijakan, serta dinamika sosial-ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan ekowisata masih didominasi pendekatan hierarkis, sehingga partisipasi masyarakat bersifat prosedural dan kearifan lokal belum terinstitusionalisasi secara memadai dalam kebijakan formal. Kondisi ini berdampak pada lemahnya legitimasi kebijakan dan risiko ketidakseimbangan antara perlindungan ekologi dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal ke dalam kerangka collaborative governance merupakan strategi kunci untuk meningkatkan kapasitas adaptif kebijakan dan keberlanjutan ekowisata di kawasan konservasi.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT PADA POKDARWIS TIRTOSARI VIEW DI DESA PENANGGAL, LUMAJANG Zidni Muhammad Ardiansyah; M Hamdi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.60642

Abstract

Implementasi kebijakan pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat menjadi strategi penting dalam mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya implementasi kebijakan pengelolaan ekowisata pada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tirtosari View di Desa Penanggal, Kabupaten Lumajang, yang ditandai dengan keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, sarana prasarana, koordinasi antar pemangku kepentingan, serta belum tersedianya standar operasional prosedur yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pengelolaan ekowisata berdasarkan teori implementasi kebijakan Grindle. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan telah berjalan cukup baik dalam mendukung pengembangan destinasi wisata dan pemberdayaan masyarakat. Namun, efektivitas pelaksanaannya masih dipengaruhi oleh keterbatasan kapasitas kelembagaan, sumber daya, serta koordinasi antaraktor. Dukungan pemerintah desa dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan implementasi kebijakan. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penyusunan pedoman operasional yang jelas diperlukan untuk mewujudkan pengelolaan ekowisata yang lebih efektif dan berkelanjutan.