Ana Andriana
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pendapatan, Frekuensi Kunjungan Antenatal Care (Anc), dan Usia Ibu dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Puskesmas Sigerongan Lingsar Kabupaten Lombok Barat Raodatunnisa Raodatunnisa; Ida Ayu Made Mahayani; Ana Andriana; Adib Ahmad Shammakh
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24674

Abstract

ABSTRACT Anemia in pregnant women remains a health problem that increases the risk of complications during pregnancy and childbirth. Income level, adherence to antenatal care (ANC) visits, and maternal age are suspected to be associated with the incidence of anemia. To identify the relationship between income level, frequency of antenatal care (ANC) visits, and maternal age with the incidence of anemia in pregnant women at the Sigerongan Lingsar Community Health Center, West Lombok Regency in 2025. This was an observational analytic study with a case-control design. The sample size was 212 respondents, consisting of 106 anemic pregnant women (cases) and 106 non-anemic pregnant women (controls). The sampling technique used purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data were collected using medical records and questionnaires, then analyzed using the chi-square test (α = 0.05).There was a significant relationship between income level and the incidence of anemia in pregnant women (p-value = 0.000; OR = 0.241; 95% CI: 0.135–0.428). The frequency of antenatal care (ANC) visits also showed a significant association with the incidence of anemia in pregnant women (p-value = 0.000; OR = 0.211; 95% CI: 0.116–0.381). Maternal age also showed a significant association with the incidence of anemia (p-value = 0.002; OR = 0.393; 95% CI: 0.219–0.705). Income level, frequency of antenatal care (ANC) visits, and maternal age are significantly associated with the incidence of anemia in pregnant women. These results are expected to provide a basis for health workers in improving anemia prevention efforts in pregnant women and serve as a reference for further research. Keywords: Anemia, ANC, Income Level, Maternal Age, Pregnant Women.  ABSTRAK Anemia pada ibu hamil masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang berdampak pada meningkatnya risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Tingkat pendapatan, kepatuhan dalam melakukan kunjungan antenatal care (ANC), dan usia ibu diduga memiliki hubungan terhadap kejadian anemia. Mengidentifikasi hubungan tingkat pendapatan, frekuensi kunjungan antenatal care (ANC), dan usia ibu dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Sigerongan Lingsar Kabupaten Lombok Barat Tahun 2025. Penelitian observasional analitik dengan desain case control. Jumlah sampel sebanyak 212 responden yang terdiri dari 106 ibu hamil anemia (kasus) dan 106 ibu hamil tidak anemia (kontrol). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan rekam medis dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-Square (α = 0,05). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendapatan dan kejadian anemia ibu hamil (p-value = 0,000; OR = 0,241; 95% CI: 0,135–0,428). Variabel frekuensi kunjungan antenatal care (ANC) juga menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian anemia ibu hamil (p-value = 0,000; OR = 0,211; 95% CI: 0,116–0,381). Usia ibu juga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian anemia (p-value = 0,002; OR = 0,393; 95% CI: 0,219–0,705). Tingkat pendapatan, frekuensi kunjungan antenatal care (ANC), dan usia ibu berhubungan signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Hasil ini diharapkan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan upaya pencegahan anemia pada ibu hamil dan sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya. Kata Kunci: Anemia, ANC, Ibu Hamil, Tingkat Pendapatan, Usia Ibu.
Hubungan Konsumsi Sugar Sweetened Beverages, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan Aktivitas Fisik dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kota Mataram I Putu Tegar Cahyadi Nanda Sudarta; Setio Rini; I Putu Dedy Arjita; Ana Andriana
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.18782

Abstract

ABSTRACT Public health problems are complex problems that are the result of various environmental problems that are natural or artificial caused by humans, socio-culture, behavior, population, genetics and so on. According to the World Health Organization (WHO) in the last 3 decades the prevalence of type 2 DM has increased significantly. Not only in developed countries, developing countries such as Indonesia have a high prevalence of type 2 DM. Indonesia is ranked 7th as the country with the highest incidence of DM in the world. The purpose of this study was to determine the relationship between consumption of sugar-sweetened beverages, body mass index (BMI) and physical activity with random blood sugar levels in type 2 DM patients at Mataram City Hospital. This type of research is an observational analytical quantitative study with a cross-sectional study design. Sugar-sweetened beverages with random blood sugar levels with a P value of 0.001 (P value ≤ 0.05).. Body mass index (BMI) with random blood sugar levels with a P value of 0.908 (P value 0.05). Physical activity with random blood sugar levels with a P value of 0.002 (P value ≤ 0.05). There is a significant relationship between consumption of artificially sweetened beverages and random blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus at RSUD Kota Mataram. There is no significant relationship between body mass index (BMI) and random blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus at RSUD Kota Mataram. There is a significant relationship between physical activity and random blood sugar levels in patients with type 2 diabetes mellitus at RSUD Kota Mataram. Keywords: Artificially Sweetened Beverages, Body Mass Index (BMI), Physical Activity, Blood Sugar Levels, Type 2 Diabetes Mellitus   ABSTRAK Masalah kesehatan masyarakat adalah masalah kompleks yang merupakan resultan dari berbagai masalah lingkungan yang bersifat alamiah maupun buatan yang disebabkan oleh manusia, sosial budaya, perilaku, populasi penduduk, genetika dan sebagainya. Menurut World Health Organization (WHO) dalam 3 dekade terakhir prevalensi DM tipe 2 meningkat secara signifikan. Tidak hanya di negara maju, negara berkembang seperti Indonesia memiliki prevalensi tinggi untuk penyakit DM tipe 2. Indonesia menempati posisi ke 7 sebagai negara dengan angka kejadian DM tertinggi di dunia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan konsumsi sugar sweetened beverages, indeks massa tubuh (IMT) dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah sewaktu pada penderita DM tipe 2 di RSUD Kota Mataram. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik observasional dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Sugar sweetened beverages dengan kadar gula darah sewaktu dengan nilai P-value adalah 0.001(P-value ≤ 0,05). Indeks massa tubuh (IMT) dengan kadar gula darah sewaktu dengan nilai P-value adalah 0.908 (P-value 0,05). Aktivitas fisik dengan kadar gula darah sewaktu dengan nilai P-value adalah 0.002 (P-value ≤ 0,05). Ada hubungan signifikan antara konsumsi sugar sweetened beverages dengan kadar gula darah sewaktu pada penderita DM tipe 2 di RSUD Kota Mataram. Tidak ada hubungan signifikan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan kadar gula darah sewaktu pada penderita DM tipe 2 di RSUD Kota Mataram. Ada hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah sewaktu pada penderita DM tipe 2 di RSUD Kota Mataram. Kata Kunci: Sugar Sweetened Beverages, Indeks Massa Tubuh (IMT), Aktivitas  Fisik, Kadar Gula Darah, Diabetes Melitus Tipe 2