Sabrina Intan Zoraya
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Lama Menstruasi, Kebiasaan Olahraga, dan Anemia dengan Kejadian Dismenore Primer pada Remaja Putri di SMA Negeri 9 Mataram Nazaya Shafa Salsabila; Ety Retno Setyowati; Sabrina Intan Zoraya; I Gusti Bagus Arie Mahaputra
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18498

Abstract

ABSTRACT Dysmenorrhea is a condition characterized by cramps, pain, and other discomforts associated with menstruation, caused by dysrhythmic contractions of the myometrium. The highest prevalence of dysmenorrhea is found in adolescent girls. Factors that may contribute to dysmenorrhea include family history, age at menarche, menstrual duration, exercise habits, anemia, stress levels, nutritional status, and fast food consumption. This study aims to determine the relationship between menstrual duration, exercise habits, and anemia with the incidence of primary dysmenorrhea among adolescent at SMA Negeri 9 Mataram. This study employs a quantitative approach with a cross-sectional design. The sampling technique used is stratified random sampling, with a total sample size of 92 respondents. Data were analyzed using univariate and bivariate methods with the Chi-square statistical test. This study shows no statistically significant relationship between menstrual duration and the incidence of primary dysmenorrhea among adolescent girls at SMA Negeri 9 Mataram (p-value = 0.328). However, there is a statistically significant relationship between exercise habits and the incidence of primary dysmenorrhea (p-value = 0.001), as well as between anemia and the incidence of primary dysmenorrhea (p-value 0.001). There is no significant relationship between menstrual duration and the incidence of primary dysmenorrhea among adolescent girls at SMA Negeri 9 Mataram. However, there is a significant relationship between exercise habits and anemia with the incidence of primary dysmenorrhea in this group. Keywords: Dysmenorrhea, Primary Dysmenorrhea, Menstrual Duration, Exercise Habits, Anemia.  ABSTRAK Dismenore merupakan suatu kondisi terjadinya kram, nyeri, dan ketidaknyamanan lainnya yang terkait dengan menstruasi yang timbul karena adanya kontraksi disritmik miometrium. Prevalensi tertinggi kejadian dismenore ditemukan pada remaja putri. faktor yang dapat menyebabkan dismenore adalah riwayat keluarga, usia menarke, durasi menstruasi, kebiasaan olahraga, anemia, tingkat stres, status gizi, dan konsumsi makanan cepat saji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menstruasi, kebiasaan olahraga, dan anemia dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri di SMA Negeri 9 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling, dengan besar sampel sebanyak 92 responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-square. Penelitian ini menunjukan tidak terdapat hubungan hubungan yang signifikan secara statistik antara lama menstruasi dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri di SMA Negeri 9 Mataram (p-value 0,328), terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara kebiasaan olahraga dan kejadian dismenore primer pada remaja putri di SMA Negeri 9 Mataram (p-value 0,001), dan terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara anemia dan kejadian dismenore primer pada remaja putri di SMA Negeri 9 Mataram (p-value  0,001). Tidak terdapat hubungan signifikan antara lama menstruasi dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri di SMA Negeri 9 Mataram, dan terapat hubungan signifikan antara kebiasaan olahraga dan anemia dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri di SMA Negeri 9 Mataram Kata Kunci: Dismenore,Dismenore Primer, Lama Menstruasi, Kebiasaan Olahraga, Anemia.
FAKTOR PSIKOSOSIAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN DEPRESI PADA WANITA MENIKAH USIA DINI DI LOMBOK TENGAH Zuhri Abdul Gani; Ayu Anulus; Sabrina Intan Zoraya; Irwan Syuhada
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/8xfnvd27

Abstract

Pernikahan usia dini merupakan masalah psikososial dan kesehatan masyarakat yang dapat meningkatkan kerentanan perempuan terhadap depresi. Wanita yang menikah pada usia dini sering menghadapi tekanan emosional akibat belum optimalnya kesiapan psikologis, tanggung jawab keluarga, perubahan peran dalam perkawinan, serta tuntutan sosial budaya. Dukungan sosial, dukungan keluarga, dan pengetahuan merupakan faktor psikososial penting yang dapat memengaruhi gejala depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial, dukungan keluarga, dan pengetahuan dengan kejadian depresi pada wanita menikah usia dini di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah 131 wanita menikah usia dini di Kecamatan Jonggat. Sampel berjumlah 99 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur dukungan sosial, dukungan keluarga, pengetahuan, dan kejadian depresi. Depresi diukur menggunakan Beck Depression Inventory-II. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dan prevalence ratio dengan confidence interval 95%. Dukungan sosial berhubungan signifikan dengan kejadian depresi pada wanita menikah usia dini (PR=9,62; 95% CI=3,63–25,50; p=0,001). Dukungan keluarga juga berhubungan signifikan dengan kejadian depresi (PR=12,00; 95% CI=5,54–25,92; p=0,001). Selain itu, pengetahuan berhubungan signifikan dengan kejadian depresi (PR=9,18; 95% CI=3,85–22,00; p=0,001). Dukungan sosial yang buruk, dukungan keluarga yang buruk, dan pengetahuan yang rendah berhubungan signifikan dengan tingginya prevalensi depresi pada wanita menikah usia dini di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Edukasi kesehatan mental, konseling berbasis keluarga, dan dukungan psikososial berbasis komunitas direkomendasikan untuk menurunkan risiko depresi pada kelompok rentan ini.