Andi Sadriani
Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas Negeri Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konstruksi Sosial Perempuan dalam Budaya Bugis: antara Adat dan Patriarki A.Noer Chalifah Ramadhany; Muh. Rijal; Andi Sadriani; Watif Massuanna
Aksiologi : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/aksiologi.v6i2.436

Abstract

Penelitian ini membahas konstruksi sosial perempuan dalam budaya Bugis yang berada pada persimpangan antara nilai adat dan sistem patriarki. Konsep siri’ dan pacce menempatkan perempuan sebagai penjaga kehormatan keluarga sekaligus simbol moralitas, namun pada saat yang sama, struktur patriarki membatasi ruang gerak mereka melalui pembatasan akses ke ruang publik, penerapan standar moral ganda, serta dominasi laki-laki dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-interpretatif melalui analisis literatur, dokumen budaya, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun perempuan Bugis sering dikonstruksi secara subordinatif, mereka tetap memiliki ruang untuk menegosiasikan identitas dan perannya, baik melalui pendidikan, mobilitas sosial, maupun reinterpretasi nilai adat. Dengan demikian, perempuan Bugis tidak hanya menjadi objek dalam sistem budaya, tetapi juga aktor aktif dalam mendefinisikan ulang makna adat di tengah struktur patriarki. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan literasi gender berbasis kearifan lokal serta pelibatan tokoh adat dalam mendorong transformasi nilai menuju keadilan gender yang inklusif.
Kesetaraan Gender dalam Dunia Kerja: Analisis Hak Reproduksi Pekerja Perempuan di Kota Makassar Andi Sadriani; Muhammad Syukur; Firdaus. W Suhaeb
Aksiologi : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/aksiologi.v6i2.448

Abstract

Kesetaraan gender dalam dunia kerja masih menghadapi tantangan, khususnya dalam pemenuhan hak reproduksi pekerja perempuan. Meskipun hak seperti cuti haid, kehamilan, dan melahirkan telah diatur, implementasinya di lapangan sering kali tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman pekerja perempuan dalam mengakses hak cuti reproduksi, memahami respons lingkungan kerja terhadap pengajuan hak tersebut, serta mengkaji implikasinya terhadap kesetaraan gender dalam karier. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 7 pekerja perempuan di Kota Makassar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan masih menghadapi hambatan administratif dan sosial dalam mengakses hak reproduksi, termasuk stigma dan relasi kuasa dengan atasan. Selain itu, praktik lingkungan kerja yang kurang sensitif gender turut mempengaruhi implementasi kebijakan. Pembatasan akses terhadap hak reproduksi berdampak pada perkembangan karier perempuan dan memperkuat ketimpangan gender. Sebaliknya, pemenuhan hak yang baik dapat meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas pekerja perempuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesetaraan gender dalam dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kebijakan formal, tetapi juga oleh budaya kerja dan relasi sosial yang ada, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif untuk mendukung pemenuhan hak reproduksi pekerja perempuan.