Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reconstructing the Paradigm of Teacher Professionalism from the Perspectives of Professional Ethics and Digital Education Transformation Elsa Yuliani; Salsabila Ananda Putri; Frika Fatimah Zahra; Ahmad Zainuri
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2026): April: Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alfihris.v4i2.1935

Abstract

This research is motivated by the critical role of work culture and climate in enhancing the performance of State Civil Apparatus (ASN) within the educational sector. The primary objective of the study is to analyze and describe the work culture and climate at Senior High School (SMA) 2 Krakatau Steel Cilegon, Banten, through an Al-Qur'an perspective. This study employs a qualitative methodology, utilizing a thematic (maudhu'i) interpretation approach for Qur'anic analysis combined with exploratory field research. Data were gathered through observation, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that a productive work culture and a harmonious climate are achieved by implementing four holistic elements derived from Qur'anic signals: integrity (al-amanah), professionalism (al-itqan), responsibility (al-mas’uliyah), and exemplary leadership (al-qudwah). The findings suggest that the integration of Islamic values—such as honesty, loyalty, and mutual respect—significantly increases employee motivation and organizational performance. The study concludes that synergizing religious values with professional duties creates a sustainable and inclusive educational environment, positioning SMA 2 Krakatau Steel Cilegon as an inspirational model for other institutions in Banten
Pemberdayaan Anak Binaan LPKA Palembang Melalui Budidaya Kecambah Untuk Membangun Jiwa Kewirausahaan Elsa Yuliani; Dwi Aulia; Umi Nistira; Nurlailah Nurlailah; Gita Wulandari; Deany Afriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 3 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i3.2937

Abstract

ABSTRACTEmpowerment programs for juvenile inmates in correctional institutions play an important role in developing life skills, particularly entrepreneurship as a foundation for future independence. This study aims to enhance the knowledge, skills, and entrepreneurial interest of juvenile inmates through mung bean sprout cultivation as a simple and practical business activity. The study employed a qualitative approach using a participatory method based on experiential learning, in which participants were directly involved in the cultivation process, including preparation of tools and materials, planting, maintenance, and harvesting. Data were collected through observation and documentation and analyzed using descriptive qualitative techniques. The results showed that participants were able to follow all stages of the cultivation process effectively, successfully produce sprouts within three days, and demonstrate high enthusiasm and interest in entrepreneurial activities. Furthermore, the activity provided hands-on experience in initiating small-scale businesses using simple and accessible resources. In conclusion, mung bean sprout cultivation is an effective medium for entrepreneurship learning among juvenile inmates. This activity implies the importance of developing practice-based empowerment programs to support the economic independence of vulnerable groups. ABSTRAKKegiatan pemberdayaan anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) memiliki peran penting dalam membangun keterampilan hidup, khususnya dalam bidang kewirausahaan sebagai bekal kemandirian di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan minat kewirausahaan anak binaan melalui kegiatan budidaya kecambah sebagai usaha sederhana yang mudah diterapkan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan model partisipatif berbasis experiential learning, di mana peserta terlibat langsung dalam proses budidaya mulai dari persiapan alat dan bahan, proses penanaman, perawatan, hingga panen. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti seluruh tahapan budidaya dengan baik, menghasilkan kecambah dalam waktu tiga hari, serta menunjukkan antusiasme dan minat yang tinggi terhadap kegiatan kewirausahaan. Selain itu, kegiatan ini memberikan pengalaman nyata dalam memulai usaha skala kecil dengan memanfaatkan sumber daya sederhana di lingkungan sekitar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa budidaya kecambah efektif sebagai media pembelajaran kewirausahaan bagi anak binaan. Kegiatan ini berimplikasi pada pentingnya pengembangan program pemberdayaan berbasis praktik sederhana yang dapat meningkatkan kemandirian ekonomi kelompok rentan.