Latar Belakang: Bullying merupakan salah satu perilaku penyimpangan sosial yang marak dilakukan oleh anak usia sekolah yang memiliki dampak serius bagi korban bullying baik secara fisik maupun psikologis. Dukungan keluarga memiliki peran yang penting sebagai bentuk sikap positif yang mencerminkan perhatian, kepedulian, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan anak, sehingga mampu memberikan informasi dan arahan terkait perilaku menyimpang di lingkungan sekolah. Penanganan korban bullying dapat dilakukan melalui dukungan keluarga yang komprehensif, meliputi dukungan instrumental, dukungan informasional, dukungan emosiona, ukungan serta penilaian penguatan positif guna meningkatkan kepercayaan diri. Tujuan : untuk mengidentifikasi dukungan informasional, dukungan instrumental, dukungan penilaian dan dukungan emosional. Metode : kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 150 siswa, dengan jumlah sampel sebanyak 92 responden yang ditentukan menggunakan rumus tabel Krejcie dan Morgan. Hasil : menunjukkan bahwa distribusi dukungan keluarga sebagian besar berada pada kategori tinggi, yaitu sebanyak 64,1%, kategori sedang sebanyak 32,6%, dan kategori rendah sebanyak 3,3%. Berdasarkan aspek dukungan, dukungan informasional sebagian besar kategori sedang sebanyak 51,1%, dukungan instrumental pada kategori tinggi sebanyak 57,6%, dukungan penilaian kategori sedang sebanyak 53,3%, serta dukungan emosional pada kategori tinggi sebanyak 53,3%. Kesimpulan : penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga lebih tinggi pada aspek instrumental dan emosional, sedangkan pada aspek informasional dan penilaian berada pada tingkat sedang.