Rufina Nenitriana S. Bete
Universitas Timor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi tentang Covid-19 dan Vaksinasi Covid-19 sebagai Upaya Mengurangi Kecemasan di Nufuak, Belu-NTT Sefrina Maria Seuk Asa; Maria Julieta Esperanca Naibili; Rufina Nenitriana S. Bete
Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE) Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Humanism: Journal of Community Empowerment (HJCE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hjce.v4i3.742

Abstract

The impact of the Covid-19 pandemic is not only in the health aspect but also has major implications for the political, economic, socio-cultural, educational, religious, and community welfare aspects. The time for the end of the Covid-19 pandemic is still unknown. Although there is already a vaccine, there is no specific therapy or drug for Covid-19. Not to mention the problems faced such as the threat of SARS-COV-2 mutation with new variants, as well as public attitudes to health protocol discipline are still the main challenges, which at times can cause a new wave of national or global Covid-19 pandemics. This activity aims to reduce public anxiety through counseling to increase knowledge, motivation and change people's behavior in implementing health protocols related to Covid-19. Community service activities related to Covid-19 education and Covid-19 vaccination. The method used in the implementation of science and technology activities to the community is disseminated in the form of two-way lectures and discussions, as well as the distribution of leaflets. In the final interview and observation, it showed changes and improvements, namely 85% of participants knew and understood that Covid-19 could be prevented by complying with and implementing the 5M health protocol; 50% of participants took the initiative to register at the Puskesmas/Clinic which facilitates vaccination services to the wider community in order to obtain the first dose of vaccination; and 10% of participants have started to register at the Fatukbot Headman office and the South Atambua Health Center for Covid-19 vaccination 
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP SISWA YANG MENGALAMI BULLYING DI SMA NEGERI 3 ATAMBUA Maria Gradiana Siki; Djulianus Tes Mau; Rufina Nenitriana S. Bete
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v8i2.11242

Abstract

Latar Belakang: Bullying merupakan salah satu perilaku penyimpangan sosial yang marak dilakukan oleh anak usia sekolah yang memiliki dampak serius bagi korban bullying baik secara fisik maupun psikologis. Dukungan keluarga memiliki peran yang penting sebagai bentuk sikap positif yang mencerminkan perhatian, kepedulian, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan anak, sehingga mampu memberikan informasi dan arahan terkait perilaku menyimpang di lingkungan sekolah. Penanganan korban bullying dapat dilakukan melalui dukungan keluarga yang komprehensif, meliputi dukungan instrumental, dukungan informasional, dukungan emosiona, ukungan serta penilaian  penguatan positif guna meningkatkan kepercayaan diri. Tujuan : untuk mengidentifikasi dukungan informasional, dukungan instrumental, dukungan penilaian dan dukungan emosional. Metode : kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 150 siswa, dengan jumlah sampel sebanyak 92 responden yang ditentukan menggunakan rumus tabel Krejcie dan Morgan. Hasil : menunjukkan bahwa distribusi dukungan keluarga sebagian besar berada pada kategori tinggi, yaitu sebanyak 64,1%, kategori sedang sebanyak 32,6%, dan kategori rendah sebanyak 3,3%. Berdasarkan aspek dukungan, dukungan informasional sebagian besar kategori sedang sebanyak 51,1%, dukungan instrumental pada kategori tinggi sebanyak 57,6%, dukungan penilaian kategori sedang sebanyak 53,3%, serta dukungan emosional  pada kategori tinggi sebanyak 53,3%. Kesimpulan : penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga lebih tinggi pada aspek instrumental dan emosional, sedangkan pada aspek informasional dan penilaian berada pada tingkat sedang.