Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : TUNAS BANGSA

PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN HUMANISTIK PADA MATA PELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Hatma Heris Mahendra; Winarti Dwi Febriani
Jurnal Tunas Bangsa Vol 6 No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.475 KB)

Abstract

Humanistic education-based learning views that in learning not only develops students' abilities in cognitive domains, but also processes that occur in individuals that involve all existing domains. In humanistic based learning emphasizes the importance of emotions or feelings (emotional approach), open communication and the values possessed by each student. This research is motivated by a learning process that is found that many still pay little attention to the psychological condition of students and only emphasize cognitive aspects. This study uses a quantitative approach with a qualitative descriptive method, the object of research is the principal and teachers of SDN Kudanguyah in Tasikmalaya City Data collection in this study uses observation sheets, questionnaires, and interviews. Data from research on aspects of the application of humanistic education-based learning in the eyes of elementary school social studies generally obtain an average percentage of 83% which can be categorized as very high. It can be concluded that the application of humanistic education-based learning in social studies learning in elementary schools is going very well. Abstrak Pembelajaran berbasis pendidikan humanistik memandang bahwa dalam pembelajaran bukan hanya mengembangkan kemampuan peserta didik dalam ranah kognitif saja, tetapi juga proses yang terjadi dalam diri individu yang melibatkan seluruh domain yang ada. Dalam pembelajaran berbasis humanistik menekankan pentingnya emosi atau perasaan (emotional approach), komunikasi yang terbuka dan nilai-nilai yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Penelitian ini dilatarbelakangi proses pembelajaran yang banyak ditemukan masih kurang memperhatikan kondisi psikologis peserta didik serta hanya menekankan aspek kognitif saja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif kualitatif, objek penelitian adalah kepala sekolah dan guru SDN Kudanguyah Kota Tasikmalaya Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi, kuesioner, dan wawancara. Data hasil penelitian pada aspek penerapan pembelajaran berbasis pendidikan humanistik dalam mata IPS sekolah dasar secara umum memperoleh rata-rata prosentase nilai 83% yang dapat dikategorikan sangat tinggi. Dapat disimpulkan penerapan pembelajaran berbasis pendidikan humanistik pada pembelajaran IPS di Sekolah Dasar berjalan dengan sangat baik. Kata Kunci: Pembelajaran, Pendidikan Humanistik, Sekolah Dasar
PENGARUH PEMBELAJARAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION DAN DIRECT INSTRUCTION TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SD Winarti Dwi Febriani; Geri Syahril Sidik; Riza Fatimah Zahrah
Jurnal Tunas Bangsa Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.86 KB)

Abstract

The mathematical problem solving and communication abilities are important possessed by students from basic level to be able to meet practical and skilled needs to find various ways to solve problems in daily life. The research is aimed to analyze about the influence of Realistic Mathematics Education (RME) and Direct Instruction towards the enhancement of mathematical problem solving and communication abilities of students. This research method is quasi experiment with the pretest- posttest non-equivalent design. The instruments used was mathematical problem solving ability test and mathematical communication ability test. The population of this research is all fifth grade students of two classes in one of the elementary schools located in the District Tawang, Tasikmalaya City. The results of this research showed that based on the data analysis of N-gain scores, the enhancement of mathematical problem solving and communication abilities of students in the RME class is higher than Direct Instruction class. Therefore, can be concluded that there is difference in the enhancement of mathematical problem solving and communication abilities between students who learn used RME and who learn used Direct Instruction. The recommendation of this research is to conduct further research that can explore mathematical problem solving and communication abilities by using Hypothetical Learning Trajectory (HLT) based on RME. Abstrak Kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis perlu dimiliki oleh siswa didik sejak dasar untuk dapat memenuhi kebutuhan praktis dan terampil menemukan berbagai macam cara dalam memecahkan masalah di kehidupannya sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang pengaruh pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dan Pembelajaran Langsung (Direct Instruction) terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif.Metode penelitian ini yaitu eksperimen kuasi dengan the pretest-postest non-equivalent design. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang pengaruh pembelajaran RMEdan Direct Instruction terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis peserta didik.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VB dan VC di salah satu SD Negeri yang terletak di Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan analisis data skor N-gain, peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis peserta didik kelas RME lebih tinggi daripada kelas Direct Instruction.Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan pemecahan masalah dan komunikasi matematis antara yang menggunakan pembelajaran RME dan peserta didik yang belajar menggunakan Direct Instruction.Rekomendasi dari penelitian ini adalah untuk penelitian lebih lanjut, dapat ditelaah kemampuan pemecahan masalah dan komunikasi matematis dengan menggunakan Hypothetical Learning Trajectory (HLT) berbasis RME. Kata Kunci: RME; HLT; Pemecahan Masalah; Komunikasi matematis
ANALISIS PENGELOLAAN EVALUASI PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR Winarti Dwi Febriani; Geri Syahril Sidik; Riza Fatimah Zahrah
Jurnal Tunas Bangsa Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.251 KB) | DOI: 10.46244/tunasbangsa.v7i1.976

Abstract

The background of this research is that the evaluation of learning conducted in the 2013 curriculumbased learning process is often not optimally prepared and has not held fast to the guidelines so that there are still many teachers who have not optimally implemented the 2013 curriculum. The purpose of this study was to describe and analyze the teacher's cognitive readiness in implementing the 2013 curriculum and the management of learning evaluation of cognitive and affective aspects at SDN Cipadung, Kab. Tasikmalaya. This research use desciptive qualitative approach. Data collection techniques using triangulation with instruments used were teacher's cognitive readiness questionnaire, observation sheet and interview sheet for evaluating the 2013 curriculum learning management. The population of this research is all teachers of SDN Cipadung in Parungponteng District, Tasikmalaya Regency. The results showed that based on the results of calculation and analysis of questionnaires, aspects of teacher cognitive readiness obtained good categories. Based on the results of observations and interviews regarding the management of 2013 curriculum learning evaluations on the cognitive aspects get a good category, while the affective aspects get enough categories. It can be concluded that the cognitive readiness of teachers in implementing the 2013 curriculum is good and the management of learning evaluation of cognitive and affective aspects is good. Abstrak Latar belakang penelitian ini adalah Evaluasi pembelajaran yang dilakukan dalam proses pembelajaran berbasis Kurikulum 2013 sering kali tidak dipersiapkan secara maksimal dan belum berpegang teguh pada pedoman sehingga masih banyak guru yang belum maksimal mengimplementasikan kurikulum 2013.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan menganalisis tentang kesiapan kognitif guru dalam menerapkan kurikulum 2013 dan pengelolaan evaluasi pembelajaran aspek kognitif dan afektif di SDN Cipadung Kab. Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasidengan instrumen yang digunakan adalah angket kesiapan kognitif guru, lembar observasi dan lembar wawancara pengelolaan evaluasi pembelajaran kurikulum 2013. Populasi penelitian ini adalah seluruh guruSDN Cipadung di Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil perhitungan dan analisis angket, aspek kesiapan kognitif guru memperoleh kategori baik. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara mengenai pengelolaan evaluasi pembelajaran kurikulum 2013 pada aspek kognitif memperoleh kategori baik, sedangkan pada aspek afektif memperoleh kategori cukup. Dapat disimpulkan bahwa kesiapan kognitif guru dalam menerapkan kurikulum 2013 sudah baik dan pengelolaan evaluasi pembelajaran aspek kognitif dan aspek afektif sudah baik. Kata Kunci: Evaluasi, Sekolah Dasar, Kurtilas, Kesiapan Kognitif.