Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Use of Visual Media in Social Studies Learning to Overcome Students' Difficulties in Understanding the Geographical Location of ASEAN Countries in Grade VI Elementary School Students Siti Arofah; Oktafia Fitriani; Febriyah Izzatur Rif'ah; Ananda Nailatus Sa'adah; Risma Nisa Khoirina; Priyono Tri Febrianto
AR-RIAYAH: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 1 (2026): May
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jpd.v10i1.16746

Abstract

Social Studies learning regarding the geographical location of ASEAN in grade VI is often constrained by extensive and abstract material, making it difficult for students to visualize interregional connectivity spatially. This research aims to analyze in detail visual media innovation trends from 2021 to 2025 across four focuses: publication patterns, media-learning outcome matrices, pedagogical implications, and research gaps. Utilizing the Systematic Literature Review (SLR) method based on PRISMA 2020 guidelines, 52 studies were selected from 300 articles on Google Scholar for in-depth analysis. The findings reveal these four trends and highlight the limitations of static visual media compared to interactive media in explaining complex geographical dynamics. The primary contribution of this research is the synthesis of visual media effectiveness in overcoming cognitive barriers for sixth-grade students. Furthermore, the results of this analysis serve as a practical guide for educators in selecting the most relevant visual tools to enhance the quality of Social Studies learning. By integrating appropriate media, spatial obstacles can be minimized, ensuring that students' understanding of ASEAN regional connectivity becomes more comprehensive and meaningful.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Dian Camelia; Afwa Alsinatin Nadhifah; Nazar Eka Saputra; Devita Rizkia Ramadhani S; Ayu winda; Priyono Tri Febrianto
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44161

Abstract

This study aims to analyze the implementation of cooperative learning models in improving social studies learning outcomes of fourth-grade elementary school students. The background of this research is the low student learning outcomes caused by the dominance of conventional teaching methods, which tend to make students passive and less engaged. This research uses a descriptive qualitative approach with a literature study method. The data were obtained from 20 national and international journal articles published within the last five years, focusing on various cooperative learning models such as Jigsaw, Make a Match, Student Teams Achievement Division (STAD), Numbered Heads Together (NHT), and others. The data were collected through academic databases and analyzed using content analysis techniques. The results show that the application of cooperative learning models consistently improves students' learning outcomes, both cognitively and socially. These models encourage active participation, collaboration, and meaningful learning experiences. Furthermore, the integration of interactive media and technology strengthens the effectiveness of these models. In conclusion, cooperative learning models are proven to be effective and relevant in enhancing social studies learning outcomes in elementary schools and can be adapted according to the characteristics of the material and students.
IMPLEMENTASI DAN DAMPAK MASYARAKAT TERHADAP KEGIATAN SENAM SEHAT DI KELURAHAN BUGIH Elda Oktavia; Erin Yusr; Nilam Larassati; Firdausi Nurharini; Priyono Tri Febrianto; Mohammad Edy Nurtamam
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.2027-2033

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesehatan dan kebugaran masyarakat Kelurahan Bugih, Pamekasan, Jawa Timur, melalui senam sehat bersama. Mahasiswa KKN-T Universitas Trunodjoyo Madura menginisiasi program ini untuk membangun kesadaran akan pentingnya gaya hidup aktif. Senam rutin setiap Minggu pagi melibatkan masyarakat dari anak-anak hingga lansia, dipandu instruktur profesional. Hasilnya, partisipasi dan antusiasme warga meningkat, kebugaran tubuh dan mental membaik, serta hubungan sosial antarwarga mengerat. Program ini berpotensi menjadi gerakan kesehatan berbasis komunitas yang berkelanjutan
Analisis Imitasi Budaya Asing terhadap Karakter Sopan Santun Siswa pada Pembelajaran IPS dalam Perspektif Pendidikan Berkelanjutan SDGs Priyono Tri Febrianto; Alifia Filza Nabila; Marsha Aulia; Imelda Eka Ainurramadhani; Ahmad Fajar Ridha Rizqillah
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i2.4210

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya arus globalisasi yang memicu perilaku imitasi budaya asing di kalangan peserta didik, sehingga berdampak pada pergeseran nilai sopan santun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perilaku imitasi budaya asing dan dampaknya terhadap karakter sopan santun siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan secara sistematis melalui aplikasi Publish or Perish pada basis data Google Scholar dengan kriteria sumber berupa artikel jurnal ilmiah, buku, dan tesis yang relevan dalam rentang waktu 2021 hingga 2026.  Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis), yang meliputi tahap reduksi data dari berbagai sumber, display data untuk membandingkan temuan, serta penarikan kesimpulan guna menyintesis teori ekologi perkembangan dalam konteks pembelajaran IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan akses platform digital seperti YouTube dan TikTok mendorong siswa meniru gaya hidup luar negeri yang seringkali bertentangan dengan norma lokal. Dampak signifikannya meliputi penurunan rasa hormat kepada guru, penggunaan bahasa yang kurang santun, dan meningkatnya sikap individualistik. Pembelajaran IPS memiliki peran strategis dalam membekali siswa kemampuan menyaring pengaruh asing, namun efektivitasnya masih terhambat oleh fokus yang terlalu dominan pada aspek kognitif. Kesimpulannya, penguatan nilai karakter dan pengawasan penggunaan teknologi sangat diperlukan untuk menjaga identitas budaya bangsa di era global.
Peran Pembelajaran IPS dalam Menanamkan Pemahaman Globalisasi pada Siswa Sekolah Dasar Berbasis SDGs (Pendidikan Berkualitas) Priyono Tri Febrianto; Mei Ika Ramawati; Luluk Mauliddiyah; Indahsari; Yasmin Mumtaz Tsabitah
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i2.4220

Abstract

Globalisasi merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dan berdampak luas terhadap kehidupan, termasuk pada siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, diperlukan peran pendidikan yang mampu membekali siswa dengan pemahaman global serta karakter yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam menanamkan pemahaman globalisasi berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS berperan strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan sosial, serta membentuk karakter siswa agar mampu menyikapi globalisasi secara bijak. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala seperti metode pembelajaran yang kurang variatif, keterbatasan media, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi dan integrasi nilai-nilai SDGs, khususnya pada aspek afektif. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan berbasis teknologi serta peningkatan kompetensi guru. Dengan demikian, pembelajaran IPS diharapkan mampu menghasilkan generasi yang memiliki wawasan global tanpa kehilangan identitas dan nilai budaya bangsa.
PERAN PENDIDIK MEMBENTUK KARAKTER SISWA SD MELALUI IPS BERBASIS SDGS DALAM MENGHADAPI TANTANGAN GLOBALISASI Priyono Tri Febrianto; Makhfudhotus Solikhah; Siti Salamah; Aprilia Nurul Khusnah; Anisa Nur Fadila
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.10173

Abstract

Abstract The ever-increasing development of globalization has had a significant impact on the world of education, especially in efforts to shape the character of elementary school students. Increasingly easy access to information through digital technology not only has a positive impact, but also has the potential to influence students' attitudes and behavior if not accompanied by appropriate guidance. This study aims to analyze the role of teachers in shaping students' character through social studies learning integrated with the values ​​of the Sustainable Development Goals (SDGs). The method used is a qualitative descriptive approach with a literature study type with a span of 2020-2025, namely by reviewing various literature sources relevant to the research topic. The results of the study indicate that teachers have a very important role, not only as a deliverer of material, but also as a guide, motivator, and role model in instilling character values ​​such as responsibility, social care, tolerance, and environmental awareness. The implementation of SDGs values ​​in social studies learning can be done by linking the material to everyday life, cultivating a positive attitude, and providing good examples in the school environment. In addition, character building is not only the responsibility of the school, but also requires the participation of families and the community. Through this collaboration, it is hoped that students can develop into individuals who not only excel academically, but also have good character and are able to face the challenges of globalization. ABSTRAK Abstrak Perkembangan globalisasi yang terus meningkat membawa pengaruh yang cukup signifikan dalam dunia pendidikan, terutama dalam upaya membentuk karakter siswa sekolah dasar. Akses informasi yang semakin mudah melalui teknologi digital tidak hanya memberikan dampak positif, tetapi juga berpotensi memengaruhi sikap dan perilaku siswa apabila tidak disertai dengan pendampingan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam membentuk karakter siswa melalui pembelajaran IPS yang terintegrasi dengan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs). Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis studi pustaka dengan rentang 2020-2025, yaitu dengan menelaah berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran yang sangat penting, tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing, motivator, sekaligus teladan dalam menanamkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kepedulian sosial, toleransi, serta kesadaran terhadap lingkungan. Implementasi nilai-nilai SDGs dalam pembelajaran IPS dapat dilakukan dengan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, membiasakan sikap positif, serta memberikan contoh yang baik di lingkungan sekolah. Selain itu, pembentukan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan peran serta keluarga dan masyarakat. Melalui kerja sama tersebut, diharapkan siswa dapat berkembang menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan mampu menghadapi tantangan globalisasi.