Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KENDALA GURU DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH DASAR Luluk Mauliddiyah; Marsha Aulia; Arifatin Rosichah Rahmadani; Nadia Putri; Siti Salamah; Nova Estu Harsiwi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4769

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan sistem pendidikan yang memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk belajar bersama peserta didik reguler di sekolah umum. Dalam pelaksanaannya, guru memiliki peran penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang ramah dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Namun, implementasi pendidikan inklusif di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala guru dalam implementasi pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru kelas di SDN Keleyan 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah tersebut termasuk dalam kategori slow learner dengan karakteristik kesulitan membaca, menulis, kurang percaya diri, dan cenderung pendiam. Kendala yang dihadapi guru meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, tidak adanya Guru Pendamping Khusus (GPK), serta kesulitan dalam mengelola kelas heterogen. Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi kendala tersebut yaitu melalui pendekatan personal, tutor sebaya, program remedial, pemberian motivasi, serta penyesuaian tingkat kesulitan tugas sesuai kemampuan peserta didik.
Analisis Imitasi Budaya Asing terhadap Karakter Sopan Santun Siswa pada Pembelajaran IPS dalam Perspektif Pendidikan Berkelanjutan SDGs Priyono Tri Febrianto; Alifia Filza Nabila; Marsha Aulia; Imelda Eka Ainurramadhani; Ahmad Fajar Ridha Rizqillah
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i2.4210

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya arus globalisasi yang memicu perilaku imitasi budaya asing di kalangan peserta didik, sehingga berdampak pada pergeseran nilai sopan santun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perilaku imitasi budaya asing dan dampaknya terhadap karakter sopan santun siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan secara sistematis melalui aplikasi Publish or Perish pada basis data Google Scholar dengan kriteria sumber berupa artikel jurnal ilmiah, buku, dan tesis yang relevan dalam rentang waktu 2021 hingga 2026.  Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis), yang meliputi tahap reduksi data dari berbagai sumber, display data untuk membandingkan temuan, serta penarikan kesimpulan guna menyintesis teori ekologi perkembangan dalam konteks pembelajaran IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan akses platform digital seperti YouTube dan TikTok mendorong siswa meniru gaya hidup luar negeri yang seringkali bertentangan dengan norma lokal. Dampak signifikannya meliputi penurunan rasa hormat kepada guru, penggunaan bahasa yang kurang santun, dan meningkatnya sikap individualistik. Pembelajaran IPS memiliki peran strategis dalam membekali siswa kemampuan menyaring pengaruh asing, namun efektivitasnya masih terhambat oleh fokus yang terlalu dominan pada aspek kognitif. Kesimpulannya, penguatan nilai karakter dan pengawasan penggunaan teknologi sangat diperlukan untuk menjaga identitas budaya bangsa di era global.