Syah Khalif Alam
Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi, Kota Cimahi

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hafalan Qur’an Surat Al-Lahab Pada Anak Usia Dini melalui Metode Body Language Siti Aisyah; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i2.30756

Abstract

Hafalan Al-Qur’an sangat penting dalam dunia Pendidikan Anak Usia Dini, karena usia anak usia dini adalah usia emas yang cepat tanggap dalam menghafal surat. Surat Al-Lahab menjadi salah satu surat yang dijadikan praktik dari metode body language karena jumlah ayat yang tidak terlalu panjang. Penggunaan metode body language ini dikarenakan gerak motorik dan ingatan dilakukan secara bersamaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keefektifan metode menghafal surat Al-Lahab dengan metode body language. Metode penelitian yang  digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Observasi dan wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan subjek guru dan peserta didik kelompok B. Analisis data yang dilakukan yaitu dengan memulai penelitian enam kali pertemuan, dimana pada setiap pertemuan dilakukan penilaian dengan tiga tahap, yaitu (1) mengklasifikasikan kemampuan hafalan anak, (2) Mengklasifikasi kategori anak yang sudah menghafal selama enam kali pertemuan. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Metode Body Language yang diterapkan kepada peserta didik Kelompok B Kober di Al-Fatah/ Al-Hasan dapat meningkatkan kemampuan hafalan Qur’an pada anak usia dini semakin meningkat, karena metode body language ini memudahkan memori anak usia dini untuk mengingat hafalan al-qur’an dibarengin oleh hafalan motorik.   Memorizing the Qur'an is a vital component of early childhood education, as the "golden age" provides children with a rapid capacity for memorizing short surahs. Surah Al-Lahab was selected for the implementation of the body language method due to its concise verse length. This method is utilized because it allows motor movements and memory retention to occur simultaneously. This study aims to determine the effectiveness of the body language method in memorizing Surah Al-Lahab. The research employs a descriptive method with a qualitative approach. The methods used to collect data were observations and interviews with teachers and students from Group B, who were the subjects of the research. Data analysis was conducted over six sessions, featuring assessment stages that involved (1) classifying the children's memorization abilities and (2) categorizing their memorization progress throughout the meetings. The findings indicate that the body language technique utilized with Group B students at Kober Al-Fatah/Al-Hasan significantly enhances Qur'anic memorization in early childhood by harmonizing cognitive memory with motor movements.
Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi Melalui Pembelajaran Berbasis Proyek Untuk Anak Kelompok B Diva Fadhilah Oktavia; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i1.30755

Abstract

Kemampuan kolaborasi merupakan kemampuan abad 21st learning and innovation skills yang penting untuk distimulasi sejak anak usia dini, namun kemampuan kolaborasi anak kelompok B pada salah satu PAUD yang peneliti temukan masih rendah, dikarenakan pembelajaran dominan menggunakan Lembar Kerja Anak (LKA) dan secara individu, sehingga dirasa perlu penggunaan pembelajaran yang lebih interaktif salah satunya pembelajaran berbasis proyek, karena dapat memberikan pengalaman belajar langsung melalui eksplorasi, bertukar pikiran dan kerjasama kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi anak kelompok B menggunakan pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus meliputi perencanaan (plan), pelaksanaan (act), pengamatan atau pengumpulan data (observe) dan refleksi (reflect). Penelitian ini dilakukan dengan subjek penelitian yaitu 14 anak kelompok B. Adapun Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan format penilaian kemampuan kolaborasi berupa lembar observasi/checklist dan analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan rumus persentase. Berdasarkan penelitian selama dua siklus, kemampuan kolaborasi anak meningkat melalui pembelajaran berbasis proyek dengan menggunakan bahan alam dan loose parts. Pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan kemampuan kolaborasi, dilihat dari peningkatan persentase keberhasilan kemampuan kolaborasi: Pra-siklus sebesar 16.6% kategori “Cukup”, Siklus I sebesar 49.9% kategori “Baik”, dan Siklus II meningkat menjadi 71.4% kategori “Sangat Baik”.   Collaboration skills are 21st century learning and inno-vation skills that are important to stimulate since early childhood, but the collaboration skills of group B children in one PAUD that researchers found were still low, because learning was dominant using Children's Worksheets (LKA) and individually, so it was deemed necessary to use more interactive learning, one of which was project-based learning, because it could provide direct learning experiences through exploration, exchanging ideas and group cooperation. This study aims to improve the collaboration skills of group B children using project-based learning. This research uses a Classroom Action Research (PTK) model conducted in two cycles, each cycle includes planning (plan), implementation (act), observation or data collection (observe) and reflection (reflect). This research was conducted with the research subjects, namely 14 children of group B. The data collection technique is to use a format for assessing the ability to collaborate in the form of an observation sheet / checklist and data analysis using descriptive statistics with a percentage formula. Based on two cycles of research, children's collaboration skills improved through project-based learning using natural materials and loose parts. Project-based learning can improve collaboration skills, seen from the increase in the percentage of success of collaboration skills: Pre-cycle was 16.6% in the "Fair" category, Cycle I was 49.9% in the "Good" category, and Cycle II increased to 71.4% in the "Very Good" category.
PENGARUH PERMAINAN BALOK TERHADAP STIMULASI PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK KELOMPOK A DI TKQ AL-IKHLAS MUTIARA Herawati Herawati; Heni Nafiqoh; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i2.31074

Abstract

Salah satu perkembangan yang dimiliki oleh anak adalah perkembangan kognitif. Oleh sebab itu perkembangan kognitif harus distimulasi dengan optimal karena memiliki peran yang sangat kuat terhadap potensi pada masa mendatang. Tetapi stimulasi perkembangan kognitif di TKQ Al-Ikhlas Mutiara Karawang masih rendah karena seringkali pembelajaran hanya menggunakan lembar kerja anak. Maka diperlukan stimulasi yang tepat agar perkembangan kognitif anak kelompok A dapat terstimulasi dengan baik, salah satunya menggunakan alat permainan edukatif. Salah satu alat permainan edukatif ialah balok. Riset ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat permainan balok terhadap stimulasi perkembangan kognitif anak kelompok A di TKQ Al-Ikhlas.  Metode penelitian ini menggunakan ekperimen dengan jenis pra-eksperimental, dengan subjek sepuluh anak kelompok A usia 4-5 tahun. Pengumpulan data menggunakan observasi kemudian dikaji menggunakan statistik parametik dengan uji hipotesis menggunakan Uji-t menggunakan aplikasi SPPS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan thitung sebesar 6,790 dan ttabel 1,753, artinya thitung > ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima, serta berdasrkan nilai Sig 0,000 < probabilitas 0,05 sehingga terdapat perbedaan signifikan antara peningkatan hasil belajar anak pada kegiatan pretest dan posttest,  sehingga pada variabel bebas (alat permainan balok) mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat (stimulasi perkembangan kognitif anak kelompok A).   Cognitive development is one of the essential aspects of early childhood development that must be optimally stimulated, as it plays an important role in supporting children’s future potential. However, the stimulation of cognitive development at TKQ Al-Ikhlas Mutiara Karawang has not been optimal because learning activities often rely solely on children’s worksheets. Therefore, appropriate stimulation is needed to support the cognitive development of Group A children, one of which is through the use of educational play tools. One example of such tools is block play. This study aims to determine the effect of using block play tools on stimulating the cognitive development of Group A children at TKQ Al-Ikhlas. The study employed an experimental method with a pre-experimental design. The research subjects consisted of ten Group A children aged 4–5 years. Data were collected through observation and analyzed using parametric statistical techniques, with hypothesis testing conducted through a t-test using SPSS version 25. The results showed a t-value of 6.790 and a t-table value of 1.753, indicating that t-count > t-table; therefore, H₀ was rejected and Hₐ was accepted. In addition, the significance value of 0.000 < 0.05 indicates a significant difference between children’s learning outcomes in the pretest and posttest activities. These findings demonstrate that the independent variable (block play tools) has a significant effect on the dependent variable, namely the stimulation of cognitive development in Group A children.
Media Balok: Pemanfaatan Media Pembelajaran untuk Meningkat-kan Kemampuan Mengenal Geometri Pada Anak Usia Dini Dina Faidatul Kamilah; Rohmalina Rohmalina; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 4 (2026): Volume 9, Number 4, July 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i4.31610

Abstract

Kemampuan anak dalam mengenal bentuk geometri belum tercapai secara optimal. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang dilakukan guru masih bersifat monoton dan masih menggunakan lembar kerja anak. Untuk meningkatkan kemampuan mengenal bentuk geometri anak maka diperlukan media pembelajran yang menarik, asik dan menyenangkan bagi anak salah satunya dengan menggunakan media balok. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal geometri pada anak kelompok B dengan memanfaatkan media balok. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B di RA Nurul Iman yang terdiri dari 15 anak. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kurt Lewin dimana terdiri dari empat komponen kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi. Teknis analisis data yaitu menggunakan analisis kuantitatif dengan disajikan dalam bentuk presentase. Sesuai dengan penelitian yang di laksanakan di kelompok B dapat disimpulkan bahwa melalui bermain menggunakan media balok dapat meningkatkan kemampuan mengenal geometri. Hal ini dapat dilihat dari hasil presentase yaitu: pada prasiklus 0% pada kategori berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik, kemudian pada Siklus I terdapat 33% anak yang masuk kedalam kategori berkembang sesuai harapan, lalu pada Siklus II terdapat sebanyak 80% anak yang masuk kedalam kategori berkembang sangat baik.