Penelitian pendidikan fisika menunjukkan perkembangan signifikan seiring meningkatnya perhatian terhadap literasi sains, keterampilan berpikir tingkat tinggi, dan integrasi teknologi pembelajaran (Bakri et al., 2023; Marshman et al., 2020). Penelitian ini bertujuan memetakan tren penelitian, tema dominan, dan arah penelitian masa depan dalam bidang pendidikan fisika melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berbasis analisis bibliometrik dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Data diperoleh dari artikel terindeks Scopus dan dianalisis menggunakan Scopus Analyze, VOSviewer, serta Biblioshiny (R–bibliometrix) untuk mengkaji pertumbuhan publikasi, kolaborasi penulis dan negara, ko-okurensi kata kunci, serta evolusi tema penelitian. Hasil analisis menunjukkan peningkatan publikasi yang signifikan sejak tahun 2015 dengan puncak pada periode 2018–2021. Penelitian didominasi oleh pembelajaran fisika berpusat pada peserta didik, pemanfaatan teknologi pendidikan, sistem pembelajaran digital, serta pengembangan perangkat pembelajaran inovatif (Ekawati et al., 2020; Susilowati et al., 2019). Tren topik menunjukkan pergeseran menuju pembelajaran aktif, penguatan higher-order thinking skills, dan integrasi konsep fisika modern (Bitzenbauer & Ubben, 2025). Indonesia menjadi kontributor publikasi terbesar dengan kolaborasi internasional yang kuat bersama Amerika Serikat dan negara lain. Penelitian ini mengidentifikasi keterbatasan pada studi longitudinal dan kajian kontekstual pembelajaran fisika di jenjang sekolah menengah. Secara keseluruhan, temuan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai lanskap penelitian pendidikan fisika serta menjadi dasar empiris bagi pengembangan riset dan inovasi pembelajaran fisika di masa depan.