I Gede Andika Sukarya
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Efektivitas Eco-enzyme sebagai Hand Sanitizer Alami dalam Meminimalisir Angka Kuman pada Tangan Mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Nirmala Nirmala; Tiara Dini Harlita; Ganea Qorry Aina; I Gede Andika Sukarya
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10407

Abstract

Kebersihan tangan merupakan langka penting dalam mencegah penyebaran penyakit menular seperti diare, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Hand sanitizer berbahan alkohol efektif membunuh kuman, namun penggunaannya secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi kulit. Oleh karena itu, alternatif berbasis bahan alami seperti eco-enzyme yang berasal dari fermentasi limbah organik seperti kulit jeruk nipis dan daun singkong dapat menjadi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas eco-enzyme sebagai hand sanitizer alami dalam meminimalisir angka kuman pada tangan mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis. Penelitian menggunakan metode Quasi Experiment dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling terhadap 30 responden. Sampel diambil menggunakan metode swab sebelum dan sesudah penggunaan hand sanitizer alami berbasis eco-enzyme, lalu dikultur pada media PCA menggunakan metode tuang. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan metode Uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan rata-rata angka kuman sebelum penggunaan hand sanitizer alami adalah 9 CFU/cm² dan setelah penggunaan menurun menjadi 5 CFU/cm². Berdasarkan uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value sebesar 0,006 (p<0,05), maka hasil tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada jumlah angka kuman sebelum dan sesudah penggunaan hand sanitizer berbasis eco-enzyme pada tangan Mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis. Dengan demikian, hand sanitizer berbasis eco-enzyme efektif dalam menurunkan angka kuman pada tangan mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis.
Deteksi Bakteri Pada Pus Jerawat Mahasiswa Di Lingkungan Kampus Kurnia Makmur Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur Lengken Seilpina Lestari; Tiara Dini Harlita; I Gede Andika Sukarya; Agus Evendi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1634

Abstract

Pendahuluan: Jerawat (acne vulgaris) merupakan penyakit kulit inflamasi yang sering terjadi pada remaja dan dewasa muda akibat peningkatan produksi sebum, penyumbatan folikel, serta kolonisasi bakteri. Identifikasi bakteri pada pustula jerawat penting untuk mengetahui profil mikrobiologi lesi sebagai dasar pengelolaan jerawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bakteri yang diisolasi dari pus jerawat mahasiswa di Kampus Kurnia Makmur Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur. Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik accidental sampling. Sebanyak 20 sampel pus jerawat dikultur pada media Brain Heart Infusion Broth (BHIB), Blood Agar (BA), MacConkey Agar (MC), Mannitol Salt Agar (MSA), dan Deoxyribonuclease Agar (DNase). Identifikasi bakteri dilakukan berdasarkan karakteristik koloni, pewarnaan Gram, dan uji biokimia, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: Seluruh sampel menunjukkan pertumbuhan pada media BHIB, sedangkan pertumbuhan pada BA dan MC masing-masing sebesar 95% dan 5%. Dari 24 isolat yang diperoleh, bakteri Gram positif mendominasi (96%), terdiri atas Staphylococcus epidermidis (33%), Bacillus sp. (30%), Staphylococcus aureus (25%), dan Cutibacterium acnes (8%), sedangkan bakteri Gram negatif hanya Klebsiella pneumoniae (4%). Simpulan: Bakteri Gram positif merupakan kelompok bakteri yang paling banyak diisolasi dari pus jerawat mahasiswa, dengan S. epidermidis sebagai spesies yang paling dominan.