Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Media Instagram sebagai Alat Promosi terhadap Minat Peserta Didik Baru di MAN 3 Palembang Indah Dwi Afrina; Zulkipli Zulkipli; Ade Akhmad Saputra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media instagram sebagai alat promosi terhadap minat peserta didik baru di MAN 3 Palembang. Penggunaan media instagram diharapkan dapat meningkatkan jumlah peserta didik yang mendaftar ke MAN 3 Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket/kuesioner. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 10 MAN 3 Palembang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji regresi linear sederhana dan uji prasyarat untuk memastikan validitas dan reliabilitas data yang diperoleh Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media instagram sebagai alat promosi berpengaruh positif terhadap minat peserta didik baru di MAN 3 Palembang. Koefisien regresi sebesar 0.348 menunjukkan bahwa setiap peningkatan penggunaan media instagram sebagai alat promosi dapat meningkatkan minat peserta didik baru. Hasil uji-t menunjukkan nilai thitung = 16,706  dan ttabel = 1.654 dengan signifikansi < 0.001, yang berarti terdapat pengaruh signifikan. Uji determinasi menunjukkan bahwa teknologi informasi menjelaskan 62,3% peningkatan minat peserta didik baru, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan media instagram sebagai alat promosi dapat mendukung peningkatan minat peserta didik baru. Kesimpulannya, optimalisasi penggunaan media instagram sebagai alat promosi memiliki dampak positif terhadap minat peserta didik baru, sehingga direkomendasikan agar sekolah terus mengupload dan pengembangan kemampuan teknologi khususnya media instagram sebagai alat promosi terhadap minat peserta didik baru di masa mendatang.
Pemeliharaan Laboratorium IPA di MTs Negeri 1 Kota Palembang Annisa Winada; Zulkipli Zulkipli; Ade Akhmad Syahputra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6060

Abstract

Science laboratory maintenance constitutes an essential component of educational facilities management that plays a significant role in enhancing the effectiveness of science learning in madrasahs. A well-maintained laboratory provides a safe, organized, and conducive learning environment that supports students’ competency development through practical activities. This study aims to describe the implementation of science laboratory maintenance at MTs Negeri 1 Kota Palembang and to analyze the supporting and inhibiting factors affecting its management. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through non-participant observation, semi-structured interviews, and documentation. The informants consisted of the head of the laboratory, the vice principal in charge of facilities and infrastructure, science teachers, and students. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, while validity was ensured through source, technique, and time triangulation. The findings indicate that laboratory maintenance has been implemented through awareness building, understanding, organizing, implementation, and data recording. However, the system has not yet been fully structured due to the absence of formal Standard Operating Procedures (SOP), scheduled preventive maintenance programs, and a digital inventory system. Supporting factors include teachers’ commitment and adequate facilities, while inhibiting factors involve limited budget allocation and the absence of a dedicated laboratory technician. Strengthening systematic and sustainable maintenance management is therefore necessary to optimize science learning outcomes.
Pelaksanaan Layanan Digitalisasi Arsip di SMP Negeri 10 Palembang Selpita Selpita; Febriyanti Febriyanti; Zulkipli Zulkipli
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan layanan digitalisasi arsip serta menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya di SMP Negeri 10 Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan utama kepala sekolah, kepala tata usaha, serta staf tata usaha. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan digitalisasi arsip di SMP Negeri 10 Palembang telah berjalan cukup baik, ditinjau dari aspek pengarahan, motivasi, komunikasi, dan koordinasi yang dilakukan oleh pimpinan sekolah dan kepala tata usaha. Digitalisasi arsip mampu meningkatkan efisiensi pelayanan administrasi, mempermudah pencarian dokumen, serta menjaga keamanan dan pelestarian arsip. Faktor pendukung pelaksanaan layanan digitalisasi arsip meliputi kepemimpinan dan dukungan manajerial yang kuat, budaya kerja kolaboratif dan disiplin administratif, ketersediaan sarana teknologi dasar, pendampingan internal, serta dukungan kebijakan pemerintah. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi, minimnya sistem keamanan dan pencadangan data, belum terintegrasinya sistem antarbagian sekolah, rendahnya kesadaran sebagian pegawai terhadap pentingnya digitalisasi arsip sebagai aset institusi, serta keterbatasan anggaran untuk pengembangan berkelanjutan. Dengan demikian, diperlukan penguatan sarana prasarana, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta perencanaan sistem yang terintegrasi agar layanan digitalisasi arsip dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Pelaksanaan Program Bilingual Boarding School di MA Al-Ittifaqiah Indralaya Miftahur Rahmah; Febriyanti Febriyanti; Zulkipli Zulkipli
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai pelaksanaan Program Bilingual Boarding School di MA Al-Ittifaqiah Indralaya sebagai bentuk inovasi pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran bilingual dengan sistem pendidikan berasrama. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana program tersebut diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran di kelas dan aktivitas keseharian santri di lingkungan asrama, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi keberlangsungan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara sistematis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Bilingual Boarding School di MA Al-Ittifaqiah Indralaya telah berjalan dengan cukup baik, ditandai oleh penerapan penggunaan bahasa Arab dan Inggris dalam proses pembelajaran, pembiasaan berbahasa di lingkungan asrama, serta adanya koordinasi dan motivasi dari pihak pengelola dan pendidik. Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan kompetensi bilingual sebagian tenaga pendidik, rendahnya konsistensi penggunaan bahasa asing oleh sebagian santri, serta keterbatasan sarana pendukung pembelajaran bahasa. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan berkelanjutan melalui penguatan manajemen program, peningkatan kompetensi pendidik, optimalisasi pengawasan, serta penanaman budaya berbahasa yang lebih konsisten agar Program Bilingual Boarding School dapat berjalan lebih efektif dalam meningkatkan kompetensi bahasa dan karakter santri yang berdaya saing global.
Pelaksanaan Ekstrakurikuler Pramuka Di Sma Negeri 1 Tanjung Sakti Pumu (Pasemah Ulu Manna’ Ulu) Sepralin Tesva; Zulkipli Zulkipli; Ade Akhmad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7069

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler pramuka merupakan salah satu kegiatan pembinaan di sekolah yang pelaksanaannya memerlukan pengelolaan yang baik agar dapat berjalan secara efektif dan terarah. Keberhasilan pelaksanaannya dapat dilihat melalui indikator pengarahan, motivasi, komunikasi, dan koordinasi. Di SMA Negeri 1 Tanjung Sakti Pumu, kegiatan pramuka telah dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu, namun masih terdapat beberapa kendala yang mempengaruhi efektivitas kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran pengarahan, motivasi, komunikasi, dan koordinasi dalam pelaksanaan ekstrakurikuler pramuka, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan pembina pramuka sebagai informan kunci serta wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan anggota aktif pramuka sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler pramuka telah berjalan cukup baik. Pengarahan dilakukan melalui pembinaan langsung dalam setiap kegiatan. Motivasi diberikan melalui penghargaan, latihan gabungan, serta penanaman nilai kepramukaan dan keagamaan. Komunikasi dilaksanakan secara langsung dalam kegiatan dan aktivitas sekolah, sedangkan koordinasi dilakukan melalui kerja sama antara pembina, pihak sekolah, dan pihak luar pada kegiatan tertentu. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, dewan guru, warga sekolah, masyarakat sekitar, aparat keamanan, serta dana kegiatan. Adapun faktor penghambat tidak hanya kondisi cuaca, tetapi juga belum meratanya minat peserta didik, keterbatasan sarana prasarana, serta keterbatasan waktu pelaksanaan kegiatan.