Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Yuridis Penyalahgunaan Dana Sumbangan dan Filantropi: Tinjauan Hukum Pidana dan Reformasi Regulasi di Indonesia Erviana Indriani; Noenik Soekorini; Fathul Hamdani; Fitri Ayuningtyas
Journal of Law and Social Politics Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Law and Social Politics
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jlsp.v4i2.104

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat partisipasi filantropi yang tinggi, namun fenomena penyalahgunaan dana sumbangan dan hibah masih menjadi permasalahan yang signifikan. Kondisi ini dipengaruhi oleh kelemahan regulasi, rendahnya efektivitas pengawasan, serta belum optimalnya penyesuaian kerangka hukum terhadap perkembangan filantropi berbasis digital. Tujuan: Penelitian ini mengupas berbagai bentuk penyalahgunaan dana sumbangan dan hibah dengan fokus pada keterkaitan hukum administrasi, perdata, dan pidana. Metode: Penelitian ini menerapkan pendekatan hukum normatif dengan menelaah peraturan perundang-undangan, kasus-kasus hukum, serta doktrin dan teori hukum yang relevan untuk menganalisis permasalahan korupsi dana sumbangan dalam sektor filantropi. Data penelitian bersumber dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dan penalaran deduktif.  Hasil: Laporan ini juga membahas peran PPATK dalam mendeteksi praktik shadow economy dalam sektor filantropi. Pada akhirnya, temuan mengarah pada kebutuhan reformasi regulasi secara menyeluruh, termasuk sinkronisasi dengan KUHP baru (UU No. 1 Tahun 2023) guna memperkuat akuntabilitas yayasan. Kesimpulan: Filantropi di Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan sosial, namun efektivitasnya terancam oleh praktik korupsi yang memanfaatkan kelemahan regulasi dan pengawasan, sebagaimana tercermin dalam kasus penyalahgunaan dana hibah dan penggunaan donasi sebagai kedok suap. Kondisi ini menunjukkan perlunya reformasi hukum melalui pembaruan regulasi filantropi, penguatan akuntabilitas yayasan, sinkronisasi dengan ketentuan pidana terbaru, serta optimalisasi pengawasan dan intelijen keuangan.  Kesimpulan: Filantropi di Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung kesejahteraan sosial, namun efektivitasnya terancam oleh praktik korupsi yang memanfaatkan kelemahan regulasi dan pengawasan, sebagaimana tercermin dalam kasus penyalahgunaan dana hibah dan penggunaan donasi sebagai kedok suap. Kondisi ini menunjukkan perlunya reformasi hukum melalui pembaruan regulasi filantropi, penguatan akuntabilitas yayasan, sinkronisasi dengan ketentuan pidana terbaru, serta optimalisasi pengawasan dan intelijen keuangan.
The Effectiveness of The Child Protection Law in Addressing Bullying in Educational Settings R. Leni Murzaini; Noenik Soekorini; Dedi Wardana Nasution; Fitri Ayuningtyas
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 7 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i7.53309

Abstract

This study aims to normatively analyze the effectiveness of The Effectiveness of the Child Protection Law in Addressing Bullying in Educational Settings in preventing and addressing bullying within educational environments. The research focuses on the legal framework stipulated in Law Number 35 of 2014 concerning Amendments to Law Number 23 of 2002 on Child Protection, Law Number 20 of 2003 on the National Education System, Law Number 11 of 2012 on the Juvenile Criminal Justice System, and other related regulations governing the protection of children from physical, psychological, verbal, and digital violence in educational institutions. This study employs normative legal research methods using statutory, conceptual, and case approaches. The findings indicate that the Child Protection Law provides a strong normative legal foundation to guarantee children’s rights to protection from all forms of violence, discrimination, and bullying in educational settings. However, its practical effectiveness remains constrained by several challenges, including weak institutional supervision, inadequate reporting mechanisms, limited anti-bullying education, and insufficient coordination among schools, parents, and law enforcement authorities. These obstacles often result in suboptimal handling of bullying cases, thereby failing to ensure maximum protection for victims and appropriate rehabilitation for child offenders. This study concludes that strengthening legal implementation requires policy harmonization, enhanced institutional oversight, preventive educational strategies, and law enforcement approaches that prioritize child protection and the best interests of the child within educational environments. Such measures are essential to ensure a safer and more legally protected educational system for children in Indonesia.
A Legal Review of Criminal Offenses Related to Animal Quarantine for Animals Lacking Health Certificates Under Law No. 21 Of 2019 Umar Suryanaga; Noenik Soekorini; Fitri Ayuningtyas
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 6 No. 7 (2026): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v6i7.53336

Abstract

Animal quarantine is an essential measure to prevent the entry, exit, and spread of quarantinable animal diseases that may endanger public health, food security, and the sustainability of biological resources. In practice, cases still occur involving the transportation and distribution of animals without health certificates, which may constitute legal violations and pose threats to both animal and human health. This study aimed to analyze the legal regulation concerning criminal acts related to animal quarantine involving animals without health certificates under Law Number 21 of 2019 concerning Animal, Fish, and Plant Quarantine, as well as to examine the implementation and law enforcement against offenders based on applicable criminal provisions. The research method used was normative legal research with statutory and conceptual approaches. The legal materials consisted of primary, secondary, and tertiary sources, which were analyzed qualitatively.The legal framework governing animal quarantine is regulated under Law Number 21 of 2019 concerning Animal, Fish, and Plant Quarantine, Law Number 18 of 2009 concerning Animal Husbandry and Animal Health as amended by Law Number 41 of 2014, along with relevant implementing regulations. The results of the study indicate that every importation and transportation of animals must be accompanied by a health certificate issued by an authorized official as proof of animal health and as a measure to prevent disease transmission. Violations of this obligation may result in administrative and criminal sanctions in accordance with the provisions of Law Number 21 of 2019.