Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Ekonomi Hijau sebagai Strategi Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan di Indonesia Dina Larisma Hotmauli Lumban Gaol; Amanda Putri Naailasyifal; Luthfiyah Zahrah; Eflin Grecia Napitupulu; Alya Viecho Pratista; Alya Meiva
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.39051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi ekonomi hijau sebagai strategi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif statistik. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik melalui publikasi bps.go.id serta berbagai jurnal ilmiah terkait ekonomi hijau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama periode 2022–2025 berada pada kondisi stabil dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 5,12%. Selain itu, penggunaan energi terbarukan mengalami peningkatan sebesar 3,10% dan kontribusi industri pengolahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat sebesar 0,78%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi ekonomi hijau memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui peningkatan investasi hijau, pengembangan energi terbarukan, efisiensi industri, serta pengurangan dampak kerusakan lingkungan. Meskipun demikian, implementasi ekonomi hijau masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan teknologi, rendahnya kesadaran masyarakat, dan tingginya ketergantungan terhadap energi fosil. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan pemerintah dan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan ekonomi hijau di Indonesia.
Strategi Pemasaran Bengkel Las Rumahan dalam Menjangkau Pasar di Luar Wilayah Produksi: Studi Kasus di Desa Sei Rotan Khairani Alawiyah Matondang; Alya Viecho Pratista; Alya Meiva; Luthfiyah Zahrah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14177

Abstract

Usaha bengkel las rumahan menghadapi tantangan dari kompetitor sejenis, sehingga kemampuan untuk menarik dan mempertahankan pelanggan menjadi krusial bagi kelangsungan usaha. Salah satu bengkel las di Desa Sei Rotan dapat memperoleh sekitar 80% dari total pesanan mereka dari konsumen yang berasal dari luar wilayah produksi, khususnya Desa Tembung. Penelitian ini bertujuan untuk memahami alasan mengapa mayoritas konsumen berasal dari Desa Tembung, strategi pemasaran yang diterapkan bengkel untuk mempertahankan pelanggan setia, serta bentuk persaingan dengan bengkel las lainnya di Desa Sei Rotan dan Desa Tembung. Untuk penelitian ini, digunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara langsung dengan pemilik bengkel, dan data sekunder diambil dari buku serta jurnal ilmiah yang membahas tentang pemasaran, kualitas produk, pelayanan, dan Word of Mouth. Hasil studi menunjukkan bahwa dominasi pelanggan dari Desa Tembung berhubungan dengan jaringan relasi dan rekomendasi dari pelanggan sebelumnya yang mengintroduksi bengkel kepada pelanggan baru. Pelanggan memilih bengkel berdasarkan kualitas material, metode pengerjaan, kejujuran terkait ketebalan dan harga besi, serta pelayanan yang responsif terhadap permintaan pelanggan dan mampu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Terdapat lebih banyak pelanggan setia dibandingkan pelanggan baru, dan WhatsApp serta Facebook digunakan sebagai sarana komunikasi tambahan. Pemilik bengkel tidak merasa adanya persaingan yang signifikan dengan bengkel lain, mengikuti tarif pasar, dan menghadapi tantangan berupa peningkatan harga bahan baku. Disimpulkan bahwa kualitas, pelayanan, kejujuran, dan jalinan hubungan dengan pelanggan menjadi faktor kunci bagi bengkel untuk menjangkau pasar di luar daerah produksinya.