Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fusi Horizon Gadamer: Hermeneutika Dialogis Alkitab dalam Pendidikan Agama Kristen Era Digital Gricebeth Sopamena; Frangklin Pormes; Elka Anakotta
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer, khususnya konsep fusi horizon (Horizontverschmelzung), dalam membangun model interpretasi Alkitab yang dialogis pada Pendidikan Agama Kristen (PAK) di era digital. Latar belakang penelitian ini berangkat dari transformasi digital yang secara signifikan mengubah pola pembelajaran, interaksi sosial, serta pembentukan spiritualitas generasi muda, sehingga pendekatan pedagogis konvensional dinilai tidak lagi memadai dalam menjawab kebutuhan peserta didik yang tumbuh dalam lingkungan digital. Permasalahan utama penelitian terletak pada bagaimana teks Alkitab yang memiliki horizon historis dapat dipahami secara kontekstual dan relevan oleh generasi digital tanpa kehilangan esensi nilai-nilai Kristiani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis hermeneutik-filosofis terhadap karya-karya utama Gadamer serta literatur pendukung yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep fusi horizon memungkinkan terjadinya dialog dinamis antara horizon teks Alkitab, tradisi iman Kristen, dan pengalaman eksistensial peserta didik dalam konteks digital. Integrasi teknologi, seperti platform pembelajaran daring, forum diskusi virtual, media sosial, dan kecerdasan buatan, berfungsi sebagai medium hermeneutik yang memperkaya proses pemahaman iman secara reflektif, kontekstual, dan transformatif. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa pendekatan hermeneutika dialogis mampu meningkatkan relevansi pembelajaran PAK bagi generasi digital, sekaligus memperkuat internalisasi nilai-nilai Kristiani pada ranah kognitif, afektif, dan aplikatif. Namun demikian, tantangan seperti disinformasi, distorsi interpretasi, dan rendahnya literasi digital tetap menjadi hambatan yang perlu diantisipasi. Oleh karena itu, sintesis antara hermeneutika Gadamer dan literasi digital menjadi strategi penting dalam membentuk iman yang kritis, adaptif, dan resilien di tengah dinamika era digital.