Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Penerapan Digitalisasi Pelayanan dan Kompetensi Pegawai terhadap Efektivitas Pemungutan Pajak Daerah (Studi Kasus di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Enrekang) Siska Afriani; Syarifuddin Sulaiman; Syahidah Rahmah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi pelayanan dan kompetensi pegawai terhadap efektivitas pemungutan pajak daerah pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Enrekang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi penelitian mencakup seluruh pegawai yang terlibat langsung dalam pelayanan dan pemungutan pajak daerah, dengan teknik total sampling sehingga diperoleh 50 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 27, melalui tahapan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pemungutan pajak daerah dengan nilai signifikansi 0,006 (<0,05). Kompetensi pegawai juga memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), serta menjadi variabel yang lebih dominan. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pemungutan pajak daerah dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) dan koefisien determinasi sebesar 57,2%. Hal ini menunjukkan bahwa efektivitas pemungutan pajak tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan digitalisasi pelayanan harus diiringi dengan penguatan kompetensi pegawai agar dapat mencapai hasil yang optimal. Meskipun demikian, kendala seperti keterbatasan infrastruktur dan rendahnya literasi digital masyarakat masih menjadi tantangan dalam implementasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi terintegrasi yang mencakup pengembangan sistem digital, peningkatan kapasitas pegawai, serta edukasi masyarakat guna meningkatkan efektivitas pemungutan pajak daerah secara berkelanjutan