Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengaruh Sedimentasi terhadap Kapasitas Drainase pada Ruas Glugur Darat II – Pulo Brayan Darat I Kota Medan: Analysis of Sedimentation Effects on Drainage Capacity in the Glugur Darat Area of Medan Nadya Lamria; Charly Yosep Ardana Silalahi2; Rumilla Harahap; Wisnu Prayogo; Rizky Simanjuntak; Yuni Yolanda
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v4i1.34548

Abstract

This study aims to analyze the effect of sedimentation on drainage capacity in the Glugur Darat II to Pulo Brayan Darat I area, Medan City. The main issue addressed is the decline in drainage performance due to sediment accumulation, which potentially causes inundation and flooding, especially in areas with high rainfall intensity. The research method used is field observation through direct measurements at several drainage segments, including channel width, sediment height, water depth, and channel dimensions. Secondary data such as rainfall and population were also used as supporting variables. The results show that sediment height varies across observation segments, with a maximum value reaching 25 cm, significantly reducing the effective capacity of the drainage channel. In addition, high annual rainfall intensity exceeding 3000 mm/year worsens drainage conditions. Sedimentation has been proven to reduce water storage capacity, thereby increasing the risk of inundation. Therefore, routine maintenance and sediment control are necessary to improve drainage system performance.
Evaluation of Drainage Channel Capacity for Rainfall Runoff and Domestic Wastewater on Willem Iskandar Street, Medan: Evaluasi Kapasitas Saluran Drainase untuk Limpasan Hujan dan Limbah Domestik di Jalan Wiliam Iskandar , Medan Tantowi Nababan Wisnu Prayogo, Rizky Simanjuntak; Wisnu Prayogo; Rizky Simanjuntak
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Lingkungan
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jtl.v4i1.34756

Abstract

Drainase jalan sangat penting untuk memastikan permukaan jalan tidak tergenang atau banjir saat hujan. Di sini, saluran utama memainkan peran penting karena merupakan bagian penting dari "muara" yang mengumpulkan semua aliran dari saluran sekunder dan tersier sebelum akhirnya dialirkan ke sungai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyalakan apakah dimensi saluran utama yang ada masih mampu menampung desain debit. Metode yang digunakan standar tetapi kuat: kami menghitung data curah hujan, menggunakan rumus hidrologi untuk menentukan debit, dan kemudian memeriksa kapasitas penampang saluran. Pada dasarnya, jika kita menginginkan sistem drainase yang optimal, variabel seperti intensitas curah hujan, ukuran daerah tangkapan udara, dan kemiringan saluran harus dihitung dengan cermat untuk mencegah kerusakan jalan yang cepat akibat air.
Analisis Debit Air pada Saluran Primer Irigasi Belinteng Bendungan Namu Sira-Sira Irfandi Purba; Maria Joseva Sinaga; Lucia Naomi A Sitorus; Rizky Simanjuntak
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol. 9 No. 01 (2026): JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmts.v9i01.6321

Abstract

Abstrak Jaringan Irigasi memiliki peranan penting dalam menjaga ketersediaan air secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi jaringan irigasi berdasarkan debit air pada saluran primer di Daerah Irigasi Belinteng, Bendungan Namu Sira-Sira. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei lapangan dengan pendekatan kuantitatif melalui pengukuran kecepatan arus, dimensi saluran, luas penampang, dan debit air pada tujuh titik pengamatan. Pengukuran kecepatan arus dilakukan menggunakan metode pelampung, sedangkan debit air dihitung berdassarkan hubungan antara kecepatan aliran dan luas penampang saluran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan arus berkisar antara 0,502 m/s hingga 0,603 m/s dengan rata-rata sebesar 0,538 m/s. Debit air yang diperoleh berkisar antara 1,656 m3/s hingga 3,538 m3/s. Perbedaan debit air dipengaruhi oleh kondisi penampang saluran, kedalaman aliran, sedimentasi, serta pertumbuhan vegetasi pada beberapa bagian saluran. Secara umum, kondisi jaringan irigasi masih tergolong cukup baik dan mampu mendukung distribusi air bagi lahan pertanian, meskipun diperlukan pemeliharaan dan pembersihan saluran secara berkala agar efisiensi penyaluran air tetap optimal.