Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Posisi Pronasi terhadap Perbaikan Pola Nafas dan Peningkatan Saturasi Oksigen pada Pasien Anak dengan Acute Upper Respiratory Infection : The Effect of Prone Positioning on the Improvement of Breathing Pattern and Increase in Oxygen Saturation on Pediatric Patients with Acute Upper Respiratory Infection in the Bougenville Ward of Dr. Haryoto Regional Hospital, Lumajang Istiqomah; Widya Addiarto; Suhari; Zainal Abidin
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.222

Abstract

Pendahuluan: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian anak di negara berkembang. Anak-anak lebih rentan mengalami komplikasi ISPA karena sistem imunnya belum sempurna, seperti gangguan ventilasi yang ditandai dengan napas cepat dan penurunan saturasi oksigen. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah posisi pronasi, yaitu posisi telungkup yang membantu ekspansi paru dan distribusi oksigen lebih optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh posisi pronasi terhadap frekuensi napas dan saturasi oksigen pada anak dengan ISPA di Ruang Bougenville RSUD dr. Haryoto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 25 pasien anak yang dipilih secara accidental sampling. Intervensi dilakukan selama 1 jam, dengan pengukuran sebelum dan sesudah menggunakan pulse oximeter. Hasil: Terjadi peningkatan signifikan pada rata-rata saturasi oksigen serta pola napas menuju normal, dengan hasil uji statistik nilai signifikansi untuk pola nafas  0,001 dan saturasi oksigen  0,001.Kesimpulan: Intervensi pemberian posisi pronasi pada pasien anak dengan ISPA efektif memperbaiki pola dafas dan saturasi oksigen.
The Impact of Peer Verbal Aggression on Automatic Negative Thoughts in Adolescent Bullying Victims Rizka Yunita; Widya Addiarto
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 3 (2026): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i3.1020

Abstract

Background: Adolescence is a crucial period for psychosocial development, with peer acceptance playing a central role. Peer verbal aggression, manifested through threats, offensive language, and insults, can act as a stressor for adolescents. These experiences may shape dysfunctional cognitive schemas. Recurrent and persistent negative thoughts can impact long term psychological development. Purpose: This study aims to analyze the relationship between peer verbal aggression and automatic negative thoughts in adolescent victims of bullying. Methods: This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 92 adolescents who were victims of bullying, selected through purposive sampling. Data were collected using a verbal victimization questionnaire adapted from an indicator of the Multidimensional Peer Victimization Scale (MPVS) and the Children’s Automatic Thoughts Scale (CATS). Data analysis was performed using the Spearman rank correlation test. Results: Most respondents were adolescents aged 15-17 years (91.3%), with 42.4% experiencing bullying for more than six months. Bivariate analysis revealed a significant correlation between peer verbal violence and automatic negative thoughts (p=0.001), encompassing physical threat (r=0.524), social threat (r=0.788), personal failure (r=0.703), and hostility (r=0.500). This suggests that higher exposure to peer verbal aggression is associated with a higher prevalence of automatic negative thoughts in bullying victims, which can disrupt their cognitive processes. Conclusion: Peer verbal aggression is a strong predictor of automatic negative thoughts in adolescent victims of bullying. The implications of this study underscore the need for psychological interventions, such as cognitive restructuring therapies, to reduce automatic negative thoughts.
Socio-Demographic Factors Are Related to Family Preparedness in Facing Disasters widya Addiarto; Achmad Kusyairi
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 13 No. 1 (2025): EDITION MARCH 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v13i1.6707

Abstract

Disasters such as floods, earthquakes, and pandemics have been shown to affect the quality of life, mental health, and economic sustainability of affected communities. In response to these disasters, individuals are expected to prepare themselves and their families for the worst risks that can occur at any time. Currently, family preparedness is very important to be grown in social life. The purpose of this research is to describe the relationship between socio-demographic factors associated with family preparedness in urban disaster-prone areas in Probolinggo District. The research design used was descriptive analytic research design with a cross-sectional approach. The sample was selected using purposive sampling technique with a sample of 122 respondents. Furthermore, respondents will be given a questionnaire to determine or identify family preparedness variables. After that, the data was collected and processed with the help of SPSS 23 for windows using bivariate tests on each variable to determine its relationship with family preparedness. From the results of the bivariate test using Spearman rank, there is a significant relationship between socio-demographic factors and family preparedness including: gender (p=0.000), education (p=0.000), occupation (p=0.000), and knowledge with (p=0.015). Meanwhile, the variables of age (p=0.808) and social support (p=0.195) have no correlation with family preparedness (p value > 0.05). These results indicate that it is important to improve family preparedness by correcting deficiencies in several factors that do not have a significant relationship from the research results
Hubungan Dukungan Keluarga, Motivasi Ibu Dan Budaya Dengan Kepatuhan Ibu Dalam Pemberian Imunisasi Dpt Pada Bayi Di Desa Ranuwurung Kabupaten Probolinggo Mira Aisyah; Wardatul Washilah; Widya Addiarto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2407

Abstract

Imunisasi DPT (Difteri Pertusis Tetanus) merupakan salah satu imunisasi dasar yang berperan penting dalam mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus pada bayi. Meskipun program imunisasi telah tersedia secara luas, masih terdapat ibu yang belum patuh dalam memberikan imunisasi DPT sesuai jadwal. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga, Motivasi Ibu dan Budaya Dengan Kepatuhan Ibu Dalam Pemberian Imunisasi DPT Pada Bayi Usia 2-9 Bulan Di Desa Ranuwurung Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 2–9 bulan sejumlah 40 orang di Desa Ranuwurung, Kabupaten Probolinggo. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Spearman rank. Dari hasil penelitian didapatkan yaitu sebagian besar dukungan keluarga cukup dengan kepatuhan imunisasi yang cukup sebanyak 12 (30,0%) responden, sebagian besar motivasi ibu sedang dengan kepatuhan imunisasi yang cukup patuh sebanyak 17 (42,5%) responden, sebagian besar budaya yang cukup mendukung dengan kepatuhan imunisasi cukup mendukung sebanyak 19 (47,5%) responden, hasil penelitian menggunakan analisis uji statistik Spearman rank diperoleh p-value = 0,000 < 0,05, maka H1 diterima, sehingga ada hubungan dukungan keluarga, motivasi ibu dan budaya dengan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi DPT. Diharapkan dari hasil penelitian ini tenaga kesehatan di desa Ranuwurung melalui program edukasi imunisasi, konseling serta pendekatan budaya yang sesuai dapat meningkatkan kepatuhan ibu terhadap pemberian imunisasi DPT.
Pengaruh Penerapan Patient Centered Care Terhadap Kepatuhan Pasien Gagal Ginjal Kronis Dalam Menjalani Hemodialisis Di RSUD Asembagus Situbondo Ummi Hanik; Widya Addiarto; Dodik Hartono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 10 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i10.2483

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (GGK) merupakan penyakit progresif yang memerlukan terapi hemodialisis secara rutin. Kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hemodialisis menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah komplikasi. Salah satu pendekatan yang diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pasien adalah penerapan Patient-Centered Care (PCC), yaitu pelayanan yang berfokus pada kebutuhan, nilai, dan preferensi pasien. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui pengaruh penerapan Patient Centered Care (PCC) terhadap kepatuhan pasien GGK dalam menjalani terapi hemodialisis di RSUD Asembagus. Metode penelitian yang kami gunakan adalah quasi eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest control grup. Responden yang kami gunakan sebanyak 30 orang dengan dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner kepatuhan, data yang diperoleh dianalisa menggunakan Wilcoxon tes untuk melihat perbedaan tingkat kepatuhan, dan Independent Signed Rank tes digunakan untuk melihat pengaruh penerapan PCC terhadap kepatuhan pasien. Hasil dari penelitian ini menujukan nilai p > 0.05 pada wilcoxone tes yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat kepatuhan pasien sebelum dan sesudah penerapan PCC. Hasil uji independen signed rank tes menunjukan nilai p > 0.05 yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan PCC terhadap kepatuhan pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Asembagus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penerapan Patient-Centered Care (PCC) belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan pasien GGK dalam menjalani terapi hemodialisis di RSUD Asembagus.