Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pertumbuhan Tanaman Duku Belum Menghasilkan terhadap Aplikasi Pupuk Kompos Kotoran Kambing dan Pupuk NPK Gusniwati Gusniwati; Elis Kartika; Lizawati Lizawati
Agric Vol. 37 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2025.v37.i2.p199-210

Abstract

Duku production and productivity in Jambi Province remain low because the existing plants are old, and cultivation technology is not precise. Efforts to overcome this problem include rejuvenation using superior seeds obtained through propagation of shoot grafting. Intensification can be done through fertilization. One fertilizer option is goat manure compost combined with NPK. The purpose of this research is to develop a technology package to accelerate duku growth in ultisols. This research was conducted in the Faculty of Agriculture’s experimental garden for 4 months on 1-year-old duku plants. The design used in this study was a randomized block design (RAK) with one factor, namely the dose of goat compost fertilizer consisting of five levels, namely 100% NPK (306g); 5 kg Goat Compost + 75% NPK (229.5g); 10 kg Goat Compost + 50% NPK Fertilizer (153g); 15 kg Goat Compost + 25% NPK (76.5g); 20 kg Goat Compost Fertilizer. Observations were made on the variables of increase in plant height, increase in stem diameter, increase in the number of leaf tillers, bud break time, and increase in the number of branches. The results showed that goat compost combined with NPK can substitute for NPK fertilizer. The application of 15 kg of goat manure compost with 25% NPK content showed the best combination for supporting the growth of immature Duku plants.
Kajian Morfologi dan Fisiologi Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) terhadap Aplikasi PGPR dan Mikoriza pada Media Tanah Ultisol di Main Nursery M. Ridwan; Eliyanti; Elis Kartika; Lizawati; Ahmad Riduan; Yulfita Farni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/gngn9n37

Abstract

Kualitas bibit kelapa sawit pada fase main nursery sangat menentukan produktivitas tanaman di lapangan. Penggunaan tanah ultisol sebagai media pembibitan sering menghadapi kendala berupa tingkat kesuburan rendah, pH masam, dan ketersediaan unsur hara yang terbatas. Pemanfaatan mikoriza dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dinilai mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara dan pertumbuhan bibit tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antara pemberian mikoriza dan PGPR terhadap pertumbuhan morfologi dan fisiologi bibit kelapa sawit pada media ultisol serta menentukan kombinasi perlakuan terbaik. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jambi dari Juni hingga Agustus 2025. Eksperimen ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah dosis mikoriza (0, 5, 10, dan 15 g per polybag). Faktor kedua adalah konsentrasi PGPR (0, 10, 20, dan 30 mL L⁻¹). Parameter yang diamati meliputi pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter bonggol, panjang rachis, luas daun, bobot kering tajuk, bobot kering akar, rasio tajuk akar, persentase infeksi mikoriza, serta serapan hara N, P, dan K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi mikoriza dan PGPR mampu meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit secara nyata. Perlakuan terbaik meningkatkan tinggi tanaman, luas daun, akumulasi biomassa, serapan unsur hara, dan perkembangan akar dibandingkan perlakuan kontrol. Aplikasi pupuk hayati juga meningkatkan tingkat infeksi mikoriza pada akar tanaman dan efisiensi penyerapan unsur hara pada media ultisol. Dosis mikoriza 15 g dan PGPR 30 mL L⁻¹ memberikan hasil terbaik. Dengan demikian, kombinasi mikoriza dan PGPR berpotensi mendukung sistem pembibitan kelapa sawit yang berkelanjutan.