Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Media Sosial Sebagai Agen Perubahan Interaksi Sosial Siswa: Studi di SMAN 2 Sape, Kabupaten Bima Irfan Irfan; Irmasah Irmasah; Syukurman Syukurman; Hartati Hartati
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 9 No 1 (2026): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v9i1.4445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial sebagai agen perubahan interaksi sosial siswa di SMAN 2 Sape, Kabupaten Bima. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 80 siswa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur intensitas penggunaan media sosial dan perubahan pola interaksi sosial siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki intensitas penggunaan media sosial yang tinggi, dengan lebih dari setengah responden menggunakan media sosial lebih dari empat jam per hari. Pola interaksi sosial siswa cenderung didominasi oleh interaksi daring dibandingkan interaksi tatap muka. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan interaksi sosial siswa dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,587 dan nilai signifikansi < 0,05, serta kontribusi pengaruh sebesar 34,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai agen perubahan sosial yang memengaruhi cara siswa membangun dan memelihara interaksi sosial. Oleh karena itu, diperlukan peran sekolah dan keluarga dalam mengarahkan penggunaan media sosial agar dampaknya terhadap interaksi sosial siswa bersifat positif dan seimbang.
Membangun Budaya Toleran melalui Pendidikan Sadar Gender: Studi Pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Sosiologi di Universitas Nggusuwaru Irfan Irfan; Rahmat Abd Fatah; St. Nurbaya; Syukurman Syukurman
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 9 No 1 (2026): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v9i1.4587

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan sadar gender dalam membentuk budaya toleran mahasiswa melalui perspektif teori praktik sosial Pierre Bourdieu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa artikel ilmiah, buku, prosiding, tesis, disertasi, dan dokumen akademik yang relevan dengan pendidikan sadar gender, budaya toleran, sosiologi pendidikan, serta teori habitus Pierre Bourdieu. Data dianalisis menggunakan analisis isi dengan teknik sintesis tematik untuk mengidentifikasi keterkaitan antarkonsep, pola temuan, dan kesenjangan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan sadar gender berfungsi sebagai mekanisme internalisasi nilai-nilai kesetaraan, keadilan, dan penghormatan terhadap keberagaman yang membentuk habitus gender mahasiswa. Habitus tersebut diperkuat oleh modal budaya berupa pengetahuan, literasi gender, dan kemampuan berpikir kritis, serta modal sosial berupa jejaring, kepercayaan, dan kolaborasi dalam lingkungan akademik. Interaksi antara habitus, modal, dan arena akademik menghasilkan praktik sosial yang inklusif, mengurangi stereotip dan diskriminasi gender, serta mereproduksi budaya toleran dalam kehidupan kampus. Penelitian ini menawarkan model konseptual pembentukan budaya toleran melalui tahapan internalisasi pendidikan sadar gender, pembentukan habitus, penguatan modal budaya dan modal sosial, hingga lahirnya praktik sosial toleran di perguruan tinggi. Model tersebut memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan kajian sosiologi pendidikan dan studi gender, sekaligus menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan pendidikan tinggi yang berorientasi pada penguatan budaya akademik yang inklusif dan berkeadilan.