Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial sebagai agen perubahan interaksi sosial siswa di SMAN 2 Sape, Kabupaten Bima. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 80 siswa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur intensitas penggunaan media sosial dan perubahan pola interaksi sosial siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki intensitas penggunaan media sosial yang tinggi, dengan lebih dari setengah responden menggunakan media sosial lebih dari empat jam per hari. Pola interaksi sosial siswa cenderung didominasi oleh interaksi daring dibandingkan interaksi tatap muka. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan interaksi sosial siswa dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,587 dan nilai signifikansi < 0,05, serta kontribusi pengaruh sebesar 34,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai agen perubahan sosial yang memengaruhi cara siswa membangun dan memelihara interaksi sosial. Oleh karena itu, diperlukan peran sekolah dan keluarga dalam mengarahkan penggunaan media sosial agar dampaknya terhadap interaksi sosial siswa bersifat positif dan seimbang.