p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ekonomi Efektif
Wilopo
Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Model Psikografis Sebagai Strategi Pemasaran Destinasi Pariwisata Indonesia: Analisis Preferensi dan Persepsi Wisatawan Mancanegara Wilopo; Inggang Perwangsa Nuralam; Edlyn Khurotul Aini
Jurnal Ekonomi Efektif Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL EKONOMI EFEKTIF
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/JEE.v8i2.54691

Abstract

Perubahan perilaku dan preferensi wisatawan global dalam satu dekade terakhir menunjukkan adanya pergeseran dari orientasi material menuju pencarian makna, nilai, dan pengalaman yang lebih personal. Fenomena ini menuntut strategi pemasaran destinasi pariwisata yang lebih adaptif, di mana pendekatan psikografis menjadi relevan karena menekankan pemahaman terhadap gaya hidup, kepribadian, serta nilai-nilai wisatawan yang mendasari keputusan perjalanan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana model psikografis dapat digunakan sebagai strategi pemasaran destinasi pariwisata Indonesia dengan fokus pada preferensi dan persepsi wisatawan mancanegara. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 23 artikel empiris yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir, menggunakan panduan PRISMA untuk menjamin validitas seleksi dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan preferensi wisatawan mancanegara dapat dijelaskan melalui segmentasi psikografis yang mencakup orientasi hedonistik, spiritual, ekologis, religiusitas, serta gaya hidup digital. Selain itu, persepsi dan pengalaman wisatawan terhadap destinasi Indonesia terbukti sangat dipengaruhi oleh kesesuaian antara nilai pribadi dan citra budaya destinasi yang dikunjungi. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan model psikografis tidak hanya berkontribusi pada pemahaman teoretis mengenai perilaku wisatawan, tetapi juga memiliki implikasi praktis dalam membangun strategi pemasaran destinasi yang lebih emosional, kontekstual, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pendekatan ini dapat memperkuat daya saing pariwisata Indonesia melalui penciptaan pengalaman wisata yang autentik, bermakna, serta berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan sosial.
Integrasi Strategi Digital dan Ambidexterity Pemasaran untuk Keunggulan Kompetitif UMKM: Kajian Systematic Literature Review Wilopo; Aflah Hanif Nadanta; Diska Putri Apriliandini
Jurnal Ekonomi Efektif Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL EKONOMI EFEKTIF
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/JEE.v8i2.54692

Abstract

Transformasi digital mendorong UMKM untuk mengembangkan strategi pemasaran yang adaptif melalui penguatan ambidexterity dan pemanfaatan kapabilitas digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara marketing ambidexterity, strategi digital, dan digital platform capability (DPC) dalam membentuk keunggulan kompetitif UMKM. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA 2020. Proses seleksi dilakukan melalui penyaringan 551 artikel dari database Scopus, kemudian 34 artikel memenuhi kriteria inklusi awal, dan 17 artikel terpilih sebagai sumber utama analisis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa ambidexterity pemasaran dapat diukur secara kuantitatif melalui tiga kelompok indikator, yaitu: (1) eksplorasi dan eksploitasi berbasis orientasi pasar dan inovasi, (2) keseimbangan kompetensi pemasaran dan R&D, dan (3) kapabilitas pemasaran dinamis. Sebanyak 82% artikel menegaskan bahwa digital integration melalui pemanfaatan teknologi, analitik data, dan digital marketing capability secara signifikan meningkatkan kemampuan eksplorasi dan eksploitasi UMKM. Selain itu, 76% artikel mengidentifikasi DPC sebagai strategic enabler yang memperkuat ambidexterity dengan menyediakan infrastruktur digital, konektivitas, dan kemampuan kolaborasi lintas platform. Penelitian ini menawarkan Digital Ambidextrous Capability Framework yang menjelaskan peran integratif antara strategi digital, ambidexterity, dan kapabilitas platform dalam pembentukan keunggulan kompetitif UMKM. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan kapabilitas dinamis di era digital dan memberikan implikasi praktis bagi UMKM dalam merancang strategi pemasaran yang berbasis teknologi.
Kapabilitas Dinamis pada UMKM Manufaktur di Negara Berkembang: Kajian Literatur Sistematis tentang Faktor-Faktor Pembentuk dan Dampaknya terhadap Keunggulan Bersaing Inggang Perwangsa Nuralam; Wilopo; Fitri Candra Wardana; Rizki Yudhi Dewantara; Linda Wahyu Ekananda
Jurnal Ekonomi Efektif Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL EKONOMI EFEKTIF
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/JEE.v8i2.55756

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) manufaktur non-jasa berperan penting bagi perekonomian di negara berkembang. Akan tetapi keberlanjutan sektor tersebut terhambat oleh keterbatasan struktural dan dinamika pasar. Kapabilitas dinamis diakui sebagai kunci adaptasi dan keunggulan bersaing tetapi penelitian terdahulu menunjukkan keragaman temuan dan terfragmentasi. Kajian literatur sistematis ini bertujuan memetakan faktor-faktor pembentuk kapabilitas dinamis dan perannya dalam mendorong keunggulan bersaing UMKM manufaktur di negara berkembang. Dengan menggunakan metode PRISMA, studi ini mensintesis 39 studi empiris dari basis data Scopus yang dipublikasikan pada periode 2016-2025. Hasil kajian ini mengidentifikasi dua determinan utama kapabilitas dinamis yaitu kapabilitas internal dan hubungan eksternal. Secara teoretis, kajian ini berkontribusi mengembangkan kerangka konseptual kapabilitas dinamis UMKM manufaktur di negara berkembang. Secara praktis, temuan menunjukkan bahwa penguatan kapabilitas internal yang didukung kolaborasi dengan pihak eksternal menjadi kunci peningkatan daya saing dan keberlanjutan UMKM manufaktur.