Taufika Nururrohmah
Institut Agama Islam Ngawi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Ekspresi Seni Anak Berkebutuhan Khusus melalui Batik Ciprat di SLB Beranda Istimewa Ngawi Dwi Amalia Rahmawati; Ucik Hidayah Binsa; Taufika Nururrohmah; Dewi Safitri
JURNAL INDRIA (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Awal) Vol 11 No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jin.v11i1.12865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses pelaksanaan kegiatan batik ciprat sebagai media pengembangan ekspresi seni bagi peserta didik berkebutuhan khusus di SLB Beranda Istimewa Ngawi, serta menganalisis dampaknya terhadap perkembangan motorik, sensori, kreativitas, kepercayaan diri, dan interaksi sosial siswa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan enam siswa tunagrahita dan autisme usia 10–14 tahun. Proses pembelajaran meliputi tahapan menciprat lilin, pewarnaan bertahap, penguncian warna, melorot, dan penjemuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batik ciprat merupakan media seni yang efektif dan inklusif bagi siswa ABK karena tekniknya yang sederhana, bersifat eksploratif, dan melibatkan rangsangan multisensori. Data menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus melalui gerakan menciprat dan mewarnai, peningkatan integrasi sensori, serta berkembangnya kreativitas melalui kebebasan memilih warna dan pola. Selain itu, kegiatan ini mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa melalui pengalaman menghasilkan karya nyata serta mendorong interaksi sosial seperti kerja sama saat menjemur kain dan menunggu giliran. Kebaruan penelitian terletak pada pemanfaatan teknik batik ciprat sebagai pendekatan seni berbasis budaya lokal yang berfungsi tidak hanya sebagai pembelajaran vokasional, tetapi juga sebagai sarana terapi sensorimotor bagi anak berkebutuhan khusus. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran seni berbasis eksplorasi dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dan bermakna di lingkungan SLB.