Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Paving Block Berbasis Daur Ulang Sampah Plastik di Desa Kartoharjo Aldo Robby Pradana; Addina Nur Afifah; Desyka Rizky Irmaningtyas; Dwi Amalia Rahmawati; Khilmak Akmila; Luluk Mushoffa; Miftah Ali Masruron; Muhamad Yasin Yusuf Al Asyuro; Ni’matul Anisa’; Putri Maratus Sholikhah; Reisyana Azizah; Rizky Ramadhan; Romi Robig Indra Susila; Vanezta Realy Vieo
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3736

Abstract

Sampah plastik di Desa Kartoharjo, Kabupaten Magetan, menjadi permasalahan lingkungan yang serius akibat rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola limbah secara mandiri. Akumulasi limbah plastik yang sulit terurai berdampak negatif terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan warga. Penelitian ini bertujuan memberikan solusi aplikatif melalui inovasi pengolahan sampah plastik menjadi paving block yang kuat, ekonomis, dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah participatory action learning, melibatkan masyarakat secara aktif sejak identifikasi permasalahan, pengumpulan bahan, pelatihan teknis, hingga proses produksi. Data dikumpulkan melalui survei awal, wawancara mendalam dengan tokoh desa, serta observasi partisipatif selama kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi ini mampu menekan volume sampah plastik secara signifikan, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya daur ulang, serta membuka peluang usaha baru. Paving block yang dihasilkan memiliki sifat ringan, tahan air, tidak mudah berlumut, dan memenuhi kebutuhan konstruksi skala lokal. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang dilaksanakan pada 29 Juli 2025 disambut antusias oleh warga, ditandai dengan partisipasi aktif serta keinginan untuk menerapkan keterampilan secara mandiri. Program ini berpotensi menjadi strategi terpadu yang berkelanjutan dalam pengelolaan sampah plastik, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.
Pengembangan Ekspresi Seni Anak Berkebutuhan Khusus melalui Batik Ciprat di SLB Beranda Istimewa Ngawi Dwi Amalia Rahmawati; Ucik Hidayah Binsa; Taufika Nururrohmah; Dewi Safitri
JURNAL INDRIA (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah dan Sekolah Awal) Vol 11 No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jin.v11i1.12865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses pelaksanaan kegiatan batik ciprat sebagai media pengembangan ekspresi seni bagi peserta didik berkebutuhan khusus di SLB Beranda Istimewa Ngawi, serta menganalisis dampaknya terhadap perkembangan motorik, sensori, kreativitas, kepercayaan diri, dan interaksi sosial siswa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan enam siswa tunagrahita dan autisme usia 10–14 tahun. Proses pembelajaran meliputi tahapan menciprat lilin, pewarnaan bertahap, penguncian warna, melorot, dan penjemuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batik ciprat merupakan media seni yang efektif dan inklusif bagi siswa ABK karena tekniknya yang sederhana, bersifat eksploratif, dan melibatkan rangsangan multisensori. Data menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus melalui gerakan menciprat dan mewarnai, peningkatan integrasi sensori, serta berkembangnya kreativitas melalui kebebasan memilih warna dan pola. Selain itu, kegiatan ini mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa melalui pengalaman menghasilkan karya nyata serta mendorong interaksi sosial seperti kerja sama saat menjemur kain dan menunggu giliran. Kebaruan penelitian terletak pada pemanfaatan teknik batik ciprat sebagai pendekatan seni berbasis budaya lokal yang berfungsi tidak hanya sebagai pembelajaran vokasional, tetapi juga sebagai sarana terapi sensorimotor bagi anak berkebutuhan khusus. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran seni berbasis eksplorasi dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dan bermakna di lingkungan SLB.