Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Umkm Multifungsi: Studi Kelayakan Toko Lasdinar Di Tengah Tantangan Ekonomi Dan Digitalisasi Ria Sigiro; Hesti Siagian; Egi Sebayang; Putri Lubis; Irma Siagian
Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL EKONOMI MANAJEMEN DAN BISNIS
Publisher : PROGRAM PASCA SARJANA MAGISTER MANAJEMEN INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS ASIA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jubis.v7i1.2978

Abstract

UMKM multifungsi yang menggabungkan penjualan sembako, alat tulis kantor (ATK), dan jasa print memiliki potensi strategis di kawasan pemukiman padat penduduk dan dekat institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan bisnis dan strategi adaptasi digital pada Toko Lasdinar di Jalan HM Yamin, Medan, dengan fokus pada aspek makro ekonomi, analisis SWOT, pemasaran, sumber daya manusia, operasional, dan keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan, serta data sekunder dari literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bisnis multifungsi ini layak dikembangkan karena lokasi strategis menciptakan permintaan stabil, dengan jasa print sebagai kontributor pendapatan utama (Rp200.000/hari) didukung penjualan sembako dan ATK (Rp100.000/hari). Namun, ditemukan kelemahan signifikan berupa rendahnya literasi digital (belum terdaftar di Google Maps, tanpa media sosial, tanpa kasir digital, tanpa layanan pesan-antar), keterbatasan SDM (dikelola satu orang), serta tampilan fisik toko yang kurang rapi tanpa papan nama dan papan harga. Keunggulan kompetitif terletak pada sistem utang berbasis kepercayaan dengan pelanggan tetap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa usaha tersebut memiliki fondasi layak namun memerlukan intervensi strategis berupa peningkatan literasi digital, penataan fisik toko, adopsi sistem pencatatan keuangan digital, serta sinergi antara internal pemilik dan dukungan eksternal (pelatihan, permodalan, kebijakan pemerintah) agar mampu bersaing di era ekonomi digital.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PERUBAHAN DALAM PENGGUNAAN BAHASA PAKPAK DARI PERSPEKTIF CHAER DAN AGUSTINA Bakhrul Khair Amal; Putri Lubis
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 9 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i9.2025.4089-4097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor penyebab terjadinya pergeseran penggunaan bahasa Pakpak dalam masyarakat Pakpak, Pergeseran bahasa terjadi ketika penutur suatu bahasa secara bertahap meninggalkan bahasa asli mereka (bahasa ibu) dan lebih sering menggunakan bahasa lain biasanya karena faktor sosial, ekonomi, pendidikan, atau lingkungan hingga bahasa asli itu menjadi kurang digunakan, bahkan bisa punah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai fenomena sosial ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pergeseran bahasa diawali dari lingkungan yang didominasi Batak Toba, keluarga yang melakukan pernikahan antarsuku yang menyebabkan kedwibahasaan di dalam keluarga, kemudian ekonomi. Ketika pergeseran bahasa terjadi proses enkulturasi akan terhambat. Kemudian upaya yang dilakukan untuk mempertahankan bahasa Pakpak dengan mengajak pemuda/i  berperan aktif dalam komunitas sulang silima yang mewajibkan berbahasa Pakpak, dalam bidang pendidikan dengan memasukkan mata pelajaran muatan lokal dalam pembelajaran, serta mengadakan pesta njuah-njuah sebagai dukungan dari pemerintah setempat