UMKM multifungsi yang menggabungkan penjualan sembako, alat tulis kantor (ATK), dan jasa print memiliki potensi strategis di kawasan pemukiman padat penduduk dan dekat institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan bisnis dan strategi adaptasi digital pada Toko Lasdinar di Jalan HM Yamin, Medan, dengan fokus pada aspek makro ekonomi, analisis SWOT, pemasaran, sumber daya manusia, operasional, dan keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi lapangan, serta data sekunder dari literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bisnis multifungsi ini layak dikembangkan karena lokasi strategis menciptakan permintaan stabil, dengan jasa print sebagai kontributor pendapatan utama (Rp200.000/hari) didukung penjualan sembako dan ATK (Rp100.000/hari). Namun, ditemukan kelemahan signifikan berupa rendahnya literasi digital (belum terdaftar di Google Maps, tanpa media sosial, tanpa kasir digital, tanpa layanan pesan-antar), keterbatasan SDM (dikelola satu orang), serta tampilan fisik toko yang kurang rapi tanpa papan nama dan papan harga. Keunggulan kompetitif terletak pada sistem utang berbasis kepercayaan dengan pelanggan tetap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa usaha tersebut memiliki fondasi layak namun memerlukan intervensi strategis berupa peningkatan literasi digital, penataan fisik toko, adopsi sistem pencatatan keuangan digital, serta sinergi antara internal pemilik dan dukungan eksternal (pelatihan, permodalan, kebijakan pemerintah) agar mampu bersaing di era ekonomi digital.
Copyrights © 2026