Syarifah Asma Shafira
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kematangan Dan Kesadaran Beragama Usia Dewasa Awal Syarifah Asma Shafira; Miftahul Jannah; Salami Mahmud
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14730

Abstract

Masa dewasa awal merupakan fase penting dalam perkembangan kehidupan manusia yang ditandai dengan pencarian jati diri, kestabilan emosional, serta pembentukan pandangan hidup yang lebih matang, termasuk dalam aspek keberagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana proses pembentukan kematangan dan kesadaran beragama terjadi pada individu usia dewasa awal, serta faktor-faktor yang memengaruhi perkembangannya. Penelitian ini menggunakan metode library research atau kajian kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel yang relevan dalam bidang psikologi agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa kematangan beragama merupakan kemampuan individu untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam setiap aspek kehidupannya, tidak hanya pada tataran pengetahuan, tetapi juga pada penghayatan dan perilaku. Sementara itu, kesadaran beragama berkaitan dengan refleksi diri yang mendalam terhadap makna ajaran agama serta penerapannya dalam kehidupan sosial dan moral. Proses pembentukan kematangan dan kesadaran beragama berlangsung melalui beberapa tahapan, yaitu pengenalan kognitif terhadap ajaran agama, internalisasi nilai, pengalaman spiritual, dan integrasi transendensi. Faktor-faktor seperti pengalaman hidup, lingkungan sosial-budaya, serta pendidikan agama turut berperan besar dalam memperkuat atau melemahkan perkembangan religius individu. Namun demikian, individu dewasa awal juga menghadapi tantangan yang kompleks seperti krisis identitas, pengaruh sekularisasi, relativisme moral, serta minimnya pendampingan spiritual. Oleh karena itu, dibutuhkan bimbingan dan pembinaan spiritual yang berkelanjutan dari keluarga, lembaga pendidikan, dan komunitas keagamaan agar dewasa awal mampu mencapai kematangan spiritual yang seimbang antara aspek intelektual, emosional, dan moral.
Tinjauan Teoritis Tentang Pemanfaatan Media Audiovisual Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Syarifah Asma Shafira; Salami Mahmud; Nurbayani Ali
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 5 No. 04 (2025): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi November 2025
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v5i04.1894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media audiovisual dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kajian dilakukan dengan metode library research melalui analisis terhadap berbagai sumber literatur dan hasil penelitian dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa media audiovisual memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi, keaktifan, dan hasil belajar peserta didik. Penggunaan media ini memungkinkan guru menjelaskan konsep-konsep keagamaan yang bersifat abstrak seperti akidah, akhlak, dan sejarah Islam secara lebih konkret dan menarik. Selain meningkatkan pemahaman kognitif, media audiovisual juga membantu pembentukan karakter dan penghayatan nilai-nilai spiritual peserta didik melalui tayangan yang menggugah aspek emosional. Namun, efektivitas penerapannya bergantung pada kesiapan guru, ketersediaan sarana, dan relevansi konten dengan nilai-nilai Islam. Diperlukan peningkatan kompetensi digital guru serta dukungan kelembagaan dalam penyediaan fasilitas dan pelatihan. Dengan demikian, media audiovisual dapat menjadi strategi pembelajaran inovatif yang interaktif, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan iman serta akhlak peserta didik.