p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AL-SULTHANIYAH PESHUM
Arifuat Marzuki
Institut Agama Islam An-Nawawi Purworejo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dropshipping dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Arifuat Marzuki
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.16156

Abstract

Sistem dropshipping kini menjadi tren model bisnis digital yang diminati banyak kalangan, khususnya pelaku usaha muda, karena menawarkan kemudahan bertransaksi tanpa memerlukan modal besar, stok barang, maupun lokasi fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji legalitas dan mekanisme praktik dropshipping melalui tinjauan Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Positif di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), yang mengandalkan penelusuran dokumen hukum serta literatur ekonomi syariah sebagai sumber data utama.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah, meskipun terdapat perdebatan mengenai kepemilikan objek jual beli, praktik dropshipping dianggap sah selama memenuhi prinsip tauhid, amanah, kemaslahatan, dan keadilan, serta terhindar dari unsur gharar, riba, dan tadlis. Secara Hukum Positif, dropshipping diakui legalitasnya berdasarkan Pasal 1320 KUHPerdata mengenai syarat sah perjanjian dan UU ITE yang memvalidasi catatan transaksi digital sebagai alat bukti hukum yang sah. Meski menawarkan efisiensi tinggi, model bisnis ini memiliki risiko operasional seperti kesulitan kontrol kualitas dan pemantauan stok barang yang menuntut tanggung jawab penuh dropshipper terhadap konsumen.
Pertimbangan Maṣlaḥah dalam Penetapan Dispensasi Kawin: Analisis Penetapan PA Purworejo No.113/PDT.P/2025/PA/PWR Praptining Hayu Trisnasih; Waluyo Sudarmaji; Arifuat Marzuki
AL-SULTHANIYAH Vol. 15 No. 2 (2026): AL-SULTHANIYAH
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/al-sulthaniyah.v15i2.4832

Abstract

The granting of marriage dispensations by the Religious Court is a legal exception to the minimum age limit for marriage as stipulated in Law Number 16 of 2019. This condition raises legal issues, particularly regarding the judge's consideration in assessing the benefits and potential harm of early marriage. This study aims to analyze the consideration of maṣlaḥah in granting marriage dispensations and the factors underlying the judge's assessment of the existence of urgent maṣlaḥah in Religious Court Decision Number 113/Pdt.P/2025/PA/Pwr. This study is a normative legal study with a judicial decision study approach. The research data consists of primary data in the form of court decisions and secondary data in the form of laws and regulations, Islamic legal literature, and relevant academic studies. The results of the study show that judges grant marriage dispensation requests based on considerations of maṣlaḥah ḍarūriyyah, particularly in preserving lineage (ḥifẓ al-nasl) and rejecting greater mafsadah. The main factors underlying the approval are the existence of an out-of-wedlock pregnancy, the physical, mental, and economic readiness of both prospective spouses, family support, and the application of the fiqh principle of dar'ul mafasid muqaddamun 'ala jalbil masalih. This decision indicates that marriage dispensation is viewed as a legal protection instrument in the best interests of the child.