p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PESHUM
Dina Bahriani Putri
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Guru PAI dalam Membina Karakter Semangat Kebangsaan pada Siswa di SMA Arinda Palembang Dina Bahriani Putri; Lathifah Lathifah; Novrian Eka Saputra; Mardiah Astuti; Hartatiana Hartatiana
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.16356

Abstract

Penelitian ini berfokus pada peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina karakter semangat kebangsaan siswa di SMA Arinda Palembang. Tujuannya untuk mengetahui peran guru PAI dalam proses tersebut dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik Analisis Data menggunakan analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan penting melalui teladan dan bimbingan. Sebagai teladan, guru PAI hadir tepat waktu, berpakaian rapi saat upacara, menggunakan bahasa Indonesia yang baik, mengajak berdiskusi tentang nilai-nilai kebangsaan, berdiskusi tentang sejarah pahlawan, dan melakukan icebreaking dengan menyanyikan lagu-lagu nasional. Sebagai pembimbing, guru PAI memberikan informasi tentang perlombaan, mengaitkan nilai-nilai agama dengan kebangsaan seperti toleransi, persatuan, dan cinta tanah air, serta memanfaatkan contoh sejarah Islam dan isu-isu terkini. Faktor pendukungnya antara lain dukungan guru dan sekolah, relevansi materi pembelajaran, keterlibatan aktif guru PAI, adanya pendidikan karakter,metode pembelajaran yang menarik, dan kegiatan ekstrakurikuler Paskibra. Namun, beberapa kendala yang dihadapi adalah keterbatasan finansial, waktu, pengaruh budaya asing, media sosial, lingkungan sosial, dan jumlah guru. Kesimpulannya, peran guru PAI sangat signifikan dalam membina karakter semangat kebangsaan siswa meskipun menghadapi tantangan. Penelitian ini memberikan wawasan strategis untuk meningkatkan pembinaan karakter semangat kebangsaan melalui pendekatan yang lebih efektif.
Peran Islam dalam Membentuk Peradaban Melayu: Kajian Sejarah Pendidikan Islam Melayu Modern Asiana Asiana; Dina Bahriani Putri; Maryamah Maryamah; Zulhijra Zulhijra
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18581

Abstract

Peradaban Melayu merupakan salah satu peradaban yang berkembang pesat seiring dengan masuknya Islam yang membawa perubahan dalam aspek sosial, budaya, dan intelektual masyarakat. Pendidikan Islam menjadi sarana utama dalam proses pembentukan peradaban tersebut melalui penanaman nilai-nilai keislaman secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Islam dalam membentuk peradaban Melayu melalui kajian sejarah pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian studi literatur, yaitu dengan menelaah berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masuknya Islam ke dunia Melayu sejak abad ke-7 hingga ke-9 M membawa perubahan signifikan dalam sistem nilai, pandangan hidup, serta perkembangan ilmu pengetahuan. Pendidikan Islam berkembang dari bentuk tradisional seperti surau, madrasah, dan pesantren hingga menjadi lembaga pendidikan modern yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum. Selain itu, pemikiran Islam juga berperan dalam membangun tradisi intelektual masyarakat Melayu. Di era globalisasi, pendidikan Islam tetap memiliki peran strategis dalam menjaga identitas, memperkuat akhlak, serta membentuk generasi yang mampu bersaing tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman