Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antimikroba Daun Bidara (Ziziphus spina-christi) serta Relevansinya dalam Pengobatan Islami Dengan Studi Literatur: Penelitian Asni Fatma; Annisa Alfaniatul Lubis; Fatimah Syafitri Masturoh; Intan Nurhayati Harahap; Umar Mukhtar Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6111

Abstract

Untuk menganalisis kandungan fitokimia daun bidara (Ziziphus spina-christi), mengevaluasi aktivitas antimikrobanya, serta mengkaji relevansinya dalam praktik pengobatan Islami yang berkaitan dengan konsep thibbun nabawi. Penelitian dilakukan melalui kajian literatur terhadap berbagai hasil penelitian ilmiah yang membahas kandungan fitokimia dan aktivitas biologis daun bidara, khususnya terkait efek antimikroba terhadap berbagai bakteri patogen. Hasil kajian menunjukkan bahwa daun bidara mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, fenolik, steroid, dan terpenoid yang memiliki aktivitas biologis sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi. Ekstrak daun bidara terbukti mampu menghambat pertumbuhan beberapa bakteri patogen, antara lain Salmonella typhi, Bacillus cereus, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Propionibacterium acnes, dan Streptococcus mutans. Peningkatan konsentrasi ekstrak berpengaruh terhadap semakin besarnya zona hambat, yang berkaitan dengan mekanisme kerja senyawa fitokimia dalam merusak membran dan mengganggu permeabilitas dinding sel bakteri. Penelitian ini menyoroti integrasi antara bukti ilmiah modern mengenai aktivitas farmakologis daun bidara dengan praktik pengobatan dalam tradisi Islam. Kajian ini memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat terhadap pemanfaatan daun bidara dalam thibbun nabawi serta membuka peluang pengembangan fitofarmaka berbasis tanaman lokal Indonesia.
Tantangan Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Pembelajaran Biologi di Era Digital pada Generasi Z Asni Fatma; Adelia Tarigan; Keysa Anastalia Br Maha; Revalina Tarigan; Ika Febriana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 04 (2026): April 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan dominasi media sosial telah memengaruhi pola komunikasi Generasi Z, termasuk dalam penggunaan Bahasa Indonesia di lingkungan akademik. Dalam pembelajaran biologi, penggunaan bahasa yang tidak sesuai kaidah berpotensi menghambat pemahaman konsep ilmiah yang menuntut ketepatan istilah dan struktur bahasa yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan penggunaan Bahasa Indonesia dalam pembelajaran biologi di era digital Generasi Z, serta mengidentifikasi implikasinya terhadap kemampuan literasi akademik mahasiswa. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis fenomenologis terhadap praktik kebahasaan di media digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa gaul dan bahasa nonbaku yang intens di media sosial memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam menggunakan bahasa formal, khususnya dalam penulisan ilmiah dan pemahaman istilah biologi. Namun demikian, media digital juga memberikan peluang sebagai sumber pembelajaran kontekstual yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi bahasa. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang adaptif dan integratif berbasis literasi digital untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Indonesia mahasiswa secara akademik tanpa mengabaikan perkembangan bahasa di era digital.