Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peran Air dan Cahaya dalam Kehidupan Tumbuhan dan Manusia: Kajian Biologi dan Perspektif Islam : Penelitian Rehan Mutia Azzahra; Nurul Hanikaya Siregar; Assyifa Fitria Amir; Yeni Ramadani Pasaribu; Umar Mukhtar Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6110

Abstract

Air dan cahaya merupakan faktor penting yang mendukung keberlangsungan kehidupan tumbuhan dan manusia. Kajian ini dilakukan melalui eksperimen pertumbuhan kecambah kacang hijau serta studi literatur untuk melihat perannya secara biologis dan dalam perspektif Islam. Percobaan menggunakan 80 biji kacang hijau yang dibagi ke dalam tujuh kondisi lingkungan, yaitu terang, gelap, panas, sejuk, kering, lembab, dan nutrisi (air cucian beras), dengan pengamatan selama lima hari terhadap tinggi kecambah, jumlah benih hidup, warna batang, dan kondisi tanaman. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kondisi lingkungan memengaruhi pertumbuhan kecambah secara berbeda. Perlakuan lembab dan nutrisi menghasilkan pertumbuhan paling optimal, sedangkan kondisi kering dan panas menunjukkan pertumbuhan paling rendah. Perlakuan gelap menghasilkan kecambah yang lebih tinggi tetapi lemah dan pucat akibat etiolasi. Secara biologis, air berperan penting dalam proses metabolisme, transportasi zat, menjaga keseimbangan cairan tubuh manusia, serta mendukung berbagai proses fisiologis. Cahaya juga berperan dalam menunjang aktivitas manusia dan proses fotosintesis pada tumbuhan. Dalam perspektif Islam, air dan cahaya dipandang sebagai anugerah Allah Swt. yang menjadi sumber kehidupan dan menjaga keseimbangan alam.
Analisis Fitokimia dan Aktivitas Antimikroba Daun Bidara (Ziziphus spina-christi) serta Relevansinya dalam Pengobatan Islami Dengan Studi Literatur: Penelitian Asni Fatma; Annisa Alfaniatul Lubis; Fatimah Syafitri Masturoh; Intan Nurhayati Harahap; Umar Mukhtar Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6111

Abstract

Untuk menganalisis kandungan fitokimia daun bidara (Ziziphus spina-christi), mengevaluasi aktivitas antimikrobanya, serta mengkaji relevansinya dalam praktik pengobatan Islami yang berkaitan dengan konsep thibbun nabawi. Penelitian dilakukan melalui kajian literatur terhadap berbagai hasil penelitian ilmiah yang membahas kandungan fitokimia dan aktivitas biologis daun bidara, khususnya terkait efek antimikroba terhadap berbagai bakteri patogen. Hasil kajian menunjukkan bahwa daun bidara mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, fenolik, steroid, dan terpenoid yang memiliki aktivitas biologis sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi. Ekstrak daun bidara terbukti mampu menghambat pertumbuhan beberapa bakteri patogen, antara lain Salmonella typhi, Bacillus cereus, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Propionibacterium acnes, dan Streptococcus mutans. Peningkatan konsentrasi ekstrak berpengaruh terhadap semakin besarnya zona hambat, yang berkaitan dengan mekanisme kerja senyawa fitokimia dalam merusak membran dan mengganggu permeabilitas dinding sel bakteri. Penelitian ini menyoroti integrasi antara bukti ilmiah modern mengenai aktivitas farmakologis daun bidara dengan praktik pengobatan dalam tradisi Islam. Kajian ini memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat terhadap pemanfaatan daun bidara dalam thibbun nabawi serta membuka peluang pengembangan fitofarmaka berbasis tanaman lokal Indonesia.
Perkembangan Embrio Manusia dalam Perspektif Al-Qur’an dan Embriologi Modern: Analisis Tafsir dan Integrasi Keilmuan: Penelitian Aulia Putri; Dani Ikhwan; Irsyaddin Nasution; Ridho Ardyansah; Umar Mukhtar Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6112

Abstract

Perkembangan embrio manusia merupakan kajian sentral dalam embriologi modern yang menjelaskan proses pembentukan manusia sejak fertilisasi hingga organogenesis. Dalam Islam, tahapan penciptaan manusia telah dijelaskan secara sistematis dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan embrio dalam perspektif biologi serta mengkaji kesesuaiannya dengan ayat-ayat Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif dan analisis tafsir tematik (maudhu’i). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian konseptual antara tahapan embriologi modern dengan istilah Qur’ani seperti nutfah, ‘alaqah, dan mudghah. Tafsir klasik dan kontemporer memperlihatkan bahwa ayat-ayat tersebut memiliki makna linguistik dan teologis yang selaras dengan temuan ilmiah modern. Integrasi ini menegaskan bahwa sains dan Islam bersifat komplementer serta memiliki implikasi penting dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis integrasi keilmuan.
Studi Literatur: Kandungan Metabolit Sekunder Bunga Telang (Clitoria ternatea) dan Manfaat Ekologisnya dalam Perspektif Sains dan Al-Qur'an Anggi Natasya Siregar; Dia Putri Aulia; Hanna Raudhatul Jannah; Keiyona Alifa Zahra; Salwa Febriani Siregar; Umar Mukhtar siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6113

Abstract

Indonesia sebagai negara megabiodiversitas memiliki kekayaan tumbuhan tropis yang berpotensi dimanfaatkan dalam bidang kesehatan dan lingkungan, salah satunya Clitoria ternatea (bunga telang). Tanaman ini diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder, serta berperan dalam aktivitas biologis dan fungsi ekologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan metabolit sekunder bunga telang serta menganalisis manfaat ekologisnya dalam perspektif sains dan Al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research) yang bersifat deskriptif-analitis melalui penelusuran jurnal ilmiah terkait fitokimia, aktivitas biologis, peran ekologis, serta kajian tafsir ilmiah Al-Qur’an. Hasil kajian menunjukkan bahwa bunga telang mengandung flavonoid (antosianin), alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid yang berfungsi sebagai antioksidan dan pertahanan alami tumbuhan. Secara ekologis, tanaman ini meningkatkan kesuburan tanah melalui simbiosis pengikat nitrogen dan mendukung keseimbangan ekosistem. Dalam perspektif Al-Qur’an, keberagaman fungsi tersebut mencerminkan tanda kebesaran Allah SWT., sehingga integrasi sains dan nilai spiritual penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Algoritma Media Sosial dan Pengaruhnya terhadap Pola Pikir Keagamaan Siswa MAN 1 Medan (Studi pada Konten Dakwah Pendek) Syti Salwaa Nafiisah; Azril Arfansyah; Shaqila Rahmayani Gultom; Ridho Affandi; Umar Mukhtar Siregar
AN-NASHIHA Journal of Broadcasting and Islamic Communication Studies Vol. 6 No. 1 (2026): April : Jurnal AN-Nashiha Journal of Broadcasting and Islamic Communcation Stud
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/an-nashiha.v6i1.2823

Abstract

The rapid development of social media technology, particularly through algorithm-based content recommendation systems, has significantly transformed the distribution and consumption of religious information among adolescents. These algorithms personalize content exposure based on users’ interactions, preferences, and engagement patterns, thereby increasing the visibility of short-form da’wah content on platforms such as TikTok, Instagram Reels, and YouTube Shorts. This study aims to examine the influence of social media algorithms on the religious mindset of students at MAN 1 Medan, focusing on how exposure to short-form religious preaching content shapes their understanding, attitudes, and responses toward religious issues. Employing a quantitative research approach with a survey method, data were collected through structured questionnaires distributed to students and analyzed descriptively to identify patterns of digital engagement and their relationship with religious cognition. The findings indicate that algorithm-driven content recommendations play a meaningful role in directing students’ access to particular religious narratives, which subsequently contributes to the formation and reinforcement of their religious perspectives. These results highlight that social media functions not only as a communication platform but also as a digital environment that actively influences the development of religious thought among young users in the contemporary digital era.
Integritas Akidah Islam dalam Aktivitas Olahraga dan Pembentukan Akhlak: Penelitian Nursakinah Agustina; Mita Nur Azizah; Nabillah Zahra Hasibuan; Bela Sintya Batubara; Alda Aisyah Rambe; Albar Alfarizki; Umar Mukhtar Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integritas akidah Islam dalam aktivitas olahraga serta kontribusinya terhadap pembentukan akhlak mulia. Di era modern, aktivitas olahraga sering kali terjebak dalam disorientasi nilai akibat tekanan prestasi, kapitalisasi, dan komersialisasi, sehingga mengabaikan dimensi spiritual. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan desain studi kepustakaan (library research) dan analisis teologi kontekstual, penelitian ini mengintegrasikan temuan-temuan dari sepuluh jurnal ilmiah bereputasi terkait teologi Islam, pendidikan karakter, dan sosiolinguistik moral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas olahraga dalam Islam bukan sekadar aktivitas fisik atau mengejar kemenangan duniawi, melainkan sebuah ruang spiritual yang bersumber pada nilai tauhid sebagai pusat orientasi prestasi berbasis ibadah. Integrasi akidah dalam olahraga diwujudkan melalui pengakuan tubuh sebagai amanah yang harus dijaga dari eksploitasi dan tindakan tidak terpuji seperti penggunaan doping. Pembentukan akhlak mulia dalam aktivitas olahraga berhasil diwujudkan melalui pembiasaan (habit formation), keteladanan pendidik/pelatih (role modelling), kedisiplinan yang terstruktur, dan penyerahan diri secara total kepada ketetapan Allah (tawakal). Penelitian ini menghasilkan sebuah model konseptual teologi olahraga Islam yang memposisikan akidah sebagai landasan teologis-ontologis dan akhlak mulia sebagai manifestasi aksiologisnya di lapangan kompetisi.
GENDERED POWER AND DISCURSIVE CONTROL: WOMEN'S SUBJECTIVITY IN NJO CHEONG SENG'S ZOEBAIDAH Sartika Sari; Lia Lisyati; Umar Mukhtar Siregar
Jurnal Ilmiah Bina Bahasa Vol 19 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Bina Bahasa
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/q2kmbz38

Abstract

This research examines the novel Zoebaidah (1940) by Njo Cheong Seng, a prolific Peranakan Chinese author of the early 20th century. This novel was published amidst the dominance of patriarchal discourse in Peranakan Chinese literature, which was mostly written by men. Using feminist narratology, this study analyzes how narrative techniques focused on characterization, focalization, and dialogue construct female subjectivity and negotiate power relations in the text. The research findings reveal that Zoebaidah is constructed ambiguously. She is presented as an intelligent and powerful woman, but is unable to free herself from cultural and customary control. This restrictive cultural construction is what Zoebaidah fights against. She is shown to have critical awareness and the courage to fight against oppressive structures. Zoebaidah's negotiation of patriarchal authority, her rejection of forced marriage, and her willingness to sacrifice personal interests for the sake of shared peace represent a subversive model of femininity. With these findings, this study offers a counter-discourse on women's freedom, identity, and agency, while articulating a critique of patriarchal structures through the construction of resistive and empowered female characters.
Negotiating Digital Technology and Religious Autonomy among Madrasah Students in Tanjung Morawa, Indonesia Melika Debiyana Putri; Nazwa Aidilia Octa Mevia; Yunanda Rizki Sitompul; Alifya Aisya Widjayani; Umar Mukhtar Siregar
Al Hikmah Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ah.v12i1.30961

Abstract

The increasing use of smartphones and digital religious applications has transformed how young Muslims access religious information and organize daily worship. This study examines patterns of digital technology use and religious autonomy among ninth-grade students at MTs Nurul Iman Tanjung Morawa. Religious autonomy refers to students’ ability to initiate worship, regulate device use during religious activities, and critically evaluate online religious information. The study employed a quantitative descriptive survey supported by open-ended responses. Data were collected from 60 students using a structured questionnaire consisting of Likert-scale items on technological use and religious autonomy. Quantitative data were analyzed through mean scores and percentage distributions, while narrative responses were categorized thematically. The findings show that students rely considerably on smartphones for accessing religious information, reflected in a mean score of 3.68 for seeking religious answers online. However, smartphone use during worship received a low mean score of 1.85. Indicators of religious autonomy were generally high, including worship without reminders, concentration during prayer, verification of online religious information, and the ability to distinguish credible from misleading content. Most respondents viewed smartphones as useful for accessing the Qur’an, prayer schedules, and religious learning materials, although some acknowledged that notifications and social media could cause distraction. These findings suggest that digital technology does not automatically weaken religious autonomy. Instead, students negotiate technology through self-regulation and digital boundaries. This study contributes to discussions on digital religion by showing how young Muslims integrate technology into religious life while maintaining personal responsibility and spiritual discipline.
Cultural Intersection in the Novel "Kuli" by M.H. Szekely Luloofs Sartika Sari; Umar Mukhtar Siregar; Hidayat Herman
ELT (English Language Teaching Prima Journal) Vol. 7 No. 2 (2025): ELT (English Language Teaching Prima Journal)
Publisher : English Language Teaching Prima Journal (ELT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/elt.v7i2.7765

Abstract

This article discusses the representation of cultural intersection in M.H. Szekely-Lulofs' novel Kuli, a colonial text that records the lives of indentured laborers on Deli plantations. Starting from the multi-ethnic historical context of North Sumatra, this research highlights how cross-ethnic encounters—Javanese, Sundanese, Madurese, Betawi, Malay, and even Chinese—are constructed through stereotypes, conflict, and power relations. Lulofs, a Dutch-descended female writer, uses her personal experiences in Deli as both the setting and the medium to depict a fragmented social reality. Utilizing the perspective of literary sociology, the analysis is directed towards two main aspects: first, ethnic diversity as the foundation of Deli society, shaped by migration and colonization; and second, intersectional conflicts arising as a consequence of differences in ethnic identities and representations within the narrative. The novel Kuli presents ethnic stereotypes in layers: Betawi people are depicted as arrogant, Madurese as tough, Sundanese as polite, and even Chinese who are socially and economically marginalized. This stereotype is not only an identity marker but also a source of conflict that culminates in intergroup violence. Inter-ethnic intersection is depicted ambiguously—on one hand, it gives rise to "ship brother" solidarity, while on the other, it triggers exclusion and criminalization. The novel Kuli, therefore, presents plurality as an arena of tension, where ethnic representations operate within a colonial framework that reinforces social hierarchies
Bahasa, Agama, dan Kesadaran Lingkungan: Analisis Konseptual Peran Diskursus Keagamaan dalam Penguatan Ekonomi Berbasis Ekologi Umar Mukhtar Siregar; Hidayat Herman
Management Studies and Business journal Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Januari 2025
Publisher : Yayasan Tri Edukasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63462/ax3wy336

Abstract

Environmental issues and sustainability cannot be separated from the ways societies construct meaning and values through language. In religious societies, religious discourse plays a strategic role in shaping collective environmental awareness and influencing related social practices. This article aims to conceptually analyze the role of language and religious discourse in constructing environmental awareness and its implications for ecology-based socio-economic practices. The study employs a library research method using a critical-conceptual approach to national and international literature on discourse analysis, ecolinguistics, and studies of religion and environment. The findings indicate that religious language functions as a medium of moral legitimation that frames human–nature relationships through narratives, metaphors, and normative categories. Religious discourse emphasizing responsibility, balance, and environmental care contributes to the formation of a more stable and collective ecological awareness. Such awareness can subsequently be translated into social practices, including ecology-based economic activities, which are understood as forms of social praxis culturally and symbolically legitimized through language. This article highlights that linguistic approaches, particularly critical discourse analysis and ecolinguistics, offer significant contributions to understanding religious language as a cultural foundation for social transformation toward environmental sustainability.