Almu'min Almu'min
Universitas PTIQ Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dialektika Epistemik Produktif: Model Integrasi Tafsir Falsafi Barat dalam Pendidikan Islam Kontemporer di Indonesia Almu'min Almu'min; Zainun Kamaluddin Fakih
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 8, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v8i2.8988

Abstract

Pendidikan Islam di Indonesia menghadapi tantangan epistemologis akibat meluasnya pengaruh tafsir falsafi Barat dalam diskursus keilmuan global. Penelitian ini menganalisis implikasi hermeneutika, positivisme logis, dan filsafat postmodern terhadap konstruksi kurikulum, metodologi pembelajaran, dan orientasi nilai dalam pendidikan Islam kontemporer di Indonesia. Pendekatan kualitatif digunakan melalui analisis filosofis-komparatif dan kajian pustaka kritis terhadap sumber-sumber primer dan sekunder dari tradisi keilmuan Islam serta filsafat Barat modern, dengan kerangka integrasi-interkoneksi berbasis ulum al-Qur'an dan tafsir maudu'i sebagai pijakan epistemologis. Penelitian ini menghasilkan tiga kontribusi orisinal: (1) model "dialektika epistemik produktif" yang memetakan titik konflik dan titik temu antara tafsir falsafi Barat dengan epistemologi Islam; (2) kerangka "filter nilai Qur'ani" sebagai instrumen selektif dalam adopsi konsep filosofis Barat tanpa menggeser otoritas wahyu; serta (3) kontekstualisasi temuan dalam lanskap sosio-kultural Indonesia yang belum dikaji dalam literatur tafsir tarbawi sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir falsafi Barat dapat memperkaya metodologi pendidikan Islam bila diadopsi secara kritis, namun berpotensi mendisrupsi fondasi akidah tanpa filter epistemologis berbasis maqasid al-Qur'an. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi filosofis bagi pendidik Muslim dan reformasi kurikulum integratif-kritis berbasis worldview Islam pada lembaga pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Kritik Wacana Tafsir Dakwah Kontemporer di Media Sosial: Urgensi Pendidikan Epistemologi Dakwah Digital Almu'min Almu'min; Muhammad Hariyadi
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 8, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v8i2.8953

Abstract

Dakwah kontemporer di media sosial mengalami tekanan algoritma, viralitas, dan fragmentasi pesan yang berpotensi menggeser substansi nilai Qurani menuju sensasionalisme dan simplifikasi. Penelitian ini menganalisis wacana tafsir Alquran dalam merespons fenomena tersebut menggunakan metode kualitatif berbasis kritik wacana dan analisis teks tafsir klasik-kontemporer. Penelitian mengidentifikasi paradoks epistemologis antara prinsip hikmah, mauizhah hasanah, dan mujadalah billati hiya ahsan dalam QS An-Nahl: 125 dengan praktik dakwah digital yang cenderung mengutamakan metrik keterlibatan daripada transformasi spiritual. Studi ini mengembangkan kerangka hermeneutis kritis untuk mengungkap kesenjangan antara idealitas normatif dakwah Qurani dan realitas performativitasnya di media sosial. Temuan menunjukkan urgensi revitalisasi epistemologi tafsir kontemporer, dengan implikasi edukatif bagi pengembangan kurikulum pendidikan epistemologi dakwah di lembaga-lembaga pendidikan Islam.
Nikah Beda Agama Perspektif Al-Razi dalam Kitab Al-Mahsul sebagai Bagian Pendidikan Hukum Keluarga Islam Almu'min Almu'min; Abdul Muqsith
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 8, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v8i2.8956

Abstract

Penelitian ini mengkaji metodologi usul fikih Al-Fakhr Al-Din Al-Razi (544–606 H) dalam Al-Mahsul fi 'Ilm Usul al-Fiqh, khususnya kaidah bina' al-'amm 'ala al-khass sebagai instrumen ijtihad dalam menyelesaikan kasus nikah beda agama. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis kajian kepustakaan, penelitian ini menganalisis argumentasi Al-Razi bahwa dalil khass memiliki implikasi normatif yang lebih kuat (awla dalalatan) dibanding dalil 'amm, sehingga berfungsi sebagai mukhassish yang determinatif dalam penetapan hukum. Penerapan kaidah ini menghasilkan temuan bahwa QS Al-Maidah: 5 yang membolehkan pria Muslim menikahi wanita Ahlul Kitab merupakan takhsis dari larangan umum QS Al-Baqarah: 221. Kebaruan penelitian ini terletak pada rekonstruksi sistematis kaidah Al-Razi sebagai kerangka metodologis yang belum dieksplisitkan dalam kajian usul fikih kontemporer tentang nikah beda agama. Temuan ini relevan bagi pengembangan pendidikan hukum keluarga Islam yang berbasis metodologi usul fikih klasik secara kritis dan kontekstual.