Pendidikan Islam di Indonesia menghadapi tantangan epistemologis akibat meluasnya pengaruh tafsir falsafi Barat dalam diskursus keilmuan global. Penelitian ini menganalisis implikasi hermeneutika, positivisme logis, dan filsafat postmodern terhadap konstruksi kurikulum, metodologi pembelajaran, dan orientasi nilai dalam pendidikan Islam kontemporer di Indonesia. Pendekatan kualitatif digunakan melalui analisis filosofis-komparatif dan kajian pustaka kritis terhadap sumber-sumber primer dan sekunder dari tradisi keilmuan Islam serta filsafat Barat modern, dengan kerangka integrasi-interkoneksi berbasis ulum al-Qur'an dan tafsir maudu'i sebagai pijakan epistemologis. Penelitian ini menghasilkan tiga kontribusi orisinal: (1) model "dialektika epistemik produktif" yang memetakan titik konflik dan titik temu antara tafsir falsafi Barat dengan epistemologi Islam; (2) kerangka "filter nilai Qur'ani" sebagai instrumen selektif dalam adopsi konsep filosofis Barat tanpa menggeser otoritas wahyu; serta (3) kontekstualisasi temuan dalam lanskap sosio-kultural Indonesia yang belum dikaji dalam literatur tafsir tarbawi sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir falsafi Barat dapat memperkaya metodologi pendidikan Islam bila diadopsi secara kritis, namun berpotensi mendisrupsi fondasi akidah tanpa filter epistemologis berbasis maqasid al-Qur'an. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan penguatan literasi filosofis bagi pendidik Muslim dan reformasi kurikulum integratif-kritis berbasis worldview Islam pada lembaga pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Copyrights © 2026