Yudha Dwi Laksono
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Pemerintah Daerah pada Pendidikan Vokasi di Kota Industri Cilegon: Analisis Kebijakan Pendidikan dalam Mendukung Industri 4.0 Yudha Dwi Laksono; Cucu Atikah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 8, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v8i2.8968

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesiapan strategis Pemerintah Kota Cilegon dalam menyinkronkan pelatihan vokasi dengan tuntutan industri berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026. Sebagai pusat industri utama, Cilegon menghadapi tantangan signifikan berupa pengangguran di kalangan lulusan sekolah menengah yang disebabkan oleh ketidaksesuaian keterampilan yang persisten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah, alokasi anggaran, dan target kinerja yang berkaitan dengan penguatan pendidikan vokasi pada era Industri 4.0. Dengan menggunakan metode analisis kualitatif terhadap RPJMD Kota Cilegon, ditemukan bahwa pemerintah daerah memprioritaskan daya saing SDM melalui program prioritas "25 Ribu Lapangan Kerja". Temuan penelitian menunjukkan adanya alokasi anggaran tahunan yang konsisten sebesar 11 miliar khusus untuk pelatihan berbasis kompetensi dan pemagangan industri. Kebijakan tersebut menetapkan target sertifikasi kompetensi sebesar 80% bagi para pencari kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun kerangka strategis telah terbentuk, efektivitas pelaksanaannya sangat bergantung pada sinergi antara Balai Latihan Kerja dengan kemitraan sektor swasta melalui skema pemagangan. Selain itu, mengingat kewenangan sekolah menengah kejuruan formal berada di bawah pemerintah provinsi, pemerintah kota memfokuskan intervensi pada pelatihan vokasi non-formal untuk menjembatani kesenjangan keahlian. Implikasi dari studi ini menegaskan bahwa penyerapan tenaga kerja yang efektif memerlukan standar sertifikasi terintegrasi yang diakui oleh investor dan industri berskala internasional