Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Jejak Daun Menjadi Karya: Pelatihan Ecoprint Founding Sebagai Media Pembelajaran Berbasis Lingkungan Lola Zeramenda Tarigan; Sisca Sri Dewi; Neni Mulyani
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i2.4520

Abstract

Abstract: Ecoprinting is an environmentally friendly fabric dyeing technique that utilizes natural pigments from plants. However, the use of this technique as an environmentally-based learning medium in schools is still limited, particularly in optimizing the potential of local plants available around students. This community service activity aims to implement the ecoprint pounding technique with students at Alam Leuser Middle School. The approach used included counseling, simulation, training, and evaluation. The counseling provided basic knowledge of the ecoprint method. The results showed that participants successfully implemented the pounding technique using local leaves and plants. The resulting ecoprints have the potential to become superior products. Local plants that produce the sharpest patterns include Centrosema pubescens, Carica papaya leaves, Ricinus communis L., Cosmos sulphureus, and Pinus. However, further training and intensive mentoring are still needed to improve product quality. This activity is expected to increase students' creativity in using environmental resources as learning tools. This activity introduces simple and easily marketable creative economic ideas. In addition, this activity raises students' awareness of the use of natural materials in textile arts, thereby supporting environmental conservation. Keywords: ecoprint; leaf footprint; environment; learning media; pounding technique Abstrak: Ecoprint merupakan teknik pewarnaan kain ramah lingkungan yang memanfaatkan pigmen alami dari tumbuhan. Namun, pemanfaatan teknik ini sebagai media pembelajaran berbasis lingkungan di sekolah masih terbatas, khususnya dalam mengoptimalkan potensi tumbuhan lokal yang tersedia di sekitar peserta didik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknik menumbuk ecoprint dengan siswa di SMP Alam Leuser. Pendekatan yang digunakan meliputi penyuluhan, simulasi, pelatihan, dan evaluasi. Penyuluhan memberikan pengetahuan dasar tentang metode ecoprint. Hasilnya menunjukkan bahwa peserta berhasil melakukan teknik menumbuk menggunakan daun dan tumbuhan lokal. Ecoprint yang dihasilkan berpotensi menjadi produk unggulan. Tumbuhan lokal yang menghasilkan pola paling tajam antara lain Centrosema pubescens, daun Carica papaya, Ricinus communis L, Cosmos sulphureus dan Pinus. Namun, pelatihan lebih lanjut dan pendampingan intensif masih diperlukan untuk meningkatkan kualitas produk. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam menggunakan sumber daya lingkungan sebagai alat pembelajaran. Kegiatan ini memperkenalkan ide-ide ekonomi kreatif yang sederhana dan mudah dipasarkan. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesadaran siswa tentang penggunaan bahan alami dalam seni tekstil, sehingga mendukung konservasi lingkungan. Kata kunci: ecoprint; jejak daun; lingkungan; media pembelajaran; tehnik pounding
IMPLEMENTASI PENDEKATAN DEEP LEARNING BERBASIS MINI MARKET TRADISIONAL DALAM PEMBELAJARAN IPA Lola Zeramenda Tarigan; M. Iqbal Haitame Tambunan; Febby Madona Yuma; Armaya Sari; Andrean Tobing
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6759

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of a traditional mini-market based deep learning approach in science instruction regarding measurement topics at SMP Negeri 4 Tebing Tinggi. The study employed a qualitative approach with a case study design. Research subjects consisted of a science teacher and students selected through purposive sampling. Data were collected via participant observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with validity ensured through source and technique triangulation. The results revealed three key findings: (1) the deep learning approach was optimally implemented through contextual learning involving hands-on measurement activities; (2) utilizing a traditional mini-market as a learning resource provided an authentic experience that reinforced the understanding of measurement concepts and unit conversions; and (3) the approach positively impacted students' measurement skills, numeracy literacy, active engagement, and ability to connect science concepts to daily life. Thus, the traditional mini-market-based deep learning approach serves as an effective, contextual, and meaningful alternative for science instruction, supporting students' mastery of concepts alongside their practical application skills. Keywords: deep learning; science instruction; traditional mini-market; measurement; numeracy literacy   Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pendekatan deep learning berbasis mini market tradisional dalam pembelajaran IPA pada materi pengukuran di SMP Negeri 4 Tebing Tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru IPA dan siswa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan menjamin keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama, yaitu: (1) pendekatan deep learning telah diimplementasikan secara optimal melalui pembelajaran kontekstual yang melibatkan aktivitas pengukuran secara langsung; (2) pemanfaatan mini market tradisional sebagai sumber belajar memberikan pengalaman autentik yang memperkuat pemahaman konsep pengukuran dan konversi satuan; dan (3) pendekatan tersebut berdampak positif terhadap keterampilan pengukuran, literasi numerasi, keaktifan, serta kemampuan siswa menghubungkan konsep IPA dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pendekatan deep learning berbasis mini market tradisional menjadi alternatif pembelajaran IPA yang efektif, kontekstual, dan bermakna dalam mendukung penguasaan konsep sekaligus keterampilan aplikatif siswa. Kata kunci: deep learning; pembelajaran IPA; mini market tradisional; pengukuran; literasi numerasi