Ratna Citra Agustina
STKIP Andi Matappa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa: Kajian Literatur Hastuti; Ratna Citra Agustina; Iki Yusran
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/9rns5d68

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor internal yang banyak dikaji dalam literatur pendidikan karena perannya dalam mendukung pencapaian hasil belajar siswa. Temuan empiris mengenai hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar masih tersebar dan beragam antarjenjang serta konteks pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis temuan-temuan penelitian terdahulu terkait pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa melalui pendekatan kajian literatur. Penelitian ini menggunakan metode literature review kualitatif dengan menyeleksi artikel-artikel relevan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Analisis data dilakukan melalui proses pengelompokan, perbandingan, dan sintesis tematik guna mengidentifikasi pola umum, variasi temuan, serta implikasi konseptual dari studi-studi yang dikaji. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi belajar secara konsisten berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa lintas jenjang pendidikan dan bidang studi. Sintesis tematik mengungkap bahwa pengaruh motivasi belajar tidak hanya bersifat langsung, tetapi juga bekerja melalui mekanisme tidak langsung, seperti keterlibatan dan aktivitas belajar siswa. Meskipun besaran kontribusi motivasi belajar bervariasi antarstudi, pola temuan yang konsisten menegaskan perannya sebagai prediktor penting pencapaian akademik. Kajian ini berkontribusi dengan mengintegrasikan temuan empiris yang sebelumnya terfragmentasi, sehingga memperkaya pemahaman konseptual mengenai peran motivasi belajar dalam konteks pendidikan formal dan memberikan dasar bagi penelitian lanjutan yang lebih sistematis.
Peran Konselor dalam Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Antarbudaya: Tinjauan Literatur Ratna Citra Agustina; Sitti Hajar; Aslhifatul Khatima; Anisyah Afrianti Yusuf; Ahmad Yusuf
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 2 No. 3 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran (Issue in Press)
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/907ph863

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan peran konselor dalam meningkatkan keterampilan komunikasi antarbudaya klien, intervensi konseling yang dilaporkan dalam literatur beserta kekuatan buktinya, serta tantangan yang dihadapi konselor. Penelitian menggunakan desain tinjauan literatur (literature review) naratif-integratif. Penelusuran dilakukan pada Google Scholar, Garuda, dan DOAJ dengan kata kunci berbahasa Indonesia dan Inggris untuk publikasi 2016-2026; seleksi mengikuti kriteria inklusi dan eksklusi dan dilaporkan dengan diagram alir PRISMA 2020. Sebanyak 19 publikasi berlatar Indonesia dikaji melalui tahap organize, synthesize, dan identify, lalu dibandingkan dengan tinjauan internasional. Literatur mengindikasikan empat peran utama konselor, yaitu fasilitator kesadaran budaya, pendidik kompetensi antarbudaya, mediator kesalahpahaman antarbudaya, dan pembangun hubungan terapeutik yang sensitif budaya; peran advokat baru muncul sebagai indikasi terbatas. Intervensi yang dilaporkan meliputi experiential learning, konseling kelompok berpendekatan multikultural, layanan konseling lintas budaya dan agama, restrukturisasi kognitif, dan konseling singkat berfokus solusi. Namun, sebagian besar bukti berasal dari kajian konseptual, studi kasus, atau desain tanpa kelompok kontrol, dan belum ada studi yang mengukur keterampilan komunikasi antarbudaya secara langsung. Tantangan yang dilaporkan meliputi Keterbatasan pengetahuan dan sensitivitas budaya konselor, Kesulitan mengadaptasi strategi dan teknik konseling dengan latar budaya klien, Hambatan bahasa dan stereotip, Risiko pelanggaran etika akibat pemaksaan nilai budaya konselor, Keterbatasan dukungan institusional, dana, dan sarana, Stigma sosial terhadap kelompok klien minoritas. Tinjauan ini menawarkan peran, intervensi, dan tantangan berbasis kompetensi konseling multikultural dan merekomendasikan studi intervensi terkontrol dengan instrumen keterampilan komunikasi antarbudaya yang tervalidasi.