Iki Yusran
STKIP Andi Matappa

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa: Kajian Literatur Hastuti; Ratna Citra Agustina; Iki Yusran
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/9rns5d68

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor internal yang banyak dikaji dalam literatur pendidikan karena perannya dalam mendukung pencapaian hasil belajar siswa. Temuan empiris mengenai hubungan antara motivasi belajar dan hasil belajar masih tersebar dan beragam antarjenjang serta konteks pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis temuan-temuan penelitian terdahulu terkait pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa melalui pendekatan kajian literatur. Penelitian ini menggunakan metode literature review kualitatif dengan menyeleksi artikel-artikel relevan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Analisis data dilakukan melalui proses pengelompokan, perbandingan, dan sintesis tematik guna mengidentifikasi pola umum, variasi temuan, serta implikasi konseptual dari studi-studi yang dikaji. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi belajar secara konsisten berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa lintas jenjang pendidikan dan bidang studi. Sintesis tematik mengungkap bahwa pengaruh motivasi belajar tidak hanya bersifat langsung, tetapi juga bekerja melalui mekanisme tidak langsung, seperti keterlibatan dan aktivitas belajar siswa. Meskipun besaran kontribusi motivasi belajar bervariasi antarstudi, pola temuan yang konsisten menegaskan perannya sebagai prediktor penting pencapaian akademik. Kajian ini berkontribusi dengan mengintegrasikan temuan empiris yang sebelumnya terfragmentasi, sehingga memperkaya pemahaman konseptual mengenai peran motivasi belajar dalam konteks pendidikan formal dan memberikan dasar bagi penelitian lanjutan yang lebih sistematis.
Literature Review Efektivitas Cognitive Behavioral Therapy dalam Mengurangi Kecemasan Berbicara di Depan Kelas Firda Yuliani; Murni; Iki Yusran
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/ryzvs422

Abstract

Kecemasan berbicara merupakan masalah psikologis yang sering dialami mahasiswa dan memengaruhi kemampuan komunikasi serta kinerja akademik. Kondisi ini muncul ketika individu harus menyampaikan pendapat atau melakukan presentasi di hadapan orang lain. Meskipun pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) telah banyak digunakan untuk menangani berbagai bentuk kecemasan, kajian literatur yang secara khusus membahas efektivitas CBT dalam mengatasi kecemasan berbicara di depan kelas dalam konteks pendidikan masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas layanan konseling dengan pendekatan CBT dalam menurunkan kecemasan berbicara di depan kelas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain narrative literature review. Sebanyak 20 artikel jurnal ilmiah yang telah melalui proses peer-review dan diterbitkan pada rentang tahun 2021-2025 dianalisis secara sistematis. Sumber literatur diperoleh dari beberapa basis data akademik, yaitu Google Scholar, Microsoft Academic, ScienceDirect, dan Directory of Open Access Journals (DOAJ). Kriteria inklusi meliputi penelitian empiris yang dilakukan dalam konteks pendidikan, studi yang menggunakan CBT sebagai intervensi utama, serta artikel yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah bereputasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi kualitatif untuk mengidentifikasi teknik CBT yang digunakan, faktor penyebab kecemasan, serta hasil intervensi yang dilaporkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi konseling berbasis CBT efektif dalam menurunkan kecemasan berbicara di depan kelas melalui teknik restrukturisasi kognitif dan latihan paparan perilaku secara bertahap. Beberapa penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri serta partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran setelah mengikuti intervensi CBT. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan CBT berpotensi diintegrasikan secara sistematis dalam layanan bimbingan dan konseling di lingkungan pendidikan untuk membantu peserta didik mengatasi kecemasan komunikasi akademik.
Implementasi Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Siri’ Pada Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Bone Muh. Taufiq Halim Halim; Umi Ayu Lestari; Iki Yusran; Irawati Safitri
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 3 (2026): September-Desember 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.3.2026.9715

Abstract

Character education in elementary schools often faces challenges due to its conventional and incidental implementation, leading to low moral retention among students. This study aims to examine the implementation of a local content character education curriculum based on the Buginese Siri' culture at an elementary school in Bone Regency, explicitly exploring its implementation patterns, teacher challenges, and internalized values. This study employed a qualitative approach with a Grounded Theory design. Data were collected at SD Negeri 185 Mario through in-depth interviews, direct observations, and documentation involving the principal, a fifth-grade teacher, and students, and were analyzed systematically using open, axial, and selective coding. The findings reveal a significant pedagogical shift from spontaneous, teacher-centered moral lectures which often resulted in student boredom and time allocation conflicts to a structured curriculum utilizing specific textbooks and audio-visual media. This student-centered approach successfully transformed abstract philosophical concepts into practical ethical boundaries. Furthermore, the study confirmed the successful internalization of three core Siri' values in students' daily behavior: Masiri' (ethical awareness and constructive shame for wrongdoing), Sipakatau (humanizing and respecting peers during social interactions), and Sipakalebbi (honoring others through collaborative classroom agreements). The findings suggest that integrating Siri’ cultural values into a structured local content curriculum can provide a contextual framework for character education and support the manifestation of local cultural values in students’ everyday classroom practices.