Recha Anggraini
Universitas Bina Sarana Informatika

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan SAW Untuk Sistem Seleksi Rumah Tidak Layak Huni (Studi Kasus Kelurahan Kertasari) Dini Silvi Purnia; Recha Anggraini; Lilis Sintia; Bambang Kelana Simpony
Evolusi : Jurnal Sains dan Manajemen Vol. 13 No. 2 (2025): Periode September 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Kabupaten Banyumas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/evolusi.v13i2.8297

Abstract

Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) merupakan program yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah di Indonesia, termasuk di Kelurahan Kertasari Ciamis. Tujuan utama dari program bantuan ini adalah untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dalam hal keadaan bangunan, luas bangunan minimum, dan kesehatan penghuninya. Namun, di Kelurahan Kertasari Ciamis, penentuan penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni masih dilakukan secara manual dan sistem seleksinya tidak transparan, sehingga sasaran yang tepat tidak tercapai. Oleh karena itu, tujuan dari tugas akhir ini adalah untuk membantu dan memudahkan Kelurahan Kertasari dalam menentukan atau menyeleksi calon penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni agar lebih transparan dan lebih tepat sasaran. Metode yang digunakan dalam proses penyeleksian ini adalah metode SAW (Simple Additive Weighting) untuk pengambilan keputusan yang lebih mudah. Hasil dari penelitian ini menghasilkan sebuah rancangan aplikasi yang dapat digunakan untuk menentukan penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni di Kelurahan Kertasari Ciamis. Aplikasi ini memiliki tingkat keberhasilan 90% dalam memberikan keputusan yang tepat dan akurat. Dengan adanya sistem seleksi menggunakan metode SAW dan aplikasi yang transparan, diharapkan program bantuan RTLH dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Hal ini akan memastikan bahwa bantuan RTLH tepat sasaran dan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.