Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya I Wayan Muliana; I Made Suyasa; Ni Wayan Gateri
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 7 No 2 (2023): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v7i2.1065

Abstract

Pemulihan pembelajaran tatap muka pascapandemi Covid-19 menjadi sangat penting dan wajib bagi satuan pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan untuk mendukung pembangunan dibidangnya, sebagai solusi dari dampak ketertinggalan pembelajaran (learning loss) selama pandemi. Pascapandemi Covid-19 saat ini memerlukan perubahan pola belajar peserta didik dari pembelajaran jarak jauh ke pembelajaran tatap muka terutama pada SMA Negeri di Kota Palangka Raya. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMA Negeri Kota Palangka Raya pascapandemi Covid-19. Deskripsi dan analisis ini sangat penting karena terjadi perubahan metode dan model pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti masa pandemi Covid-19 ke pascapandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teori kognitif digunakan untuk memecahkan masalah manajemen perencanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Teori behavioristik digunakan untuk memecahkan masalah manajemen pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Teori Humanistik digunakan untuk memecahkan masalah manajemen evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri Kota Palangka Raya. Informan penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, dan Peserta Didik mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti. Hasil analisis diperoleh kesimpulan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pascapandemi Covid-19 di SMA Negeri kota Palangka Raya, manajemen perencanaan pembelajaran berjalan baik berdasarkan teori kognitif yaitu sesuai pengetahuan dan kemampuan untuk proses perencanaan yang baik oleh kepala sekolah, guru, dan peserta didik dalam merencanakan dan mempersiapkan pembelajaran; manajemen pelaksanaan pembelajaran berjalan baik menurut teori behavioristik yang menekankan penguatan secara positif proses pembelajaran sesuai dengan perangkat pembelajaran, aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran, pemanfaatan alat, dan bahan yang dipergunakan dalam pembelajaran, serta pengalaman peserta didik dalam memperoleh ilmu pengetahuan; manajemen evaluasi pembelajaran telah berjalan baik sesuai dengan teori humanistik yaitu supervisi mengutamakan pendekatan personal oleh kepala sekolah, tercapainya tujuan pembelajaran melalui penilaian dan asesmen oleh guru, pemanfaatan sarana dan sarana serta moda pelaksanaan ulangan/penilaian oleh peserta didik. Saran yang disampaikan dalam penelitian ini yang berkaitan dengan manajemen perencanaan pembelajaran, manajemen pelaksanaan pembelajaran, dan manajemen evaluasi pembelajaran ditujukan kepada beberapa pihak, antara lain: kepala sekolah, guru Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, peserta didik, dan satuan pendidikan.