Amran Liemin
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIVITAS SISTEM PENDAFTARAN SIDI JARI AK-23 ONLINE DI SATUAN RESERSE KRIMINAL POLRES MOROWALI Amran Liemin; Dewi Cahyawati Abdullah; Mini Mini
SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik Vol. 1 No. 2 (2025): SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik
Publisher : SANTINA: Jurnal Manajemen dan Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan sistem pendaftaran sidik jari AK-23 online di Satuan Reserse Kriminal Polres Morowali. Fokus kajian diarahkan pada kejelasan tujuan, strategi pelaksanaan, ketersediaan sarana dan prasarana, efektivitas serta efisiensi, hingga sistem pengawasan dan pengendalian. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap aparat kepolisian dan masyarakat pengguna layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem AK-23 online memiliki tujuan yang jelas, yaitu memangkas birokrasi dan mempercepat pelayanan pendaftaran sidik jari. Strategi implementasi dinilai cukup baik melalui pelatihan petugas, peningkatan infrastruktur, dan sosialisasi kepada masyarakat. Namun, ketersediaan sarana dan prasarana masih menjadi kendala utama, terutama terkait jaringan internet yang tidak stabil serta perangkat sidik jari yang mulai usang. Dari sisi efektivitas dan efisiensi, sistem ini terbukti lebih cepat dan praktis dibanding metode manual, meskipun masih dipengaruhi oleh faktor teknis. Sementara itu, aspek pengawasan dan pengendalian dinilai belum optimal karena kurangnya mekanisme pelaporan dan pengaduan yang jelas. Dengan demikian, penerapan sistem AK-23 online di Polres Morowali dapat dikategorikan efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, meskipun masih membutuhkan penguatan infrastruktur teknologi, peningkatan kapasitas aparat, serta pengawasan yang lebih ketat agar sistem dapat berjalan secara optimal.