This Author published in this journals
All Journal JPSB
Leni Rahman
Universitas Halu Oleo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : JPSB

PEMBELAJARAN SENI KRIYA ANYAM O BORU PADA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 WAWOTOBI KABUPATEN KONAWE Leni Rahman; La Yani Konisi; Sumiman Udu
Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2023): JPSB (Jurnal Pembelajaran Seni dan Budaya)
Publisher : PT. CASA CENDEKIA MEDIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66225/zh5pm196

Abstract

Pembelajaran seni kriya di sekolah memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan, kreativitas, serta apresiasi siswa terhadap budaya lokal. Salah satu bentuk kriya tradisional yang memiliki nilai estetika dan fungsi budaya adalah anyaman O Boru yang berkembang dalam kehidupan masyarakat di Kabupaten Konawe. Integrasi kerajinan tradisional dalam pembelajaran seni budaya di sekolah menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kearifan lokal kepada generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pembelajaran seni kriya anyam O Boru pada siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Wawotobi Kabupaten Konawe serta menggambarkan keterlibatan siswa dan hasil karya yang dihasilkan dalam proses pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru mata pelajaran seni budaya serta siswa kelas XI IPA sebagai subjek penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni kriya anyam O Boru dilaksanakan melalui tahapan pengenalan materi, demonstrasi teknik menganyam, praktik pembuatan karya, serta evaluasi hasil karya siswa. Keterlibatan siswa dalam kegiatan praktik menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menganyam, meskipun tingkat kerapian dan konsistensi pola masih bervariasi. Pembelajaran ini juga memberikan pengalaman belajar yang memungkinkan siswa memahami nilai budaya yang terkandung dalam kerajinan tradisional. Dengan demikian, pembelajaran seni kriya berbasis kearifan lokal berkontribusi dalam mengembangkan kreativitas siswa sekaligus memperkuat kesadaran budaya di lingkungan sekolah.