Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Komparatif Penafsiran Ayat Jihad Pada Tafsir Fi Zhilalil Qur'an dan Al-Manar Jahira Salsabila Nurul Imam; Edi Komarudin; Asep Ahmad Fathurrohman
Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies Vol. 5 No. 1 (2026): JUQUTS: Journal of Ulumul Quran and Tafsir Studies
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/q6w91d47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif penafsian Sayyid Quthb dalam Fi Zhilal al-Qur'an dan Rashid Rida dalam Tafsir Al-Manar terhadap QS. Al-Anfal ayat 72-75, Khususnya mengenai konsep jihad, hijrah, dan solidaritas umat. Penelitian ini berupaya menyingkap perbedaan metodologi, corak, dan orientasi kedua mufassir dalam memahami makna jihad serta implikasinya terhadap kehidupan sosial keagamaan umat Islam modern. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sayyid Quthb menafsirkan jihad secara universal dan ideologis , sebagai perjuangan abadi menegakkan sistem Allah di muka bumi. Corak tafsir nya bersifat Haraki dan Tarbawi, menekankan dimensi spiritual dan perjuangan sosial. Sedangkan Rashid Rida menafsirkan jihad secara historis dan dalam tinjauan hukum, dengan pendekatan islahi (reformis) yang menekankan perubahan tatanan sosial dan hukum umat Islam sesuai perkembangan zaman. Keduanya sepakat bahwa iman, hijrah, dan jihad  merupakan pilar utama dalam pembentukan masyarakat islam, namun keduanya berbeda dalam menafsirkan bentuk aktualisasi jihad di era modern. Penelitian ini berkesimpulan bahwa Fi Zhilalil Qur'an merepresentasikan tafsir revivalis - ideologis, sedangkan al-Manar mencerminkan tafsir reformis - rasional dalam wacana tafsir modern.
A Gender-Just Perspective on the Qur’anic Narrative of Adam and Eve: Creation, Relationality, and Descent to Earth Jahira Salsabila Nurul Imam
Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak Vol. 20 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/yinyang.v20i2.15517

Abstract

This study reexamines the Qur’anic narrative of the creation, relationship, and descent to earth of Adam and Eve through a gender-just interpretive framework. Classical interpretations have often portrayed women as secondary beings or as the primary cause of humanity’s misfortune, views largely shaped by patriarchal assumptions rather than grounded in the Qur’anic text itself. Employing a literature-based qualitative approach and a thematic exegesis (tafsīr maudhu‘ī), this study examines key Qur’anic verses including Surah 4:1, 7:11–27, 20:115–122, and 39:6, by comparing traditional exegetical perspectives with contemporary gender-sensitive interpretations. The findings demonstrate that the Qur’an affirms the ontological equality of men and women through the concept of nafs wāḥidah (a single shared essence) and does not attribute exclusive responsibility for humanity’s earthly descent to Eve. This article contributes to Qur’anic gender studies by reconstructing the Adam–Eve narrative as one that emphasizes collective moral responsibility and mutuality, in accordance with the Qur’an’s broader principles of justice, reciprocity, and gender equality.