Ulat grayak jagung (Spodoptera frugiperda) merupakan hama invasif utama yang menimbulkan kerusakan serius pada pertanaman jagung di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi dan intensitas serangan S. frugiperda pada tiga varietas jagung, yaitu Bonanza F1, Kumala F1, dan NK 212. Penelitian dilaksanakan pada Juli–November 2025 di Desa Sebalo, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan enam ulangan. Pengamatan dilakukan pada umur tanaman 2–8 minggu setelah tanam (MST) dengan lima tanaman sampel per petak. Parameter yang diamati meliputi populasi larva, persentase dan intensitas serangan, serta berat tongkol jagung. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), uji Kruskal–Wallis, dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi larva S. frugiperda mulai terdeteksi pada umur 2 MST dan mencapai puncak pada umur 3–4 MST, kemudian menurun pada umur selanjutnya. Populasi larva antar varietas umumnya tidak berbeda nyata pada sebagian besar umur pengamatan. Persentase dan intensitas serangan tertinggi terjadi pada umur 4–5 MST dengan kategori ringan hingga sedang. Varietas Kumala F1 menunjukkan intensitas serangan terendah, sedangkan Bonanza F1 menunjukkan persentase serangan tertinggi. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif kuat antara intensitas serangan dan berat tongkol jagung (r = 0,808). Varietas NK 212 menunjukkan toleransi yang lebih baik terhadap serangan S. frugiperda dan mampu mempertahankan hasil panen. Disimpulkan bahwa tingkat serangan S. frugiperda dipengaruhi oleh fase pertumbuhan tanaman dan karakter genetik varietas.