Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KEBERADAAN NEMATODA ENTOMOPATOGEN (NEP) PADA PERTANAMAN HORTIKULTURA DI LAHAN GAMBUT DENGAN FREKUENSI APLIKASI PESTISIDA YANG BERBEDA Kurnia Sari; Indri Hendarti; Tris Haris Ramadhan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i3.34349

Abstract

Kurnia Sari (1) Indri Hendarti (2) Tris Haris Ramadhan (2)(1)students of Agriculture Faculty(2)Lectures of Agriculture Faculty, Tanjungpura University Pontianak Email: kurnia_sari94@yahoo.com ABSTRACT Entomopathogenic nematodes are types of biological agents that live on the ground. The population can decrease exposure to chemicals in the form of pesticides that are too frequent. This study aims to determine the population density of EPN on peat land used for horticultural agriculture with the intensity of application of low, medium, and high pesticides (PI). The design of this study uses a Completely Randomized Design (CRD) with 3 preparations, and 15 replications, so that 45 samples will be obtained. Research parameters regarding bait insect mortality, population of NEP / ml, collection of NEP morphology, biochemical collection of bacterial symbionts, and soil analysis.                The results showed that the highest PI was 51.7%, the lowest NEP density was 551 JI / ml and the lowest NEP diversity was only Steinernema carpocapsae. While on medium PI land and low PI land. mortality larvae reached 80.67 % and 78.7 %, and populations of 1.112 JI /ml and 752 JI / ml. The highest diversity was found in the medium PI land with two types of NEP, namely Steinernema carpocapsae and Heterorhabditis bacteriophora. While the abundance of the population of Steinernema carpocapsae is on low PI land. Keywords: NEP, Pesticide Intensity (PI), mortality, population. 
Effectiveness of Calcium Fertilizer on Tomatoes (Lycopersicum esculentum Mill.) Growth and Yield in Alluvial Soil: Efektivitas Pupuk Kalsium terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) di Tanah Aluvial Wiwik Ardianti; Tris Haris Ramadhan; Wasi’an
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 14 No 1 (2025): Agrifarm Juli
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v14i1.3628

Abstract

Pengaplikasian pupuk kalsium pada tanah aluvial diharapkan mampu meningkatkan kesuburam tanam untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman tomat. Tujuan penelitian untuk mengatahui peran pupuk kalsium, serta untuk mendapatkan dosis yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah aluvial. Penelitian dilakukan di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, dari bulan April sampai Agustus 2025. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok satu faktor. Faktor perlakuan yang digunakan yakni taraf dosis pupuk kalsium (tanpa pupuk kalsium, 5 g L-1, 10 g L-1, 15 g L-1, 20 g L-1), masing-masing perlakuan ditetapkan ulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kalsium yang diaplikasikan dalam penelitian ini berperan dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil hasil tanaman tomat pada tanah aluvial, dimana pada taraf 5 g L-1 secara signifikan efektif terhadap peningkatan berat kering tanaman dan jumlah buah, sedangkan untuk hasil berat buah per tanaman taraf pupuk kalsium yang efektif yaitu sebanyak 10 g L-1. Kata Kunci: produktivitas tomat, pupuk kalsium, tanah aluvial alluvial soil
Improving the Productivity of Hybrid Maize through Soil Ameliorant and NPK Fertilizer Applications on Ultisols: Peningkatan Produktivitas Jagung Hibrida melalui Pengaplikasian Amelioran dan Pupuk NPK pada Tanah Ultisol Kartini Kartini; Tris Haris Ramadhan; Iwan Sasli
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 14 No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v14i2.3726

Abstract

Pengaplikasian amelioran dan pupuk NPK pada tanah ultisol dapat meningkatkan kualitas tanah secara fisik dan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran amelioran dan pemupukan NPK dalam meningkatkan produktivitas jagung hibrida pada tanah ultisol. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial. Perlakuan amelioran sebagai faktor pertama dengan 4 taraf yaitu a0, tanpa amelioran; a1, biochar sekam padi 5 ton ha-1; a2, lumpur sawit 5 ton ha-1; a3, gabungan biochar sekam padi dan lumpur sawit 10 ton ha-1. Pemupukan NPK sebagai faktor kedua yang terdiri dari 5 taraf yaitu p0, tanpa pupuk NPK; p1, 150 kg ha-1; p2, 200 kg ha-1; p3, 250 kg ha-1; p4, 300 kg ha-1. Hasil penelitian diperoleh bahwa interaksi perlakuan amelioran dan pemupukan NPK dapat meningkatkan variabel tinggi tanaman, diameter tongkol serta panjang tongkol. Perlakukan pemupukan dapat meningkatkan volume akar, berat pipilan basah, dan berat kering pipil. Perlakuan amelioran dapat meningkatkan variabel volume akar. Perlakuan NPK 150 kg ha-1 serta gabungan biochar sekam padi 5 ton ha-1 dan lumpur sawit 5 ton ha-1 merupakan dosis terbaik yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman jagung pada tanah ultisol. Kata kunci: amelioran, kesuburan tanah, produksi jagung, tanah ultisol
PERBANDINGAN PERTUMBUHAN POPULASI TRIBOLIUM spp. DAN SIFAT FISIK LIMA JENIS TEPUNG Mia Ardina; Tris Haris Ramadhan; Edy Syahputra
Publikasi Informasi Pertanian Vol 22 No 1 (2026): Issue in Progress
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tribolium spp. merupakan salah satu hama gudang yang sering menyerang produk tepung selama penyimpanan dan menyebabkan penurunan kualitas serta kuantitas bahan pangan. Perbedaan jenis tepung diduga memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan Tribolium spp. karena adanya variasi kandungan nutrisi, kadar air, dan sifat fisik media pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan populasi larva, pupa, dan imago Tribolium spp. pada lima jenis tepung, yaitu tepung gandum, tepung jagung, tepung tapioka, tepung kacang hijau, dan tepung ketan putih. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama tiga bulan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Setiap unit percobaan terdiri atas 250 g tepung yang diinfestasi 10 pasang imago Tribolium spp. berumur 7–14 hari. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan populasi larva, pupa, dan imago, berat dan panjang imago, persentase susut berat tepung, serta kadar air bahan sebelum dan sesudah penelitian. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan Mann–Whitney untuk data nonparametrik, serta analisis ragam (ANOVA) dan uji DMRT untuk data parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tepung berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan populasi Tribolium spp. pada seluruh stadia perkembangan. Tepung gandum menghasilkan pertumbuhan populasi tertinggi, sedangkan tepung tapioka dan tepung ketan putih tidak mampu mendukung perkembangan hingga fase imago. Hasil ini menunjukkan bahwa perbedaan kandungan nutrisi, kadar air, dan tekstur media pakan eberhasilan perkembangan Tribolium spp.
POPULASI DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA ULAT GRAYAK JAGUNG (Spodoptera frugiperda) PADA TIGA VARIETAS TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Serly Afrilyana; Tris Haris Ramadhan; Indri Hendarti
Publikasi Informasi Pertanian Vol 22 No 1 (2026): Issue in Progress
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulat grayak jagung (Spodoptera frugiperda) merupakan hama invasif utama yang menimbulkan kerusakan serius pada pertanaman jagung di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi dan intensitas serangan S. frugiperda pada tiga varietas jagung, yaitu Bonanza F1, Kumala F1, dan NK 212. Penelitian dilaksanakan pada Juli–November 2025 di Desa Sebalo, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan enam ulangan. Pengamatan dilakukan pada umur tanaman 2–8 minggu setelah tanam (MST) dengan lima tanaman sampel per petak. Parameter yang diamati meliputi populasi larva, persentase dan intensitas serangan, serta berat tongkol jagung. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), uji Kruskal–Wallis, dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi larva S. frugiperda mulai terdeteksi pada umur 2 MST dan mencapai puncak pada umur 3–4 MST, kemudian menurun pada umur selanjutnya. Populasi larva antar varietas umumnya tidak berbeda nyata pada sebagian besar umur pengamatan. Persentase dan intensitas serangan tertinggi terjadi pada umur 4–5 MST dengan kategori ringan hingga sedang. Varietas Kumala F1 menunjukkan intensitas serangan terendah, sedangkan Bonanza F1 menunjukkan persentase serangan tertinggi. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif kuat antara intensitas serangan dan berat tongkol jagung (r = 0,808). Varietas NK 212 menunjukkan toleransi yang lebih baik terhadap serangan S. frugiperda dan mampu mempertahankan hasil panen. Disimpulkan bahwa tingkat serangan S. frugiperda dipengaruhi oleh fase pertumbuhan tanaman dan karakter genetik varietas.