Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Effectiveness of Calcium Fertilizer on Tomatoes (Lycopersicum esculentum Mill.) Growth and Yield in Alluvial Soil: Efektivitas Pupuk Kalsium terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) di Tanah Aluvial Wiwik Ardianti; Tris Haris Ramadhan; Wasi’an
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 14 No 1 (2025): Agrifarm Juli
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v14i1.3628

Abstract

Pengaplikasian pupuk kalsium pada tanah aluvial diharapkan mampu meningkatkan kesuburam tanam untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman tomat. Tujuan penelitian untuk mengatahui peran pupuk kalsium, serta untuk mendapatkan dosis yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah aluvial. Penelitian dilakukan di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, dari bulan April sampai Agustus 2025. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok satu faktor. Faktor perlakuan yang digunakan yakni taraf dosis pupuk kalsium (tanpa pupuk kalsium, 5 g L-1, 10 g L-1, 15 g L-1, 20 g L-1), masing-masing perlakuan ditetapkan ulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk kalsium yang diaplikasikan dalam penelitian ini berperan dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil hasil tanaman tomat pada tanah aluvial, dimana pada taraf 5 g L-1 secara signifikan efektif terhadap peningkatan berat kering tanaman dan jumlah buah, sedangkan untuk hasil berat buah per tanaman taraf pupuk kalsium yang efektif yaitu sebanyak 10 g L-1. Kata Kunci: produktivitas tomat, pupuk kalsium, tanah aluvial alluvial soil
Improving the Productivity of Hybrid Maize through Soil Ameliorant and NPK Fertilizer Applications on Ultisols: Peningkatan Produktivitas Jagung Hibrida melalui Pengaplikasian Amelioran dan Pupuk NPK pada Tanah Ultisol Kartini Kartini; Tris Haris Ramadhan; Iwan Sasli
Agrifarm : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 14 No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/ajip.v14i2.3726

Abstract

Pengaplikasian amelioran dan pupuk NPK pada tanah ultisol dapat meningkatkan kualitas tanah secara fisik dan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran amelioran dan pemupukan NPK dalam meningkatkan produktivitas jagung hibrida pada tanah ultisol. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial. Perlakuan amelioran sebagai faktor pertama dengan 4 taraf yaitu a0, tanpa amelioran; a1, biochar sekam padi 5 ton ha-1; a2, lumpur sawit 5 ton ha-1; a3, gabungan biochar sekam padi dan lumpur sawit 10 ton ha-1. Pemupukan NPK sebagai faktor kedua yang terdiri dari 5 taraf yaitu p0, tanpa pupuk NPK; p1, 150 kg ha-1; p2, 200 kg ha-1; p3, 250 kg ha-1; p4, 300 kg ha-1. Hasil penelitian diperoleh bahwa interaksi perlakuan amelioran dan pemupukan NPK dapat meningkatkan variabel tinggi tanaman, diameter tongkol serta panjang tongkol. Perlakukan pemupukan dapat meningkatkan volume akar, berat pipilan basah, dan berat kering pipil. Perlakuan amelioran dapat meningkatkan variabel volume akar. Perlakuan NPK 150 kg ha-1 serta gabungan biochar sekam padi 5 ton ha-1 dan lumpur sawit 5 ton ha-1 merupakan dosis terbaik yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman jagung pada tanah ultisol. Kata kunci: amelioran, kesuburan tanah, produksi jagung, tanah ultisol
PERBANDINGAN PERTUMBUHAN POPULASI TRIBOLIUM spp. DAN SIFAT FISIK LIMA JENIS TEPUNG Mia Ardina; Tris Haris Ramadhan; Edy Syahputra
Publikasi Informasi Pertanian Vol 22 No 1 (2026): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v22i1.1879

Abstract

Tribolium spp. merupakan salah satu hama gudang yang sering menyerang produk tepung selama penyimpanan dan menyebabkan penurunan kualitas serta kuantitas bahan pangan. Perbedaan jenis tepung diduga memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan Tribolium spp. karena adanya variasi kandungan nutrisi, kadar air, dan sifat fisik media pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan populasi larva, pupa, dan imago Tribolium spp. pada lima jenis tepung, yaitu tepung gandum, tepung jagung, tepung tapioka, tepung kacang hijau, dan tepung ketan putih. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama tiga bulan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Setiap unit percobaan terdiri atas 250 g tepung yang diinfestasi 10 pasang imago Tribolium spp. berumur 7–14 hari. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan populasi larva, pupa, dan imago, berat dan panjang imago, persentase susut berat tepung, serta kadar air bahan sebelum dan sesudah penelitian. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan Mann–Whitney untuk data nonparametrik, serta analisis ragam (ANOVA) dan uji DMRT untuk data parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tepung berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan populasi Tribolium spp. pada seluruh stadia perkembangan. Tepung gandum menghasilkan pertumbuhan populasi tertinggi, sedangkan tepung tapioka dan tepung ketan putih tidak mampu mendukung perkembangan hingga fase imago. Hasil ini menunjukkan bahwa perbedaan kandungan nutrisi, kadar air, dan tekstur media pakan eberhasilan perkembangan Tribolium spp.
POPULASI DAN INTENSITAS SERANGAN HAMA ULAT GRAYAK JAGUNG (Spodoptera frugiperda) PADA TIGA VARIETAS TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Serly Afrilyana; Tris Haris Ramadhan; Indri Hendarti
Publikasi Informasi Pertanian Vol 22 No 1 (2026): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v22i1.1882

Abstract

Ulat grayak jagung (Spodoptera frugiperda) merupakan hama invasif utama yang menimbulkan kerusakan serius pada pertanaman jagung di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi dan intensitas serangan S. frugiperda pada tiga varietas jagung, yaitu Bonanza F1, Kumala F1, dan NK 212. Penelitian dilaksanakan pada Juli–November 2025 di Desa Sebalo, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan enam ulangan. Pengamatan dilakukan pada umur tanaman 2–8 minggu setelah tanam (MST) dengan lima tanaman sampel per petak. Parameter yang diamati meliputi populasi larva, persentase dan intensitas serangan, serta berat tongkol jagung. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), uji Kruskal–Wallis, dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi larva S. frugiperda mulai terdeteksi pada umur 2 MST dan mencapai puncak pada umur 3–4 MST, kemudian menurun pada umur selanjutnya. Populasi larva antar varietas umumnya tidak berbeda nyata pada sebagian besar umur pengamatan. Persentase dan intensitas serangan tertinggi terjadi pada umur 4–5 MST dengan kategori ringan hingga sedang. Varietas Kumala F1 menunjukkan intensitas serangan terendah, sedangkan Bonanza F1 menunjukkan persentase serangan tertinggi. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif kuat antara intensitas serangan dan berat tongkol jagung (r = 0,808). Varietas NK 212 menunjukkan toleransi yang lebih baik terhadap serangan S. frugiperda dan mampu mempertahankan hasil panen. Disimpulkan bahwa tingkat serangan S. frugiperda dipengaruhi oleh fase pertumbuhan tanaman dan karakter genetik varietas.
PENGARUH ABU BOILER LIMBAH SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS PADI DI LAHAN SAWAH TADAH HUJAN Dewi Puspita Sari; Radian Radian; Tris Haris Ramadhan
Partner Vol 31, No 1 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v31i1.7438

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh dari abu boiler limbah sawit dan varietas dalam meningkatkan produktivitas padi pada lahan sawah tadah hujan. Penelitian dilakukan di lahan sawah tadah hujan dan berlokasi di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat dari bulan Oktober 2024 - Februari 2025. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial. Faktor pertama yaitu dosis abu boiler (tanpa abu boiler, 10, 15, dan 20 ton ha-1). Faktor ke dua varietas padi yaitu varietas Agro Pawan, Inpari 32, Inpari IR Nutri Zinc, Mekongga, dan Sertani. Abu boiler limbah sawit yang diaplikasikan pada lahan sawah tadah hujan tidak memberikan dampak dalam meningkatkan pertumbuhan maupun hasil tanaman padi. Varietas Sertani merupakan jenis varietas yang lebih baik untuk digunakan dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada lahan sawah tadah hujan di Kabupaten Sanggau, dimana varietas tersebut mampu menghasilkan anakan maksimum, anakan produktif, bobot gabah per petak, serta potensi hasil per hektar yang lebih baik jika dibandingkan dengan varietas lainnya.Kata kunci: amelioran, genotip, produktivitas padi
Tingkat Serangan Hama Penggerek Buah (Leucinodes Orbonalis Guenee) Pada Tanaman Terung Ungu (Solanum Melongena L.) Di Parit Tembakul, Punggur Kecil, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya Ariyani Ariyani; Tris Haris Ramadhan; Indri Hendarti
Jurnal Ilmu Agroteknologi Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): JIGRONA - Juli
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/jigrona.v2i2.2075

Abstract

Purple eggplant (Solanum melongena L.) is a horticultural commodity of important economic value whose productivity is often constrained by the infestation of eggplant fruit and shoot borer (Leucinodes orbonalis). This pest attacks shoots and fruits, leading to reduced quality and quantity of the yield. This study aimed to determine the infestation rate and population density of L. orbonalis on purple eggplant in the field. The research was conducted for approximately 3 months at Parit Tembakul Road, Punggur Kecil, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. The observation method was conducted through direct field monitoring. Sample plants were selected systematically, comprising 20% of the total 180 plants. Variables observed included egg, larval, and imago densities, percentage of infested shoots and fruits, weight of infested and normal fruits, initial fruit infestation, and environmental factors (temperature, humidity, rainfall). The results revealed that the population of L. orbonalis was relatively low, with the highest egg density at 9 eggs (mean of 0.25 eggs/plant), peak larval density at 5 larvae (mean of 0.13 larvae/plant), and only 1 adult moth (imago) captured. Despite the low population, the infestation rate remained high. The highest shoot infestation percentage occurred in the eighth week (94 DAT), ranging from 16.66% to 66.66%. Fruit infestation percentages ranged between 20.33% and 40.00%, with an early attack occurring rapidly at an average of 1.78 ± 1.97 days after fruit-set. The pest attack caused a 16.23% reduction in fruit weight (normal fruit weight averaged 123.67 g compared to infested fruit at 103.60 g). Ambient environmental conditions (mean temperature of 27,11ᵒC, humidity of 84.02%, and rainfall of 295.07 mm) favored the pest development. It is concluded that although the population density of L. orbonalis was relatively low, the fruit damage level was significantly high. Therefore, intensive management strategies must be implemented early, specifically from the flowering stage to early fruit formation.  
Pemanfaatan Limbah Pertanian menjadi Kompos Diperkaya Trichoderma sp. di Kelompok Tani Keramat 1 Kabupaten Kubu Raya: Pengabdian Safriadi Safriadi; Edy Syahputra; Tris Haris Ramadhan; Fadjar Rianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.8062

Abstract

Petani Kelompok Tani Keramat 1, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, mengelola sawah tadah hujan bertanah asam dengan ketergantungan pada pupuk anorganik, sementara limbah rumput dan batang pisang belum dimanfaatkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan petani mengolah limbah pertanian dan kotoran sapi menjadi kompos yang diperkaya isolat lokal Trichoderma sp. Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2025 dengan melibatkan 15 petani melalui orientasi lapangan, sosialisasi, demonstrasi, praktik pembuatan kompos, dan penjelasan aplikasinya pada tanaman. Evaluasi deskriptif dilakukan melalui observasi keterlibatan peserta dan kematangan kompos. Seluruh peserta mengikuti praktik yang menghasilkan 40 kg kompos matang dalam 34 hari, berwarna hitam kecokelatan, tidak berbau, dan bertekstur remah. Namun, kompos belum diaplikasikan karena padi telah memasuki fase siap panen saat kompos matang, sehingga cara aplikasinya hanya dijelaskan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa petani mampu mengikuti seluruh tahapan pembuatan kompos berbahan lokal, tetapi pengaruhnya terhadap kesuburan tanah, kesehatan tanaman, dan hasil padi belum diketahui. Kegiatan lanjutan perlu dilakukan melalui demplot padi berpembanding yang disesuaikan dengan kalender tanam serta analisis laboratorium kompos.