Sarah Angie Sihotang
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Akupunktur sebagai Terapi Komplementer untuk Depresi Sarah Angie Sihotang; Made Kurnia Widiastuti Giri; I Gede Yogi Lingga Pradipa; Riska Ramadona. H; I Putu Esa Ika Putra Juni Artana; I Made Bagus Krishna Wiguna
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1063

Abstract

Pendahuluan: Depresi merupakan gangguan mental yang ditandai oleh perasaan sedih yang berkepanjangan, kehilangan minat, serta gangguan fungsi sosial. Terapi konvensional seperti antridepresan dan psikoterapi belum sepenuhnya efektif bagi semua pasien. Hal ini mendorong pencarian alternatif pengobatan komplementer, salah satunya adalah akupunktur. Metode: Pencarian literatur dilakukan melalui database Pubmed dengan kata kunci “acupuncture” AND “depression” AND “compelementary therapy”. Data dianalisis secara deskriptikatan tinjauan sistematis naratif terhadap 10 studi RCT yang mengevaluasi penggunaan akupunktur pada penderita depresi, baik sebagai terapi utama maupun terapi tambahan. Data dianalisis secara deskriptik berdasarkan perubahan skor depresi, frekuensi terapi, dan jenis teknik akupunktur yang digunakan. Pembahasan: Akupunktur terbukti efektif menurunkan gejala depresi, baik secara subjektif melalui pengukuran skala HAMD dan BDI, maupun secara objektif melalui regulasi sumbu HPA dan peningkatan neuroplastisitas. Teknik electroacupuncture dan scalp acupuncture memberikan responnggu hingga delapan minggu menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi. Teknik electroacupuncture dan scalp acupuncture memberikan respon klinis yang lebih cepat dan mendalam dibanding teknik manual biasa. Simpulan: Akupunktur merupakan terapi komplementer yang potensial untuk mendukung penanganan depresi, dengan mekanisme kerja yang melibatkan regulasi neuroendokrin dan sistem saraf pusat. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyusun panduan praktik klinis dan mengevaluasi dampak jangka panjangnya terhadap kualitas hidup penderita.
Effects of Yoga Interventions on Sleep Quality Among Adult Women with Sleep Problems: A Systematic Review I Gede Yogi Lingga Pradipa; Nyoman Intan Permatahati Wiguna; I Made Bagus Krishna Wiguna; Riska Ramadona. H; Sarah Angie Sihotang; I Putu Esa Ika Putra Juni Artana
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v8i3.1101

Abstract

Introduction: Sleep problems are common health complaints and occur more frequently in adult women than in men. These disturbances are influenced by biological and psychosocial factors and negatively affect quality of life and overall health. Yoga has emerged as a non-pharmacological approach for managing sleep problems. This systematic review aimed to evaluate the effectiveness of yoga in improving sleep quality and reducing insomnia in severity among adult women. Method: This study was conducted as a systematic literature review following PRISMA guidelines. Literature searches were performed in PubMed, Cochrane Library, and ScienceDirect. Included studies consisted of controlled clinical trials to assessing yoga interventions in adult women with sleep problems. Data were extracted and synthesized narratively. Discussion: The reviewed studies generally reported improvements in subjective sleep quality following yoga interventions particularly among women with poor baseline sleep quality. In contrast findings related to objective sleep parameters were inconsistent. Differences in yoga styles, intervention, duration, and study populations contributed to variability in outcomes. Conclusion: Yoga may serve as a safe and feasible non-pharmacological intervention to improve subjective sleep quality in adult women. Further high-quality studies with standardized protocols and objective sleep assessments are required to strengthen the evidence.