Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sritiga, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dengan tujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan limbah sabut kelapa (cocopeat) menjadi panel atap berinsulasi ramah lingkungan. Desa Sritiga dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi besar dalam produksi kelapa, sehingga limbah sabut kelapa tersedia melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Program ini dilakukan melalui serangkaian pelatihan teknis, pendampingan intensif, serta demonstrasi teknologi sederhana pengolahan sabut kelapa menjadi panel atap. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan Kelompok Tani Karya Usaha A, ibu rumah tangga, serta pemuda desa. Pendekatan ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari pengumpulan bahan baku, proses produksi, hingga pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan mitra dalam memproduksi panel atap berbahan cocopeat yang memiliki sifat insulasi termal, daya tahan, serta nilai ekonomi yang dapat mendukung peningkatan pendapatan keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak sosial berupa meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Kesimpulan menunjukkan bahwa pemanfaatan serat kelapa berbasis masyarakat dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam mengurangi limbah pertanian sekaligus meningkatkan perekonomian lokal serta membuka peluang pengembangan usaha kreatif berbasis sumber daya alam desa.