This Author published in this journals
All Journal Indo Green Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Determinasi Faktor Penghambat Implementasi Sistem Informasi Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Andria, Dwi Septi; Prajurita, Muthia; Abdi, Telpa; Hartono, Budi
Indo Green Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i1.162

Abstract

Implementasi Sistem Informasi Kesehatan (SIK) di fasilitas pelayanan kesehatan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan, efisiensi operasional, serta pengambilan keputusan berbasis data. Namun, banyak institusi kesehatan masih menghadapi berbagai hambatan yang mengganggu optimalisasi penerapan sistem tersebut. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis determinan faktor penghambat implementasi SIK di fasilitas pelayanan kesehatan serta merumuskan strategi penguatan berdasarkan sintesis literatur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui telaah pustaka terhadap berbagai studi nasional dan internasional terkini yang membahas hambatan sistem informasi kesehatan, rekam medis elektronik, dan digitalisasi layanan kesehatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor penghambat utama meliputi sumber daya manusia, infrastruktur teknologi, dukungan organisasi, kebijakan dan regulasi, interoperabilitas, keterbatasan finansial, serta budaya organisasi. Rendahnya kompetensi digital, resistensi terhadap perubahan, keterbatasan jaringan internet, lemahnya komitmen manajemen, regulasi yang terfragmentasi, belum terintegrasinya sistem, serta minimnya anggaran menjadi kendala dominan. Faktor-faktor tersebut saling berinteraksi dan membentuk tantangan sistemik yang kompleks sehingga tidak dapat diatasi melalui pendekatan parsial. Kajian ini juga menegaskan relevansi model HOT-Fit (Human–Organization–Technology Fit) dan TOE (Technology–Organization–Environment) dalam menjelaskan kompleksitas implementasi SIK. Oleh karena itu, keberhasilan implementasi SIK memerlukan strategi terpadu berupa pelatihan berkelanjutan bagi SDM, penguatan infrastruktur, komitmen kepemimpinan yang kuat, standarisasi kebijakan nasional, pengembangan sistem interoperabel, pendanaan berkelanjutan, serta transformasi budaya digital yang adaptif. Dengan demikian, keberhasilan implementasi SIK sangat bergantung pada pendekatan sistem yang komprehensif dengan memperhatikan dimensi manusia, organisasi, dan teknologi secara simultan.