Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi pencegahan anemia pada remaja putri di MAN 2 Semarang Sulistyianingsih, Sulistyianingsih; Anggraeni, Indiana Gita; Ningrum, Dwi Monika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38944

Abstract

Abstrak Anemia merupakan persoalan kesehatan yang prevalen di kalangan remaja putri dan berisiko menghambat konsentrasi belajar, kebugaran, serta kesehatan reproduksi di masa depan. Minimnya literasi mengenai anemia menjadi salah satu faktor determinan yang meningkatkan risiko kejadian tersebut pada kelompok usia remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalisasi pemahaman siswi di MAN 2 Semarang terkait pencegahan anemia melalui pendekatan promotif. Metode yang diterapkan meliputi pemaparan materi, penayangan video edukasi, diskusi interaktif, serta pendistribusian selebaran (leaflet). Efektivitas program diukur menggunakan instrumen kuesioner sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) kegiatan. Melibatkan 80 partisipan, profil usia didominasi oleh remaja 16 tahun (41,25%), diikuti 15 tahun (35%), 17 tahun (13,75%), dan 18 tahun (10%). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada tahap awal, 72,5% responden berkategori baik dan 27,5% berkategori kurang. Namun, pasca-intervensi, seluruh responden (100%) berhasil mencapai kategori pengetahuan baik. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi kesehatan berbasis sekolah sangat efektif dalam memperkuat literasi remaja mengenai pencegahan anemia. Kata kunci: anemia; edukasi kesehatan; remaja putri; pengetahuan; pencegahan anemia. Abstract      Anemia is a prevalent health problem among adolescent girls and poses a risk of hindering concentration in learning, fitness, and reproductive health in the future. Lack of literacy regarding anemia is a determining factor that increases the risk of this incident in the adolescent age group. This activity aims to optimize the understanding of female students at MAN 2 Semarang regarding anemia prevention through a promotive approach. The methods applied include material presentation, educational video screenings, interactive discussions, and leaflet distribution. The program's effectiveness was measured using a questionnaire instrument before (pre-test) and after (post-test) the activity. Involving 80 participants, the age profile was dominated by 16-year-olds (41.25%), followed by 15-year-olds (35%), 17-year-olds (13.75%), and 18-year-olds (10%). The evaluation results showed that in the initial stage, 72.5% of respondents were categorized as good and 27.5% were categorized as poor. However, after the intervention, all respondents (100%) managed to achieve the good knowledge category. These findings confirm that school-based health education is highly effective in strengthening adolescent literacy regarding anemia prevention.. Keywords: anemia; health education; adolescent girls; knowledge; anemia prevention.